SULSELSATU.com, BARRU– Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Barru Hasnah Syam turut menghadiri Konferensi Kerja PGRI yang pertama di Aula Diknas, Minggu (13/2/2022).
Mengawali sambutannya, dengan suara terbatah-batah dan meneteskan air mata mengenang jasa para gurunya.
“Saya ini diajarkan di didik, dan dibesarkan oleh seorang guru. Saya tahu rasanya dan perjuangan seorang guru, sebagai manusia biasa, saya sangat sakit jika ada guru yang diperlakukan tidak adil,” seduh Hasnah.
Baca Juga : Jelang Laga Bupati Cup 2023, Ini Daftar Club yang Resmi Terdaftar
Dihadapan para peserta Konferensi, Hasnah yang biasa disapa ibu dokter menyampaikan, orang tuanya kalau itu berpesan jika ia tidak akan mewariskan harta kepada kalian, tapi pendidikan karena pendidikan adalah kunci keberhasilan.
“Selama ini, saya sangat memperhatikan dan banyak membantu pada sektor pendidikan khususnya di Kab. Barru, sebagi anggota DPR RI, setiap saat saya terjun ke sekolah melihat lansung proses belajar mengajar,” sebutnya.
Selain itu Bu Dokter, meminta kepada para guru, agar mengajarkan nilai-nilai budaya leluhur sebagai orang Bugis-Makassar, budaya sipakatau, sipakainge, sipakelebbi.
Baca Juga : Tehnical Meeting Bupati Cup 2023 Digelar, Ini Pesan Kadispora Barru
“Saat ini budaya luar sudah masuk di lingkaran pendidikan anak kita melalui kemajuan teknologi, maka gurulah yang sangat dibutuhkan perannya dalam menciptakan generasi cemerlan bagi masa depan anak-anak kita,” ujarnya
“Nilai nilai identitas budaya kita, juga sudah mulai tergerus oleh zaman seperti memegang teguh pada lima Akkatenningen (lima pegangan hidup), 1. Macca (pintar). 2. Malempu (jujur). 3. Magetteng (teguh pada pendirian). 4. Warani (berani). 5. Mappesona ri Puangnge (bertakwa kepada Allah SWT),” lanjutnya lagi.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar