Logo Sulselsatu

Stikes Panakkukang Terancam Lumpuh, Ahli Waris Segel Gedung Perkuliahan dan Kantor PPNI Sulsel

Asrul
Asrul

Rabu, 06 Juli 2022 14:22

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Stikes Panakkukang Makassar terancam lumpuh, ruangan perkuliahan dan praktikum bagi mahasiswa disegel oleh pihak yang mengaku ahli waris pemilik tanah berdirinya bangunan kampus dan kantor Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sulsel yang beralaamt di Jalan Adiyaksa, Makassar.

Pihak yang mengklaim sebagai pemilik tanah adalah A Kumalasari MB saudara ahli waris atas nama Andi Ishak Narang. Penyegelan gedung dilakukan sejak 7 Juni 2022.

Untuk diketahui, Stikes Panakkukang dinaungi oleh Yayasan Perawat Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Ahli Sebut Kasus Pengadaan Bibit Nanas Tak Berkaitan dengan Jabatan Pj Gubernur Sulsel

Ketua Pembina Yayasan Perawat Sulawesi Selatan Julianus Ake mengatakan apa yang dilakukan pihak ahli waris adalah upaya penyerobotan dan merugikan banyak pihak, terutama mahasiswa perawat di kampus tersebut.

“Jadi banyak sekali yang dirugikan dengan cara-cara yang dilakukan ini. Ada puluhan ribu perawat di Sulsel ini yang terancam tidak maksimal melakukan pelayanan kalau kantor PPNI disegel, ini bisa berdampak sosial,” ujar Julianus, Rabu (6/7/2022).

Julianus menambahkan bahwa, pihak ahli waris tersebut bahkan sudah melakukan teror dan pengancaman kepada pihak yayasan maupun ke Stikes Panakkukang.

Baca Juga : Ditetapkan Tersangka, Penasehat Hukum Korban Minta Polisi Segera Tahan Oknum Guru Penganiaya Murid di Jeneponto.

Merasa keselamatan dan dikhawatirkan akan merusak, pihak Yayasan Perawat Sulsel melaporkan ke Polreatabes Makassar untuk meminta perlindungan.

“Kita sudah melaporkan ke Polrestabes Makassar melakui kuasa hukum. Karena melakukan penyerobotan dan teror, kami berharap pihak kepolisian bisa bekerja maksimal,” tuturnya.

Baca Juga : 20 Motor Berknalpot Brong di Manggala Makassar Disita Polisi

Sementara itu, kuasa hukum Yayasan Perawat Sulsel Tanra Umar mengatakan kliennya memiliki dokumen kepemilikan yang sah dan sesuai dengan aturan.

“Soal proses hukum, kami ikut saja. Kalau pihak sebelah mengklaim punya dokumen silahkan dibuktikan dengan proses hukum, mau perdata atau pidana kita akan ikut, karena klien kami dalam hal ini menguasai bangunan,” ujar Tanra.

Ketua DPW PPNI Sulsel Abd Rahmat mengatakan perawat di Sulsel yang tercatat sekitar 40 ribu orang. Mereka membutuhkan pelayanan administrsi bila ingin bekerja dan memberikan pelayanan.

Baca Juga : Bupati Gowa Husniah Tersangka Korupsi PBG Tak Ditahan Karena Dianggap Kooperatif

“Perawat baru boleh bekerja kalau sudah punya Surat Tanda Registrasi (STR) dari PPNI. Bagaimana bisa kami melayani mereka kalau kantor disegel, ini bisa mengganggu proses,” jelasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Nanang Wijayanto
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Pendidikan05 November 2026 15:52
OJK Dorong Mahasiswa Jadi Agen Literasi Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong mahasiswa menjadi agen literasi keuangan sekaligus penggerak ekonomi daerah....
Makassar05 November 2026 15:22
ASUS Hadirkan Rekomendasi Laptop Terbaik 2026 di Makassar, Perkuat Standar No.1 Quality & Service
SULSELSATU.com, MAKASSAR – ASUS memperkenalkan berbagai pilihan laptop unggulan 2026 sekaligus memperkuat komitmen terhadap kualitas produk dan ...
Kesehatan05 November 2026 15:20
370 Anak di Gowa Terima Bantuan Susu dari Kementerian PPPA
Sebanyak 370 anak di Kabupaten Gowa menerima bantuan susu dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI untuk mendukung peme...
Hukum05 November 2026 14:54
Rudianto Lallo Desak Kejati Bongkar Mafia Alsintan Rp243 Miliar, Gowa dan Takalar Jadi Sorotan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan menuntaskan penyelidikan d...