Logo Sulselsatu

Akademisi Unhas Ungkap Bahaya Politik Identitas Jelang Tahun 2024

Asrul
Asrul

Selasa, 07 Maret 2023 15:57

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Narasi Madz Media bekerjasama dengan KAMMI Unismuh Makassar menggelar diskusi politik dengan tema “Mewaspadai Bahaya Radikalisme dan Politik Identitas Jelang Pemilu 2024” di Warkop Nassami, Makassar, Selasa (7/3/2023).

Dalam diskusi itu, Abdillah Mustari Ketua Bawaslu Kota Makassar, Usman Sofian Humas FKUB Kota Makassar, dan Andi Ali Armunanto dosen ilmu Politik Unhas.

Dalam paparannya, Ali menyebut ada beberapa negara di dunia menjadi korban dari politik identitas yang dilakukan elit politik mereka, salah satunya adalah Irak.

Baca Juga : Kemenkes Catat 27 Kasus Kematian Petugas KPPS

“Irak itu terjebak politik identitas antara Syiah dan Sunni, dan bagaimana sekarang kita bisa lihat negara di Timur Tengah itu,” ujar Ali.

Khusus di Indonesia Ali menyebut bahwa politik identitas itu sudah ada dari era reformasi sampai sekarang ini.

“Kita dihajar politik identitas itu sejak reformasi bertahan sampai sekarang, awalnya soal Islam dan Kristen dulu, lalu menjalar ke konflik suku di daerah,” tuturnya.

Baca Juga : Dapatkan Diskon Belanja Berbagai Tenant Mal dalam Program Kingking Fun Pesta Demokrasi

Lebih jauh, Ali menyebut pada tahun 2019 politik identitas membuat masyarakat di Indonesia terkotak-kotak akibat Pilkada DKI Jakarta.

“Politik identitas itu problem kalau tidak digunakan dengan benar, karena dibelakangnya adalah kekuasaan besar dan ini berbahaya,” ujarnya.

Sementara itu, Humas FKUB Kota Makassar Usman Sofyan mengatakan memang dalam kerukunan umat beragama, diperlukan kebersamaan dan tidak perlu memaksakan kehendak.

Baca Juga : Prabowo-Gibran Unggul di TPS Wali Kota Makassar Danny Pomanto Memilih

“Identitas kita tidak boleh dipaksakan kepada mereka yang berbeda, nah inilah salah kaprahnya kalau politik identitas disalah artikan,” ujar Sekretaris NU Makassar itu.

Soal penundaan Pemilu, Usman menyampaikan secara pribadi tidak sepakat, namun sikap resmi dari PBNU belum ada.

Hal lain disampaikan Ketua Bawaslu Makassar Abdillah Mustari, dia menyampaikan bahwa memang lembaga yang dia pimpin bertugas salah satunya mengawasi isu SARA.

Baca Juga : Pj Gubernur Sulsel Apresiasi TPS di Gowa, Pemilih Pemula Dapat Coklat dan Penyandang Disabilitas Dipermudah

“Kami di Bawaslu memiliki konsen pada empat hal, pertama aktifitas pemilu tanpa kekerasan, kedua hoaks, isu sara disitu ada politik identitas, dan pengawasan politik uang,” kata Abdillah.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News03 Mei 2026 15:45
MDA Gandeng Anak Muda Kembangkan SDM Berkualitas Generasi Emas Matappa
PT Masmindo Dwi Area (MDA) menggandeng kalangan pemuda, mahasiswa, dan akademisi melalui forum bertajuk Sinergi Strategis: Membangun Generasi Emas Mat...
Video02 Mei 2026 22:33
VIDEO: Aksi Demo di Flyover Makassar, Tolak Komersialisasi Pendidikan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sejumlah mahasiswa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, turun ke jalan memperingati Hari Pendidikan Nasional, 02 Mei 2...
Sulsel02 Mei 2026 22:29
Peringati Hari Buruh 2026, Wali Kota Parepare Tekankan Peran Vital Pekerja dalam Pembangunan
SULSELSATU.com, PAREPARE – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menunjukkan komitmen dan perhatian serius Pemerintah Kota Parepare terhadap para p...
Nasional02 Mei 2026 19:50
OJK Tekankan Peran Human Firewall Hadapi Ancaman Siber di Sektor Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat kapasitas ketahanan siber industri keuangan digital nasional guna menjaga keberlangsungan sektor tersebu...