Logo Sulselsatu

Tangani Stunting Lebih Optimal, Priska Adnan Dorong Kader Posyandu Paham 5 Layanan

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Minggu, 01 Januari 2023 18:05

Pelatihanan penanganan stunting yang dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Gowa Priska Paramita Adnan (dokumen: istimewa)
Pelatihanan penanganan stunting yang dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Gowa Priska Paramita Adnan (dokumen: istimewa)

SULSELSATU.com, GOWA – Kader Posyandu didorong agar lebih paham upaya preventif dalam penanganan stunting. Dalam implementasinya, kader posyandu perlu memahami lima paket layanan.

Ketua TP PKK Kabupaten Gowa Priska Paramita Adnan mengatakan, lima paket layanan stunting ini antara lain, pelayanan kesehatan ibu dan anak, integrasi konseling gizi, layanan air bersih dan sanitasi, serta perlindungan sosial, dan layanan PAUD.

“Hal penting yang perlu dioptimalkan dalam pencegahan stunting yakni pemberian penyuluhan kesehatan oleh kader dan pelayanan kesehatan oleh petugas kesehatan,” katanya saat membuka Pelatihan Stunting se-Kecamatan Parigi di Hotel Gammara, Makassar, Selasa (27/12/2022).

Baca Juga : RSUD Syekh Yusuf Gowa Kebakaran, Tidak Ada Korban Jiwa

Menurut Priska, Kecamatan Parigi saat ini telah tamat atau selesai dalam hal peningkatan kapasitas kader posyandu terkait penanganan stunting. Meskipun demikian, pelatihan seperti ini masih perlu dilakukan agar seluruh kader Posyandu dapat terus memahami dan mengimplementasikan lima paket layanan pencegahan stunting di lapangan.

“Sehingga angka prevelensi stunting bisa berhasil kita tekan,” harap Priska.

Sementara itu, Camat Parigi Nuraeny Apriyani yang turut hadir mendampingi Ketua TP PKK Kabupaten Gowa menjelaskan, dalam pelatihan ini pihaknya juga mendorong bagaimana ke depan pemanfaatan dana desa juga dapat menyentuh pembangunan kesehatan untuk penanganan konvergensi stunting di desa se-Kecamatan Parigi.

Baca Juga : Sulawesi Berlian Motor Buka Diler Mitsubishi Perdana di Gowa, Perluas Jangkauan Pasar di Sulsel

Pemanfaatan dana desa ini bisa melalui pemberian bantuan sosial kepada keluarga yang memiliki anak beresiko stunting. Baik melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) oleh pemerintah kabupaten, hingga bantuan lainnya di tingkat desa, seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

“Ini memang menjadi fokus kita di 2023 mendatang yaitu memastikan seluruh keluarga beresiko stunting menjadi penerima bantuan sosial. Sehingga kita sangat harapkan seluruh peran desa dalam mendata keluarga beresiko stunting di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Selain itu, program lainnya yang akan didorong ke depan untuk penanganan stunting di kecamatannya yaitu dengan memperkuat kerjasama lintas sektor dalam mengintervensi rumah tangga yang berisiko stunting.

Baca Juga : PT Vale Perkuat Intervensi Penurunan Stunting di Kolaka, Jangkau 5.000 Keluarga Berisiko

“Kami akan memanfaatkan lahan pekarangan rumah masyarakat untuk pemenuhan gizi rumah tangganya. Jadi beberapa akan ditanami tumbuhan yang bisa bermanfaat bagi keluarga, seperti toge, dan lainnya,” kata Eny.

Termasuk juga memperkuat kerjasama antar sektor untuk mendorong masyarakat agar senantiasa mengkonsumsi aneka ragam makanan sesuai dengan pedoman gizi seimbang. Begitu juga memperkuat kerjasama lintas sektor untuk mendorong keaktifan masyarakat untuk aktif hadir pada pelaksanaan posyandu setiap bulan, khususnya bagi balita yang sudah lengkap imunisasi dasarnya.

Eny berharap, dalam kegiatan ini para kader posyandu di Kecamatan Parigi bisa lebih terampil dalam setiap kegiatan Posyandu di desa masing-masing.

Baca Juga : Komitmen Tekan Stunting, Bupati Gowa Ajak Lintas Sektor Sosialisasi Cegah Kawin Anak

“Tentu kami berharap, para kader Posyandu akan lebih terlatih lagi dan lebih terampil dalam melaksanakan kegiatan rutin posyandu di desa masing-masing,” terangnya.

Kegiatan tersebut diikuti 45 peserta yang terdiri dari 9 (sembilan) orang per desa. Mereka terdiri dari kepala desa, Ibu Ketua PKK desa, Kader KPM, staf desa yang menangani masalah bantuan dalam hal ini Kaur Kesra di desa dan Kader Posyandu sebanyak 5 orang.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan09 Agustus 2026 19:11
PSEL Tamalanrea Terus Dipersoalkan, GERAM PLTSa: Pindahkan Lokasinya
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak PLTSa (GERAM PLTSa) kembali menggelar aksi demonstrasi menolak ...
Sulsel09 Agustus 2026 16:48
Kekeringan Melanda Sidrap, Asmo Sulsel dan FIFGroup Bantu Petani Massappa 3
Kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, membuat petani kesulitan mendapat...
Lifestyle09 Agustus 2026 14:18
Alasan Perusahaan Masih Membagikan Tumbler dan Tote Bag, Ternyata Ini Nilai Bisnisnya
Tumbler berlogo perusahaan, tote bag, notebook, pouch, dan berbagai barang promosi lain sudah menjadi pemandangan umum dalam acara bisnis. Barang-bara...
News09 Agustus 2026 08:45
Siasat Licik APL, Premanisme Berkedok “Petani Lada” di Hutan Lindung Loeha Raya
Hukum dan wibawa negara di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona benar-benar dilecehkan....