SULSELSATU.com, BARRU– Bupati Barru Suardi Saleh menerima kunjungan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) PIM III Lingkup Provinsi Papua Barat, di Rujab Bupati pada Rabu 23 Maret 2022.
Kunjungan ini dipimpin langsung Kepala Dinas Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia(BKPSDM) Provinsi Papua Barat Edward Lunarki bersama 40 peserta Kepemimpinan Administrator.
Dalam sambutannya, Suardi Saleh mengucapkan selamat datang dan turut memberikan pemaparan terkait selayang pandang Kabupaten Baru.
Baca Juga : Jelang Laga Bupati Cup 2023, Ini Daftar Club yang Resmi Terdaftar
“Terima kasih atas kunjungannya di Kabupaten Barru, apalagi telah ditunjuk sebagai lokus Study Kepemimpinan Administrator dipastikan telah melalui seleksi dan pengujian atas prestasi dan citra positif yang terbangun, yang gemanya sampai ke Tanah Papua,” kata Suardi.
Bupati Barru dalam kesempatan itu memaparkan, gambaran selayang pandang tentang Daerah yang terdiri dari 7 Kecamatan, 40 Desa serta 15 kelurahan, dengan bentang pesisir pantai barat dengan panjang 78,8 Km.
“Di Kabupaten Barru terdapat pelabuhan Garongkong yang menjadi pusat transportasi menghubungkan Barru dengan Daerah di Indonesia,” sebut Suardi.
Baca Juga : Tehnical Meeting Bupati Cup 2023 Digelar, Ini Pesan Kadispora Barru
Dirinya juga menjelaskan, bahwa laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Barru mencatatkan angka yang baik, dimana sebelum Covid 19 hanya 6,49% sedangkan justru adanya Covid naik 74,1 %.
“Diawal memimpin Kabupaten Barru yang dibenahi dulu adalah rumah sakit, ya memang yang namanya antri itu menunggu tetapi Alhamdulillah, setelah dibenahi secara bertahap dan saat ini ruangan VIP di sana itu sudah 5 buah dan ternyata VIP ini menjadi kebutuhan masyarakat,” Ujarnya.
Ia juga mengurai sisi keberadaan Mall Pelayanan Publik (MPP) yang banyak memberi manfaat besar untuk masyarakat.
Baca Juga : Dilalap Si Jago Merah, Aliansi Jurnalis Barru Bantu Kerabat Sesama Wartawan
“Saat ini, di MPP terdapat 24 instansi yang melayani kebutuhan administrasi masyarakat, pada prinsipnya, selain pelayanan aman, nyaman dan masyarakat bahagia,” ungkapnya.
Disampaikan pula, bahwa pelayanan administrasi Dinas Kependudukan Catatan Siplil sudah bisa melalui petugas Desa, dimana semua dokumen kependudukan sudah bisa jadi di akses di Desa kecuali perekaman, sama halnya program Pemerintah yang namanya OSS, dimana setiap Desa ada juga petugasnya.
“Salah satu keberhasilan dalam pelayanan adalah kurangnya keluhan, terkadang keluhan disampaikan dimedsos dengan bermacam-macam bahkan menerima pesan pribadi, namun seiring peningkatan kualitas dan inovasi pelayanan, Alhamdulillah, secara pelan-pelan hilang sendiri,” ucap akhir sambut Suardi.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar