Logo Sulselsatu

Dugaan Pencemaran Udara, Wakil Ketua DPRD Luwu Timur Monitoring Kawasan Tambang PT.Bangunindo Karya Utama

Andi
Andi

Jumat, 14 Oktober 2022 11:24

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, Luwu Timur – Wakil Ketua II DPRD Lutim, Usman Sadik, bersama DLH, PTSP, Koperindag, Dinas Pendapatan Daerah dan Camat Towuti, mendatangi perusahaan tersebut setelah sebelumnya di soroti warga terkait dugaan pencemaran udara dari aktivitas pembakaran aspal di perusahaan tersebut.

Manajemen PT Bangunindo Karya Utama berkomitmen membenahi sedimen pond yang dianggap belum layak.

”Iya seperti permintaan Pak Usman, kami siap memperbaiki sedimen pond yang dianggap masih kurang layak. Dan memenuhi kewajiban kami yang lainnya terhadap daerah, ” Ujar Eka Manejer PT Bangun Karya. Jumat (14/10/2022) .

Menurut Eka, mengenai asap hitam dan debu yang keluar dari cerobong, itu sudah diatasi. Diakuinya itu berlangsung tidak lama sekitar lima menit. Karena saat beroperasi tiba–tiba pompa penghisap debu troble .

”Kejadiannya itu tidak lama. Saat proses pembakaran ternyata pompa penghisap debu troble, sekarang sudah kita ganti dan sudah di uji coba, hasilnya bagus, ” Ungkap Eka.

Sekarang sisa permasalahan sedimen pond, setelah di tinjau anggota DPRD katanya sedimen pond yang kami buat kurang layak, jadi ini akan kami perbaiki .

Semenjak kejadian tersebut sampai saat ini PT Bangunindo sudah menghentikan sementara aktivitasnya.

”Sejak kejadian itu sampai sekarang kami belum beraktivitas, kami komitmen setelah semuanya kami benahi baru beraktivitas lagi. Kalau bicara rugi ya pastilah kami rugi, tapi kami lebih bersikap pro aktif memilih membenahi semuanya agar kedepannya bisa beraktivitas dengan lancar,” Jelas Eka.

Wakil Ketua II DPRD Luwu Timur ,Usman Sadik, dalam kunjungan lapangannya mengatakan , Pemerintah Luwu Timur dalam hal ini DPRD Luwu Timur dan para OPD terkait sengaja datang ke PT Bangunindo Karya Utama, untuk memastikan sejauh mana penanganan pencemaran udara yang sudah dilakukan pihak perusahaan.

”Mengenai dugaan pencemaran udara kita sudah mendapat penjelasan dari pihak perusahaan , pompanya yang bermasalah sudah diganti yang baru. Demikian juga dengan jalan raya yang berlumpur, sudah juga diatasi dengan melakukan penyemprotan air. Itu saya pikir sudah baik. ” Kata Usman.

Permasalah yang tersisa sekarang adalah sedimen pond nya, setelah meninjau kami menilai sedimen pond belum layak dan harus di perbaiki agar limpahan air limbah tidak masuk ke sungai.

Usman Sadik menyarankan
sebelum selesai semua persoalan ini , diminta pihak perusahaan jangan dulu beroperasi untuk sementara waktu.

”Kalau bisa jangan dulu beroperasi ya sebelum selesai semua permasalahannya, jangan sampai nanti warga ribut lagi, jika warga ribut bukan hanya perusahaan yang di soroti, kami dari pemerintah juga kena batunya di soroti warga,” Kata Usman.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Sucipto
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video07 Agustus 2026 22:06
VIDEO: Dua Kelompok Bentrok di Kampus UNM Parang Tambung, Belasan Kaca FMIPA Pecah
SULSELSATU.com – Dua kelompok terlibat saling serang di Kampus Parang Tambung, Universitas Negeri Makassar, Jumat (07/8/2026). Aksi penyerangan ...
Makassar07 Agustus 2026 21:26
Di Balik Sukses Ekspor Udang Indonesia, Kepala Barantin Pastikan Layanan Karantina Berjalan Optimal
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Karantina Indonesia (Barantin) memastikan sistem layanan karantina terus berjalan optimal untuk mendukung daya ...
News07 Agustus 2026 20:39
Anggota DPR RI Meity Rahmatia Kecam Penganiayaan dan Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia mengecam keras penganiayaan dan pemerkosaan seorang mahasiswa yang terjadi...
Ekonomi07 Agustus 2026 20:37
BPKH dan Bank Muamalat Perkuat Sinergi, Dorong Digitalisasi Layanan Haji dan Ekonomi Syariah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memperkuat kolaborasi strategis untuk mengemb...