Logo Sulselsatu

Timba Ilmu dan Berbagi Ilmu, Ajari Pengrajin Anyaman Desain Lontara dan Buat Kembang

Andi Fardi
Andi Fardi

Kamis, 06 Januari 2022 17:57

Timba Ilmu dan Berbagi Ilmu, Ajari Pengrajin Anyaman Desain Lontara dan Buat Kembang

 

SULSELSATU.com, Tasikmalaya — “Naiyya riaseng paddissengeng lalo tessidapi’,” kutipan petuah masyarakat Bugis yang berarti setiap orang memiliki wawasan dan potensi masing-masing sehingga seyogianya ilmu harus dibagi kepada orang lain, demikian pula sebaliknya.

Sebagai masyarakat Bugis-Makassar, konsep falsafah yang dikenal dengan sebutan ‘pappaseng toriyolo’ ini diaplikasikan Erna Rasyid Taufan berkapasitas sebagai Pembina Family of Creative Community (FCC) saat melakukan studi tiru di Kota Bandung dan Tasikmalaya bersama rombongan FCC.

Di Tasikmalaya misalnya, saat mengunjungi pengrajin anyaman pandan, mendong, dan kulit sintesis, Erna, sapaan karib istri Taufan Pawe, Wali Kota Parepare ini mengajak rombongan memanfaatkan momen dengan baik untuk menimba ilmu dan berbagi ilmu.

Sponsored by MGID

Seyogianya kata Erna yang juga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Parepare ini, ilmu harus dibagi sebab kata dia, Allah berfirman dalam surat An-Nisa ayat 66 “Dan sesungguhnya kalau mereka mengamalkan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan mereka,” kutip Dai’ah ini.

Selain belajar menganyam, Erna lalu berbaur dengan para pengrajin. Ia tak segan duduk melantai, mengambil benang wol, limbah kerang-kerangan dan mendesain sendiri tas anyaman pandan yang beli di tempat itu.

Ia pun mulai berinteraksi dengan pengrajin dan merancang sendiri hiasan aksesori tas anyaman pandan polos tersebut bertuliskan Lontara Parepare dan ditempelkan limbah kerang.

Erna yang juga Ketua DPD II Golkar Parepare ini lalu mengajari para pengrajin dan rombogan FCC cara mendesain bermotif Lontara dan membuat hiasan kembang bunga mawar. Dengan telaten, Ibu dari tiga orang anak ini nampak mahir mejunjukkan kemahirannya melilit kain itu sehingga membentuk bunga mawar yang dapat menambah indah jiasa tas anyaman pandan.

“Wah luar biasa ibu ini (Erna Rasyid Taufan). Kalau kemarin-kemarin cara yang saya gunakan buat kembang agak lama karena harus dilem berkali-kali dulu. Kalau yang diajar Ibu ini mudah dan cepat dipraktikkan,” kata Ibu Ati, pemilik salah satu toko Sentra UMKM di Rajapolah, Tasikmalaya.

Studi tiru yang dilakukan dari 4 hingga 7 Januari 2022 ini menimbulkan kesan mendalam bagi para pengurus FCC. Banyak pelajaran yang mereka timba yang akan diaplikasikan di daerah mereka nantinya, baik di organisasi FCC, ataupun di instansi masing-masing.

Erna Rasyid Taufan sendiri juga berkomitmen untuk mengembangkan pusat oleh-oleh Balai Ainun yang dinaungi PKK dan Dekranasda Parepare agar lebih berkembang serta menjadi ousat bagi pengrajin limbah kerang-kerangan yang sudah menjadi ciri khas Parepare.

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Video20 Januari 2022 00:14
VIDEO: DPRD Sulsel Wacanakan Pembentukan Pansus Wakil Gubernur
SULSELSATU.com, MAKASSAR – DPRD Sulsel mewacanakan akan membentuk Panitia Khusus atau Pansus Wakil Gubernur Sulsel sisa masa jabatan 2018-2023. ...
OPD19 Januari 2022 23:01
Bertemu Mendikbudristek, Al Hidayat Minta Kuota Guru PPPK Ditambah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar Al Hidayat Syamsu bertemu dengan Mendikbudristek Nadiem Makarim di Jakarta, Rabu (19/1/202...
Video19 Januari 2022 22:43
VIDEO: Momen Risma Hendak Bersimpuh ke DPR RI untuk Sampaikan Permohonan Maaf
SULSELSATU.com – Menteri Sosial, Tri Rismaharini menyampaikan permohonan maaf ke Komisi VIII DPR RI. Permohonan maaf itu dilakukan atas sikap ja...
Sponsored by MGID
Nasional19 Januari 2022 22:18
Jawab Tren Kebutuhan Masyarakat, Tahun 2022 Gojek Fokus pada Dua Hal Pengembangan
SULSELSATU.com, JAKARTA – Mewujudkan komitme terus menjadi andalan mobilitas masyarakat di tengah pandemi, Gojek melakukam berbagai inovasinya d...