SULSELSATU.com, MAKASSAR – Budidaya lobster air tawar adalah satu usaha rumahan yang bisa dikembangkan di Makassar. Apalagi saat ini Pemkot Makassar telah mengalokasikan anggaran untuk industri rumah tangga ini.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Makassar Adi Rasyid Ali (ARA) menemui konstituennya di Jl Ance Dg Ngoyo, Kelurahan Masale, Panakkukang, Rabu, 2 Agustus. Budidaya lobster air tawar ini telah diperjuangkan ARA dalam dana aspirasinya.
ARA berharap agar warga kelurahan Masale menyambut program ini. Apalagi tiap warga akan mendapat pendampingan.
Baca Juga : DPRD Makassar Usul Pengisian BBM Truk Diatur Malam Hari untuk Kurangi Kemacetan
Legislator tiga periode ini juga meminta agar program ini disinkronkan dengan Lorong Wisata (Longwis). “Program Longwis itu bagaimana agar ekonomi masyarakat sejahtera. Salah satu yang saya tawarkan dalam program Longwis itu adalah budi daya lobster,” kata Ketua DPC Demorkat Makassar ini.
Menurut ARA, budidaya lobster ini tidak memerlukan lahan yang luas. Budidayanya bahkan bisa dilakukan di dalam rumah.
“Tidak harus di luar rumah, cukup di dalam rumah. Lobster tidak suka matahari. Makanannya pun cukup toge. Ada anggarannya Rp40 juta tiap usaha untuk kolam bibit dan pakannya,” katanya.
Baca Juga : DPRD Makassar Warning RSIA Paramount: Tak Beres 7 Hari, Bisa Berujung Penutupan
Saat ini, kata dia, budidaya lobster ini bisa jadi pilihan untuk ekonomi rumahan. Selain bisa dikonsumsi sendiri, juga bisa dijual dengan harga yang mahal.
“Bisa dijual hingga Rp150 ribu per lima ekor,” jelasnya.
Ketua RW 5 Kelurahan Masale, Ilyas mengaku tertarik dan siap membantu warga yang berminat memulai budidaya lobster. Apalagi di lorongnya ada Longwis yang cukup rindang cukup untuk tempat budidaya.
Baca Juga : DPRD Makassar Siapkan Perda HIV/AIDS, Fokus Perkuat Pencegahan dan Tekan Stigma
“Saya ada longwis agak luas dan rindang. Semoga bisa dibatu pak dewan,” ujarnya.
Selain itu, dalam reses ARA juga banyak mendapat kelurahan dari warga Masale soal drainse. Selain bau, drainase lingkungan padat penduduk ini kerap tersumbat.
“Setiap hujan banjir, tersumbat dimana-mana minta tolong pak dewan disampaikan ke pemrintah kota agar diperbaiki,” kata Wati.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar