Logo Sulselsatu

PT Vale Merawat Matano, Menjaga Pariwisata

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Sabtu, 17 Desember 2022 14:55

Pengunjung saat menikmati wisata Danau Matano sambil naik kayak (Sri Wahyu Diastuti / Sulselsatu.com)
Pengunjung saat menikmati wisata Danau Matano sambil naik kayak (Sri Wahyu Diastuti / Sulselsatu.com)

SULSELSATU.com, LUWU TIMURDanau Matano, satu dari beberapa tujuan wisata di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel). Keunikan dan keindahannya menjadi magnet wisatawan berkunjung.

Matano merupakan danau terdalam di Asia Tenggara, dengan kedalaman mencapai 590 meter. Terhampar dengan panjang 28 kilometer, serta lebar maksimal mencapai delapan kilometer.

Ketika berada di pesisir danau, sejauh mata memandang, hanya ada hamparan air berwarna biru jernih. Pepohonan hijau rimbun, tampak mengelilingi danau.

Baca Juga : PT Vale Dukung Praktik Pertambangan Berkelanjutan di Pomalaa, Terbuka terhadap Masukan

Pada beberapa lokasi, seperti Goa Kelelawar, Gugusan Pulau Matano, dan Laa Waa River Park, dasar danau dapat terlihat jelas karena jernihnya air. Fauna yang hidup di danau, seperti louhan dan kepiting gori, bisa terlihat kasat mata.

Kondisi Danau Matano itulah yang berupaya dijaga terus menerus oleh PT Vale Indonesia (Tbk), perusahaan pertambangan nikel yang beroperasi selama 54 tahun di sekitar Matano.

Sejatinya, aktivitas pertambangan memiliki potensi pencemaran terhadap lingkungan. Sebab, pertambangan menimbulkan reaksi pembentukan limbah cair (effluent), berupa total suspended solid (TSS) dan kromium valensi (Cr6+). Limbah ini muncul akibat pembukaan lahan, yang bereaksi dengan udara dan air hujan.

Baca Juga : Update Proyek dan Hilirisasi dalam RDP DPR KomisI XII, PT Vale Indonesia Jelaskan Kepatuhan dan Kepastian Operasional

Lamella Gravity Settler teknologi yang digunakan PT Vale melakukan penjernian air untuk menjaga kualitas Danau Matano (Sri Wahyu Diastuti / Sulselsatu.com)

TSS dan Cr6+ ini buruk bagi lingkungan. Sederhananya, jika material ini masuk ke Matano, air akan menjadi keruh. Juga menyebabkan pendangkalan danau, karena sedimentasi. Sementara Cr6+ menyebabkan iritasi pada kulit manusia.

PT Vale mencegah limbah itu langsung ke Matano, dengan 100 lebih kolam sedimen yang terintegrasi dengan Lamella Gravity Settler (LGS). Infrastruktur ini berfungsi sebagai pemurnian limbah air tambang. Ia mereduksi elemen yang terkandung dalam air, utamanya TSS dan Cr6+.

Baca Juga : PT Vale Turut Peringati Hari Dharma Samudera di Morowali

“Di sini kita mendesain bagaimana air limpasan tambang mengalir ke satu titik konsentrasi, atau sedimen pond. Di situlah kita melakukan treatment, baik TSS, dan Cr6+ beberapa parameter baku mutu syarat pemerintah,” ujar Hasliana Amiruddin, Mining Infrastructure PT Vale.

LGS berdiri berkat kerja sama PT Vale dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). LGS diadaptasi dari pengelolaan air milik PDAM. Pengembangan infrastruktur ini dilakukan pada 2011. Beroperasi resmi 2016.

Di LGS terdapat beberapa area. Seperti area yang digunakan untuk menginjeksi fero sulfat untuk mereduksi Cr6+. Dari situ, air melalui slow mixing area, berbentuk kamar bersekat, dengan kedalaman 9 meter.

Baca Juga : Sinergi Industri dan Pertahanan Laut, Dankodaeral VI Makassar Kunjungi PT Vale IGP Morowali

Di slow mixing area, kotoran yang terkandung di air tereduksi menjadi endapan dengan memanfaatkan gaya gravitasi. Melalui proses ini, air yang keluar memiliki kandungan baku mutu sesuai yang dipersyaratkan, di bawah 200.

Air dari LGS ini kemudian dialirkan ke kolam penampungan. Di kolam itu, kandungan airnya masih akan diuji terlebih dahulu, sebelum dilepas ke aliran yang mengarah ke Matano dan Danau Mahalona.

Gerakkan Pariwisata

Baca Juga : RKAB 2026 PT Vale Disetujui, Tegaskan Kepastian Operasional dan Keberlanjutan Investasi

Danau Matano yang tetap terjaga kondisi dan keindahannya, berimplikasi pada kunjungan wisatawan.

Di salah satu sisi Danau Matano, terdapat Laa Waa River Park. Objek wisata ini dikelola oleh pemuda Desa Matano lewat Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Di Laa Waa River Park, terdapat sungai yang airnya mengalir dari pegunungan. Ada dataran yang dimanfaatkan pengunjung menggelar tenda, dengan pemandangan langsung Danau Matano.

Laa Waa River Park (Sri Wahyu Diastuti / Sulselsatu.com)

Laa Waa River Park dikelola secara resmi masyarakat mulai 2020. Sebelum itu, lokasi ini sudah sangat sering dikunjungi wisatawan. Namun, karena tidak diawasi, kondisinya terbengkalai. Sampah berserakan.

“Oleh karena itu, kami terpikir, kenapa tidak kita buat objek wisata sebagai penghasilan, dan membuka lapangan kerja,” kata Amsal, Ketua Pengelola Desa Wisata Matano.

Menurut Amsal, PT Vale berkontribusi besar dalam pengembangan Laa Waa River Park. Seperti memberi bantuan pembuatan dermaga, dan penunjang lain seperti banana dan speed boat.

Dia menjelaskan, pengunjung Laa Waa River Park berasal dari berbagai daerah. Bahkan ada dari Inggris dan Kanada. Ia menggarisbawahi, bahwa pengunjung asing ini bukanlah tamu atau petinggi PT Vale.

Di akhir pekan pengunjung bisa sampai 100 orang lebih. Mereka datang untuk camping, berenang, menikmati danau terdalam se-Asia Tenggara, yang airnya masih terjaga.

Laa Waa River Park menyiapkan fasilitas camping, seperti tenda, karpet, hingga kompor, yang bisa ditebus seharga Rp100 ribu. Khusus untuk biaya masuk Rp10 ribu per orang. Oleh pengelola, pengunjung juga disuguhi masakan Bungkang Gori, kepiting yang hidup di danau.

Dari retribusi yang dipungut itu, pengelola sudah bisa mengantongi keuntungan bersih hingga Rp7 juta per bulan.

Pengembangan Laa waa River Park merupakan bagian dari PPM PT Vale. Lewat program ini, PT Vale ISDA kategori Silver atas pencapaian SDGs 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Sulsel03 Februari 2026 08:13
Rakornas 2026 di Bogor, Wali Kota Tasming Hamid Dukung Sinergi Pusat-Daerah Menuju Indonesia Emas 2045
SULSELSATU.com, BOGOR – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menghadiri secara langsung Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan ...
Video02 Februari 2026 23:12
VIDEO: Pantai Bali Penuh Sampah, Prabowo Tegur Kepala Daerah
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto menyindir Gubernur Bali I Wayan Koster terkait kondisi pantai di Bali yang kotor oleh sampah. Menurut...
Video02 Februari 2026 21:42
VIDEO: Presiden Prabowo Resmi Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC, Bogor, Senin (2/2/2026). Rakornas in...
Makassar02 Februari 2026 19:01
Hotel Royal Bay Makassar Hadirkan “Nostalgia Ramadhan” dengan Dekorasi Pos Kamling dan Sepeda Ontel
SULSELSATU.com MAKASSAR – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Hotel Royal Bay Makassar resmi meluncurkan paket buka puasa tahunan bertajuk �...