Logo Sulselsatu

Selain Rusia-Ukraina, Ini 5 Konflik Yang Harus Diwaspadai Tahun 2022

Asrul
Asrul

Kamis, 03 Maret 2022 15:09

Ilustrasi kapal perang Amerika Serikat. (int)
Ilustrasi kapal perang Amerika Serikat. (int)

SULSELSATU.com – Invasi Rusia-Ukraina masih menjadi sorotan dunia Internasional karena belum menemukan titik terang solusi untuk kedua negara. Bahkan banyak yang menyebut konflik Rusia-Ukraina ini sebagai awal perang dunia ketiga

Padahal jika melihat beberapa konflik antarnegara, tidak hanya Rusia-Ukraina yang perlu disoroti. Ada beberapa konflik di dunia yang masih harus diwaspadai hingga tahun 2022 ini.

Merangkum laman International Crisis Group, pada detik.com, Kamis (3/3/2022), berikut di antaranya konflik-konflik yang harus diwaspadai selain Rusia-Ukraina :

Baca Juga : Jerman Kirim Tank ke Ukraina, Putin Murka Ancam Lawan Pakai Nuklir

1. Afghanistan

Jika tahun 2021 mengakhiri satu babak dari tragedi Afghanistan yang telah berlangsung selama beberapa dekade, babak lain sedang dimulai.Sejak perebutan kekuasaan oleh Taliban pada bulan Agustus, bencana kemanusiaan telah membayangi. Data PBB menunjukkan jutaan anak Afghanistan terancam kelaparan.

Pada musim semi dan musim panas 2021, Taliban mulai merebut kota-kota besar dan kecil di Afghanistan. Pemerintah Afghanistan runtuh pada pertengahan Agustus saat Taliban memasuki Kabul yang hampir tanpa perlawanan.

Baca Juga : Terus Berlanjut, Rusia Kembali Serang Ukraina Tanpa Ampun

Dunia menanggapi pengambilalihan Taliban dengan membekukan aset negara Afghanistan, menghentikan bantuan anggaran, dan hanya menawarkan bantuan sanksi terbatas untuk tujuan kemanusiaan. Taliban disetujui oleh PBB dan pemerintah Barat.

2. Amerika Serikat dan China

Tak lama setelah menarik diri dari Afghanistan, Amerika Serikat mengumumkan pakta baru dengan Australia dan Inggris untuk melawan China.Dikenal sebagai AUKUS, pakta pertahanan tersebut mendukung Canberra memperoleh kapal selam bertenaga nuklir untuk mengantisipasi kekuatan China di wilayah tersebut.

Baca Juga : Presiden Rusia Putin Akan Datang ke Indonesia Akhir Tahun 2022

Lebih jauh, langkah ketiga negara tersebut mengantisipasi kekuatan China satu dekade terakhir di badan internasional dan kebijakannya.

3. Yaman

Perang Yaman berawal dari dua pihak yang masing-masing mengklaim sebagai pemerintah Yaman yang sah. Salah satunya yakni pemberontak Houthi yang kini mengepung dan maju ke Ma’rib, provinsi di Yaman yang kaya minyak dan gas.

Baca Juga : Indonesia Jadi Tuan Rumah G20, Intip Daftar Negara Yang Akan Berkunjung

Lama diremehkan sebagai kekuatan militer, pemberontak ini tampaknya menjalankan kampanye multifront yang gesit dan berkembang, memasangkan serangan dengan penjangkauan untuk melunakkan perlawanan para pemimpin suku setempat.

Hingga kini, pemberontak telah menguasai Al-Bayda, sebuah provinsi tetangga Ma’rib, dan akan menuju ke Shabwa, lebih jauh ke timur, sehingga memotong jalur pasokan ke Ma’rib.

Jika banyak wilayah runtuh maka Houthi akan mencetak kemenangan ekonomi dan juga militer. Dengan minyak dan gas Marib, Houthi akan dapat menurunkan harga bahan bakar dan listrik di daerah-daerah di bawah kendali mereka, sehingga memperkuat citra mereka sebagai otoritas pemerintahan yang layak mendapat legitimasi internasional.

Baca Juga : Rusia Gelar Kontes Kecantikan Bagi Prajurit Perempuan di Tengah Situasi Perang

4. Israel-Palestina

Perang Gaza-Israel yang masih berlangsung menggambarkan lagi bahwa proses perdamaian sangatlah sulit dan solusi dua negara tampaknya semakin kecil kemungkinannya dari waktu-waktu sebelumnya.

Pemicu perang belakangan salah satunya yakni pendudukan Yerusalem Timur. Di samping itu, ada ancaman pengusiran warga Palestina di lingkungan Sheikh Jarrah bertepatan pada April 2021.

Bentrokan terjadi selama Ramadan antara pemuda pelempar batu dan polisi Israel menggunakan kekuatan mematikan di kompleks yang terdiri dari Haram al-Sharif, tempat suci bagi umat Islam, dan Temple Mount, tempat suci bagi orang Yahudi.

Hal itu kemudian memicu reaksi berantai. Hamas, yang menguasai Gaza, menembakkan roket jarak jauh tanpa pandang bulu ke Israel. Israel menanggapi dengan serangan udara yang keras, memicu konflik 11 hari yang menewaskan lebih dari 250 orang, hampir semua warga Palestina, dan meninggalkan reruntuhan infrastruktur sipil Gaza.

Pertarungan ini sebenarnya membawa pandangan baru di mana Palestina, untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, melampaui fragmentasi mereka dengan menggabungkan suara di Tepi Barat, Yerusalem Timur, Gaza, dan Israel sendiri.

5. Haiti

Penduduk Haiti telah lama tersiksa oleh krisis politik, perang geng, dan bencana alam. Gempa Hati pada Agustus 2021 menghancurkan sebagian besar Haiti selatan. Namun, penculikan oleh geng yang merajalela di sebagian besar ibu kota Port-au-Prince telah menghambat upaya bantuan internasional.

Sebelumnya pada Juli 2021, pembunuh bayaran menewaskan Presiden Jovenel Moïse di rumahnya. Dengan banyaknya tragedi di Haiti, semakin banyak penduduk meninggalkan rumah dan berkemah di sepanjang perbatasan selatan AS hingga ke negara lain.

Konflik ini pun bisa akan terus terjadi jika proses transisi kepemimpinan mencapai kesepakatan yang gagal.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Politik18 Juli 2026 20:01
Bahlil Lahadalia Soroti Musda Golkar Sulsel yang Sempat Digelar di Jakarta
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan keinginannya agar Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar tidak ...
Opini18 Juli 2026 13:18
OPINI: Menata Golkar Sulsel Menuju Pemilu 2029
Oleh: Usman Marham, Ketua DPD II Partai Golkar Pinrang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan seharusnya tidak berhenti sebagai agen...
Hukum18 Juli 2026 12:13
Polda Sulsel Usut Laporan Eks Suami Bupati Gowa soal Dugaan Keterangan Palsu dalam Perkara Cerai
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai mengusut laporan dugaan keterangan palsu dalam perkara perceraian yang dilayang...
Sulsel18 Juli 2026 11:56
Organisasi Tani Merdeka Dorong Kesejahteraan Petani dan Swasembada Pangan Nasional
SULSELSATUcom, ENREKANG – Organisasi Tani Merdeka Indonesia terus memperkuat perannya sebagai mitra pemerintah dalam mendorong kesejahteraan petani ...