Logo Sulselsatu

Perubahan Dapil di Lutim Ditetapkan, Ini Reaksi Anggota DPRD Lutim

Andi
Andi

Kamis, 09 Februari 2023 09:46

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, Luwu Timur – Perubahan Daerah Pemilihan ( Dapil ) di Kabupaten Luwu Timur bikin hancur Investasi Politik .

Sebab banyak daerah yang selama ini digarap oleh anggota dewan untuk menjadi basis perolehan suara Pemilu 2024 tiba- tiba hilang seketika oleh keputusan Pemisahan Dapil .

Tugiat , salah seorang Anggota DPRD Luwu Timur dari Partai Nasdem tidak sependapat dengan Pemecahan Dapil tersebut .

Ia mengatakan pemecahan Dapil ini belum layak dilakukan di Luwu Timur . Sebab pemecahan Dapil bisa dilakukan apabila sudah mencapai 12 Kursi .

Sementara Mangkutana Raya dan Kalaena baru 9 Kursi , tiba- tiba dipecah Kecamatan Kalaena dan Angkona jadi satu Dapil dengan jumlah kursinya sangat sedikit 4 kursi .

Selanjutnya secara historis kecamatan Kalaena ini masih Mangkutana Raya, secara emosional sudah terbangun komunikasi yang baik dengan bakal Calegnya .

”Mestinya KPU turun lagi kemasyarakat ,tanya sama warga di Kalaena apakah setuju gabung sama Angkona menjadi Satu Dapil , pasti warga disana tidak setuju .” Ujar Tugiat di konfirmasi, Kamis (09/02/2023 ) .

Pembagian Dapil ini terjadi perbedaan kursi yang sangat jauh sekali selisihnya . Ada Dapil 4 kursi ada Dapil yang 8 kursi . ” Nah Dapil Kalaena – Angkona hanya 4 Kursi. Sangat jauh toh perbedaan kursinya. Kata Tugiat .

Imbas dari Pemecahan Dapil ini Tugiat menjelaskan Konstituennya mengaku dirugikan, karena banyak kebijakan politik yang kita sepakati untuk mengatasi masalah warga di Kalaena jadi batal di eksekusi . Inikan merugikan Rakyat. Jelas Tugiat .

Tugiat mengaku pada Pemilu Legeslatif lalu suaranya di Kecamatan Kalaena tidak signifikan, namun pasca Pemilu ,ia melebarkan kebijakan politiknya mengarah ke Kalaena untuk dijadikan basis perolehan suaranya .

” Setelah bertahun – tahun saya garap, saya prediksi jika tidak ada pemecahan Dapil , Kalaena akan menjadi magnet perolehan suara saya di Pemilu Legeslatif 2024 nanti .” Ungkap Tugiat .

Kini setelah terbit keputusan Pemecahan Dapil ini Tugiat konsentrasi di Kecamatan Tomoni sebagai basis utamanya .

Muh. Abu Komisioner KPU Luwu Timur , menjelaskan, semua hasil Uji Publik, termasuk keinginan terbesar warga Luwu Timur yang menolak pemecahan Dapil sudah disampaikan ke KPU RI .

Namun pertimbangan Pusat tetap Memecah Dapil Karena Jumlah Penduduk sudah bertambah dan Dapil yang ada selama ini sudah dipergunakan lebih dari dua Kali .

” Kami sudah mengawal dan menyampaikan keinginan terbesar warga Lutim yang hanya mau penambahan kursi dan menolak pemecahan Dapil di KPU Pusat maupun di Komisi II DPR RI . Tapi keputusan pusat tidak seperti yang diharapkan, tetap memecah Dapil , maka tugas kami di KPU setelah putusan tersebut lahir, memastikan dan mengawal keputusan itu. ” Tutup Muh.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Politik23 September 2026 15:27
Isu Appi Pindah Partai Menguat, Demokrat Sulsel Pilih Tunggu Sikap Resmi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Partai Demokrat Sulawesi Selatan mulai membuka ruang bagi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi di tengah m...
OPD23 September 2026 15:22
Andi Tenri Indah Desak Kepastian Gaji ASN Dinsos Sulsel hingga Akhir Tahun
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Persoalan kecukupan anggaran untuk pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Sela...
Makassar23 September 2026 15:04
Terima Purnabakti, Andi Syahrum Buka Ruang Kolaborasi untuk Perkuat PDAM Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menerima kunjungan perwakilan purnabakti PDAM Makassar ...
Metropolitan23 September 2026 14:05
Munafri Serukan Zero Bullying di Sekolah, Guru dan Orang Tua Diminta Aktif Sejak Dini
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menegaskan komitmennya menerapkan kebijakan Zero Bullying atau tida...