Logo Sulselsatu

Penundaan Pemilu 2024 Jalan Mundur Demokrasi

Asrul
Asrul

Senin, 07 Maret 2022 16:50

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wacana penundaan Pemilu tahun 2024 dianggap serius oleh berbagai pihak, termasuk Anggota DPD RI Asal Sulsel Tamsil Linrung.

Dalam acara dialog publik bertajuk “Pro Kontra Penundaan Pemilu 2024” di Kota Makassar, Tamsil mengatakan bila saja Pemilu betul ditunda maka hal ini adalah jalan mundur demokrasi di Indonesia.

“Soal wacana penundaan ini memang kami turun menyerap aspirasi di masyarakat. Termasuk hari ini di Makassar. Bagi saya tidak ada alasan dilakukan penundaan, bila itu terjadi, artinya demokrasi kita jalan mundur,” ujar Tamsil dihadapan peserta yang didominasi mahasiswa, Senin (7/3/2022).

Baca Juga : Bertemu Tokoh Masyarakat di Makassar, Tamsil Linrung Ajak Bantu Sukseskan Visi Prabowo

Lebih jauh, Tamsil bilang, banyak pihak yang diuntungkan jika ada perpanjangn masa jabatan presiden atau penundaan Pemilu. Satu-satunya pihak yang dirugikan adalah rakyat Indonesia.

“Ini (perpanjangan masa jabatan presiden/penundaan pemilu) tidak hanya menguntungkan presiden, tapi juga anggota DPR, DPD, DPRD, hampir semuanya untung . Satu-satunya yang rugi adalah rakyat,” tutur mantan Anggota DPR RI tersebut.

Karena wacana perpanjangan masa jabatan presiden atau penundaan Pemilu itu menguntungkan anggota parlemen, menurut Tamsil, ada informasi yang menyebutkan bahwa lebih dari 75 persen anggota parlemen setuju. Termasuk anggota DPD RI.

Baca Juga : Tamsil Linrung Dorong Mandalle Jadi “Markas Peradaban” Lewat Program Sosial dan Kesehatan

“Tapi saya harus menegaskan diri saya bahwa saya termasuk yang tidak setuju penundaan Pemilu. Bila ini terjadi artinya akan krisis konstitusi,” tuturnya.

Persoalan perpanjangan masa jabatan ini pula, menurut Tamsil, yang membuat sejumlah pihak ragu-ragu dalam melakukan amendemen UUD.

Mereka khawatir jika dilakukan amendemen maka akan membuka kotak pandora, kalau 2/3 anggota MPR setuju perpanjangan masa jabatan tiga tahun atau 5 tahun.

Baca Juga : Tamsil Linrung Dorong Bank Himbara Prioritaskan Pembiayaan UMKM

Sementara itu, akademisi Unibos Arief Wicaksono menyebut Penundaan Pemilu tak masuk akal, mengingat Pilkada serentak tahun 2020 dalam masa pandemi.

“Wacana Penundaan Pemilu ini kan sebetulnya melanggar ya, di UUD 1945 tidak ada yang mengatur penundaan Pemilu begitu juga perpanjangan presiden sampai tiga kali,” tuturnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi25 September 2026 21:02
OJK Dorong Inklusi Keuangan Petani Rumput Laut Lewat e-Seaweed, 200 Petani Telah Terdaftar
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) bersama International Labour Organization (ILO) dan sejum...
Bisnis25 September 2026 19:52
Kalla Aspal Perkuat Hubungan dengan Pelanggan di Hari Pelanggan Nasional 2026
Kalla Aspal memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026 dengan mengunjungi beberapa pelanggan dan mitra khususnya di kota Manado, Sulawesi Utara, serta ...
Makassar25 September 2026 18:45
Yamaha GEAR ULTIMA Jadi Teman Piknik Keluarga di Makassar
Puluhan keluarga pengguna Yamaha GEAR ULTIMA berkumpul piknik bersama dalam acara ULTIMA FAMILY PICNIC di Makassar...
News25 September 2026 16:58
BPN Sultra Terbitkan SK Hak 47 Persil GITET 275 kV Kendari
Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sulawesi Tenggara menerbitkan Surat Keputusan (SK) Hak untuk 47 persil lahan Gardu Induk Tegan...