Logo Sulselsatu

Bawa Misi Keberlanjutan, Amartha Tanam 4.000 Bibit Pohon Mangrove di Pulau Tanakeke

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Rabu, 31 Agustus 2022 15:26

Amartha melakukan penanaman 4.000 bibit pohon mangrove di Pesisir Pulau Tanakeke (dokumen: ist)
Amartha melakukan penanaman 4.000 bibit pohon mangrove di Pesisir Pulau Tanakeke (dokumen: ist)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha), microfinance marketplace membawa pilar sustainability program Amartha Lestari melakukan konservasi hutan mangrove.

Amartha melakukan konservasi lingkungan dengan menanam 4.000 bibit pohon mangrove pada lahan seluas dua hektar di wilayah pesisir Pulau Tanakeke, Sulawesi Selatan (Sulsel). Program konservasi hutan mangrove merupakan komitmen Amartha untuk melakukan penyeimbangan karbon.

Proses penanaman mangrove dilaksanakan pada tanggal (30/8/2022) yang turut melibatkan sukarelawan dari karyawan internal Amartha. Amartha juga menggandeng Yayasan Hutan Biru (Blue Forest) sebagai mitra kerja sama, dan komunitas perempuan penggiat konservasi hutan bakau Womangrove.

Baca Juga : Kembangkan Digitalisasi Desa, Amartha Perkuat Agen AmarthaOne di Sulsel

AVP Marketing & PR Amartha, Rezki Warni mengatakan, hadirnya Amartha dalam konservasi ini diharapkan dapat memberikan dampak lingkungan, ekonomi dan juga sosial.

“Konservasi hutan mangrove memiliki dampak yang besar dan tidak hanya bagi lingkungan saja, tetapi juga dapat menciptakan dampak ekonomi turunan dan sosial bagi warga di sekitar wilayah konservasi,” jelasnya dalam pertemuan Media Luncheon Amartha di Four Point by Sheraton Hotel Makassar, Selasa, (31/8/2022).

Lebih lanjut, Tia sapaan akrabnya mengatakan, dampak bagi lingkungan, hutan mangrove terbukti efektif dalam menyerap emisi karbon dan menjadi pelindung ekosistem di wilayah pesisir.

Baca Juga : Di Sulawesi, Penyaluran Pendanaan Amartha Capai Hingga Rp2 Triliun pada Kuartal Tiga 2022

Tanaman mangrove tidak hanya melepaskan oksigen dan menyerap CO2, namun juga menyimpan karbon dan melepaskan biomassa di bawah permukaan tanah sehingga menciptakan kehidupan keanekaragaman hayati.

Sementara itu, Chief Risk and Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto menyampaikan, konservasi hutan mangrove ini merupakan inisiatif Amartha untuk menjadi perusahaan swasta yang berorientasi pada sustainable business, dengan memastikan keberlangsungan usaha sembari mengurangi dampak kerusakan lingkungan.

“Saah satunya melalui rencana menjadi carbon neutral company dalam waktu lima tahun ke depan. Pelestarian ekosistem mangrove juga merupakan langkah yang tepat untuk memitigasi bencana di wilayah pesisir, karena ekosistem mangrove dapat meningkatkan resiliensi dan merehabilitasi kawasan pesisir yang rawan terhadap abrasi dan potensi alih lahan untuk kepentingan komersial seperti di Pulau Tanakeke,” ujarnya.

Baca Juga : Bank Sulselbar dan Amartha Kerja Sama Dukung Peningkatan Usaha Mandiri Ibu-ibu Pedesaan

Direktur Blue Forest, Rio Ahmad dalam kesempatan yang sama menjelaskan, Blue Forest sangat mendukung program Amartha Lestari dan siap menjalankan kelanjutan dari program ini bersama rekanan dari Womangrove.

“Sangat penting untuk terus memberikan pelatihan, pendampingan dan edukasi bagi warga sekitar, supaya mereka dapat bergotong-royong merawat ekosistem hutan mangrove. Program ini memang seharusnya tidak berhenti pada penanamannya saja, tetapi terus berlanjut agar menciptakan dampak bagi warga sekitar,” bebernya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan09 Agustus 2026 19:11
PSEL Tamalanrea Terus Dipersoalkan, GERAM PLTSa: Pindahkan Lokasinya
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak PLTSa (GERAM PLTSa) kembali menggelar aksi demonstrasi menolak ...
Sulsel09 Agustus 2026 16:48
Kekeringan Melanda Sidrap, Asmo Sulsel dan FIFGroup Bantu Petani Massappa 3
Kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, membuat petani kesulitan mendapat...
Lifestyle09 Agustus 2026 14:18
Alasan Perusahaan Masih Membagikan Tumbler dan Tote Bag, Ternyata Ini Nilai Bisnisnya
Tumbler berlogo perusahaan, tote bag, notebook, pouch, dan berbagai barang promosi lain sudah menjadi pemandangan umum dalam acara bisnis. Barang-bara...
News09 Agustus 2026 08:45
Siasat Licik APL, Premanisme Berkedok “Petani Lada” di Hutan Lindung Loeha Raya
Hukum dan wibawa negara di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona benar-benar dilecehkan....