Logo Sulselsatu

Dewan Sepakat Wacana Walikota Makassar Bubarkan Perusda Bermasalah

Asrul
Asrul

Rabu, 22 September 2021 13:28

Hasanuddin Leo. (Sulselsatu/Resti Setiawati)
Hasanuddin Leo. (Sulselsatu/Resti Setiawati)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mewacanakan membubarkan Perusahaan Daerah (Perusda) yang bermasalah atau tidak berkontribusi besar terhadap pendapatan daerah.

“Tujuannya (Perusda) sederhana, menopang PAD, jadi kalau ada yang tidak memberi kontibusi, untuk apa (ada) Perusda, bubarkan saja,” ucapnya.

Menurutnya kalaupun hal ini sulit direalisasikan, harus ada perombakan direksi yang lebih mumpuni.

Baca Juga : RDP Tuntas, Komisi D DPRD Makassar Rekomendasikan Penutupan RSIA Paramount

“Kalau tidak dibubarkan Perusdanya, bubarkan orangnya, ini mi. Habis setelah ini, evaluasinya kan terlalu besar sekali ini Pemerintah Kota Makassar dan saya pasti evaluasi karena kalau tidak, nda boleh berlarut-larut begini,” tuturnya.

Sementara itu, Anggota Komisi B Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kota Makassar Hasanuddin Leo meminta dilakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum betul-betul dibubarkan.

“Yang namanya perusahaan daerah memang tujuannya ada dua untuk pelayanan dan profit oriented, dengan kondisi saat ini, kalau hemat saya memang perlu lebih dahulu dievaluasi secara menyeluruh,” ujarnya.

Baca Juga : Dinilai Lalai Melakukan Pengawasan ke RSIA Paramaount, Ismail Minta Kadinkes Makassar Dievaluasi

Utamanya dua perusda yaitu Perumda Parkir dan Pasar lantaran dianggap masih memberikan kontribusi PAD, kendati masih belum begitu optimal.

“Pada akhir tahun ini kita lihat karena mereka ini masih bisa, dievaluasi terakhir misalnya, untuk PD Parkir, itu masih ada keuntungan kotor sebesar Rp3 milliar per Agustus,” kata politisi PAN itu.

Sementara Perumda Air Minum dianggap sulit lantaran keberadaannya cukup krusial di tengah masyatakat meski memiliki hutang deviden yang cukup tinggi.

Baca Juga : Legislator PDIP Makassar Desak RSIA Paramount Ditutup, Soroti Dugaan Kelalaian

Dia justru pesimis terhadap Rumah Potong Hewan (RPH) yang saat ini vakum dan PD Terminal Makassar Metro yang juga belum memberikan kontribusi lantaran tersandung persoalan aset dan belum menuai titik kejelasan.

“Ini perlu dilihat persoalannya, apakah ada sistem yang tidak berjalan, atau manajemennya yang terlalu gemuk personelnya, sehingga menyebabkan cost operasional itu tinggi yang pada akhirnya tidak memberikan kontribusi ke Pemkot,” urainya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan23 September 2026 14:05
Munafri Serukan Zero Bullying di Sekolah, Guru dan Orang Tua Diminta Aktif Sejak Dini
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menegaskan komitmennya menerapkan kebijakan Zero Bullying atau tida...
Pendidikan23 September 2026 12:21
Kalla Institute Masuk Lima Besar KRISAN Fellowship, Perkuat Kampus Inklusif di Makassar
Kalla Institute terpilih sebagai salah satu dari lima perguruan tinggi terbaik dalam Program KRISAN Fellowship, setelah melalui proses seleksi yang di...
News23 September 2026 11:59
Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya Dialog Lewat Breakfast With Leader
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 memperkuat komunikasi internal dan keterlibatan pegawai melalui implementasi program budaya Breakfast With...
Pendidikan23 September 2026 08:10
LAZ Hadji Kalla Gelar Tahfidz Camp, Dorong Generasi Qur’ani di Desa Mundan Enrekang
Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla terus mendorong pembinaan generasi Qur’ani melalui program keislaman di desa binaan. Salah satunya melalui Tahf...