Logo Sulselsatu

Agar Tak Terjebak Investasi Bodong, Ketua ISYEF Sulsel Dorong Anak Muda Melek Literasi Keuangan Syariah

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Rabu, 02 Maret 2022 15:41

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Literasi keuangan di masyarakat, terutama terkait investasi masih harus ditingkatkan. Saat ini, banyak masyarakat, khususnya generasi milenial yang terjerat investasi bodong.

Ketua Indonesian Islamic Youth Economic Forum (ISYEF) Sulsel, dr Fadli Ananda SpOg MKes, mengatakan, pihaknya massif melakukan sosialisasi pentingnya memahami literasi keuangan syariah agar masyarakat terhindar dari investasi bodong. Mengingat, situasi pandemi ini banyak menarik minat masyarakat untuk berinvestasi, khususnya generasi milenial. Hal tersebut seiring dengan meningkatnya tren transaksi nontunai.

“Masih banyak masyarakat yang terlalu bernafsu dalam berinvestasi tanpa memiliki pengetahuan yang cukup. Akibatnya, mereka kemudian terjerat investasi bodong karena berpikiran investasi merupakan hal yang menggiurkan untuk mendapatkan keuntungan materi secara instan,” ungkap CEO RSIA Ananda Makassar ini, Rabu, 2 Maret 2022.

Dokter yang juga sekaligus pengusaha muda ini mengungkapkan, untuk membangun ekosistem penguatan pengembangan keuangan syariah, dibutuhkan literasi yang cukup terhadap produk jasa keuangan dan juga produk produk halal. Dengan demikian, ekosistem bisa terbangun. Karena dengan pemahaman yang baik, akan membuat masyarakat dan pelaku usaha paham investasi apa yang layak untuk diikuti.

“Literasi keuangan masyarakat kita masih rendah. Karena itu, penting kita melakukan edukasi dan sosialisasi secara massif agar jangan sampai tergiur investasi-investasi yang ilegal dengan tawaran-tawaran imbalan yang menggiurkan,” imbaunya.

Menurut Fadli Ananda, upaya edukasi dapat menjadi strategi preventif agar masyarakat tidak mudah terjerat modus-modus investasi bodong yang menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu singkat, mengiming-imingi bonus untuk merekrut peserta, meniru atau mengatasnamakan penyedia layanan resmi untuk mengelabui masyarakat, serta menyediakan klaim tanpa risiko.

“Hal ini tentu menjadi PR kita bersama. Bagaimana mengedukasi orang-orang di sekitar kita,” imbuhnya.

Sekedar informasi, berdasarkan data
Satgas Waspada Investasi OJK, praktik investasi bodong telah merugikan masyarakat hingga Rp 117,4 triliun dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar23 September 2026 20:43
Kalla 10K 2026 Gandeng PASI, 4.500 Pelari Siap Ramaikan Pantai Losari
SULSELSATU.com,cMAKASSAR – Kalla 10K 2026 siap digelar di Anjungan Pantai Losari, Makassar, pada 10–11 Oktober 2026 mendatang. Sebanyak 4.500 pese...
Politik23 September 2026 15:27
Isu Appi Pindah Partai Menguat, Demokrat Sulsel Pilih Tunggu Sikap Resmi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Partai Demokrat Sulawesi Selatan mulai membuka ruang bagi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi di tengah m...
OPD23 September 2026 15:22
Andi Tenri Indah Desak Kepastian Gaji ASN Dinsos Sulsel hingga Akhir Tahun
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Persoalan kecukupan anggaran untuk pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Sela...
Makassar23 September 2026 15:04
Terima Purnabakti, Andi Syahrum Buka Ruang Kolaborasi untuk Perkuat PDAM Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menerima kunjungan perwakilan purnabakti PDAM Makassar ...