Logo Sulselsatu

Menjaga Lingkungan Selama 54 Tahun, PT Vale Role Model Perusahaan Tambang di Indonesia

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Jumat, 20 Januari 2023 15:16

Nursery PT Vale sebagai tempat pembibitan berbagai jenis pohon untuk reklamasi lahan bekas tambang (dokumen: istimewa)
Nursery PT Vale sebagai tempat pembibitan berbagai jenis pohon untuk reklamasi lahan bekas tambang (dokumen: istimewa)

SULSELSATU.com, LUWU TIMUR – Komisaris PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) Jasman Panjaitan menyebutkan PT Vale dapat menjadi role model bagi perusahaan tambang di Indonesia. Hal tersebut disampaikan saat berkunjung ke wilayah operasi PT Vale di Blok Sorowako, Luwu Timur, Rabu (18/1/2023).

Jasman Panjaitan merupakan komisaris PT Vale Indonesia Tbk. (PT Vale) yang ditunjuk pada RUPS Desember 2022. Jasman Panjaitan melihat komitmen PT Vale yang mampu menjaga kebersihan dan keindahan Danau Matano selama 54 tahun beroperasi di Sorowako.

PT Vale ini sangat luar biasa dengan komitmennya menjaga lingkungan selama puluhan tahun, tidak hanya menambang atau mengerok keuntungan kemudian meninggalkan, tetapi bertanggung jawab untuk mengembalikan seperti semula dengan melakukan reklamasi dan reboisasi. Makanya saya bisa katakan bahwa PT Vale adalah role model bagi perusahaan tambang lain,” kata Jasman Panjaitan.

Baca Juga : PT Vale Perkuat ESG 2025, Investasi Lingkungan Tembus US$43,79 Juta

Menurutnya, tak banyak perusahaan tambang yang berkomitmen menjaga lingkungan dan melakukan hal yang sama seperti PT Vale, yaitu menjaga kebersihan air di sekitar operasi dan mengembalikan lingkungan seperti sebelum ditambang. “Selama dua hari ini saya keliling dan melihat langsung semua itu sangat luar biasa, saya harapkan tetap dipertahankan komitmennya,” harapnya.

CEO PT Vale Febriany Eddy mengatakan bahwa sejak awal, misi PT Vale tidak pernah berubah, yakni mengubah kekayaan sumber daya alam untuk membawa kemakmuran dan pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, misi tersebut sesuai dengan UU pasal 33 ayat 3 1945.

“Kinerja PT Vale diukur dari people, profit dan planet. Planet sangat penting, salah satunya Danau Matano yang tetap terjaga karena merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat Luwu Timur. Dan ketika Danau Matano tidak dijaga dengan baik dampaknya sangat luar biasa bagi masyarakat karena sumber air ada di Danau Matano,” kata Febriany Eddy.

Baca Juga : PT Vale Operasikan Tiga Blok Tambang, Perkuat Produksi Nikel Nasional

Febriany menjelaskan, Danau Matano telah menjadi perhatian dunia karena merupakan danau purba yang memiliki endemik khusus yang hanya ada di Danau Matano. Apabila danau tersebut rusak maka endemik itu akan ikut rusak dan punah, sehingga dapat mempengaruhi keseluruhan ekosistem di dalamnya.

“Di sini keragaman hayati sangat tinggi makanya kami menambang sangat hati-hati dan memperhatikan keanekaragaman hayati di dalamnya,” imbuhnya.

Febriany menjelaskan, safety dan lingkungan jangan pernah dikorbankan demi mendapatkan keuntungan yang besar. Menurutnya, ketika salah satunya dikorbankan maka akan sulit kembali normal.

Baca Juga : PT Vale Catat Laba US$43,6 Juta Triwulan Pertama 2026, Produksi Nikel 13.620 Ton

“Kita harus tetap mempertahankan komitmen terhadap safety dan lingkungan, keduanya jangan pernah ditinggalkan,” jelasnya.

Bahkan Febriany Eddy sangat terbuka apabila ada perusahaan tambang lain yang ingin datang ke PT Vale untuk belajar atau ingin mengetahui bagaimana PT Vale menerapkan good mining practices.

“Di sini tidak ada rahasia, apabila ada yang ingin datang kami terbuka karena Indonesia memerlukan pertambangan yang berkelanjutan, dengan begitu kita berkontribusi dengan cara kita menyebarkan praktik-praktik pertambangan berkelanjutan,” jelasnya.

Baca Juga : PT Vale Tingkatkan Layanan Kesehatan Morowali Lewat Service Excellence Program

Diketahui, PT Vale telah membangun 122 kolam pengendapan (pond) untuk mengendalikan air limbah cair dari area tambang dan pabrik pengolahan sebelum dirilis ke Danau. Kolam ini dilengkapi dua fasilitas pengolahan limbah cair, yakni Pakalangkai Wastewater Treatment dan Lamella Gravity Settler (LGS).

Upaya ini pun mampu membuat Danau Matano tetap terjaga dan tidak tercemar. Selain menjaga Danau Matano, Jasman melihat langsung upaya komprehensi PT Vale untuk menjaga lahan pascatambang.

Perseroan juga melakukan reklamasi dan reboisasi untuk mengembalikan lahan pasca tambang. Hingga Desember 2022 lahan yang telah direklamasi seluas 3,500 ha dan 4,46 juta pohon yang ditanam.

Baca Juga : Pekerja Perempuan di PT Vale Terus Bertambah, Capai 12,37 Persen pada 2026

Pada kunjungan tersebut, Jasman Panjaitan juga melihat PLTA Balambano, Nursery, Balantang Port, Mangkasa Point, area Mining serta area reklamasi di Nayoko dan Solia.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar02 Mei 2026 13:20
Appi Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Pendidikan Inklusif untuk Semua ‎
SULSELSATU.com, ‎MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 di Lapangan...
News02 Mei 2026 12:10
Dirut Pelindo Tekankan HSSE dan Sinergi Operasional Saat Kunjungi Regional 4
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Achmad Muchtasyar melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pelindo Regional 4, Jumat (1/5/2026)....
Pendidikan02 Mei 2026 11:00
Mubes IKA Unhas Resmi Dimulai, Ramli Rahim: Mayoritas Dukung Amran Sulaiman Kembali Jadi Ketum
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) resmi digelar di Hotel Four Points by Sheraton ...
News02 Mei 2026 08:39
Layanan Pelindo Membaik, Kepuasan Pengguna Tembus 90 Persen
Tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap layanan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menembus angka di atas 90 persen....