Logo Sulselsatu

Sebanyak 6.116 Rumah di Lima Kecamatan Kota Makassar Terdampak Kekeringan

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Senin, 11 September 2023 09:47

Kekeringan di Makassar berdampak ke 6.116 rumah. Foto: Istimewa
Kekeringan di Makassar berdampak ke 6.116 rumah. Foto: Istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mengungkapkan sebanyak 6.116 rumah yang terdampak kekeringan pada musim kemarau 2023, Minggu (10/9/2023).

Sebanyak 26 kelurahan yang ada di 5 kecamatan yang terkena dampak kekeringan tersebut.

Lima kecamatan tersebut diantaranya, Kecamatan Biringkanayya 1.315 rumah, Kecamatan Tamalanrea 1.400 rumah, Kecamatan Ujung Tanah 769 rumah.

Baca Juga : Hari Anak Nasional 2026, FK Unhas Gelar Bakti Sosial dan Pemeriksaan Kesehatan Anak Gratis

Kecamatan Tallo 2.392 rumah, Kecamatan Panakkukang 240 rumah. Sehingga total keseluruhan 6.116 rumah yang terkena dampak kekeringan.

Selanjutnya 26 kelurahan yang terkena dampak yaitu:

1. Kecamatan Tamalanrea ada 5 kelurahan. Kelurahan yaitu Tamalanrea Indah, Tamalanrea, Kapasa, Kapasa Raya, dan Bira.

Baca Juga : Makassar Siap Jadi Tuan Rumah HUT Dekranas ke-46, Hadirkan 200 Booth Wastra dan Kriya

2. Kecamatan Panakkukang ada 3 kelurahan yaitu Pampang, Sinrijala dan Tello Baru.

3. Kecmatan Tallo ada 4 kelurahan yaitu Buloa, Kaluku Boros, Pannampu dan Lembo.

4. Kecamatan Biringkayannya ada 6 kelurahan yaitu Kelurahan Daya, Bakung, Katimbang, Sudiang, Sudiang Raya dan Untia.

Baca Juga : 200 Golfer Ikut Turnamen Padivalley Golf Club, Perebutkan Hadiah Rumah dan Mobil MG

5. Kecamatan Ujung tanah ada 8 kelurahan yaitu Patingalloang Baru, Camba Berua, Gusung, Tamalabba, Ujung Tanah, Tabaringan, Totaka dan Cambayya.

Saat ini bantuan air bersih masih terus disalurkan ke rumah yang terkena dampak kekeringan.

Sebanyak 200.560 liter bantuan air bersih telah disalurkan dan sebanyak 10.813 KK atau 17.730 jiwa telah menerima air bersih.

Baca Juga : LAZ Hadji Kalla Bantu Penyintas Kebakaran di Makassar Lewat Voucher Belanja

Kelurahan yang telah menerima distribusi sebagai berikut:

1. Kec Tallo 4 kelurahan yaitu, kelurahan Kaluku Bodoa, Buloa Lembo dan Pannampu.

2. Kec Ujung Tanah 7 kelurahan yaitu. Kelurahan Tamalabba, Camba Berua, Patingalloang Baru, Totaka, Gusung, Cambayya, dan Tabaringan.

Baca Juga : 1.000 Pelaku UMKM Hadiri BEST 1 Makassar, Fokus Bangun Bisnis Berbasis Data

3. Kec Tamalanrea 3 kelurahan yaitu. Kelurahan Tamalanrea Indah, Bira dan Kapasa Raya.

4. Kec Panakkukang 2 Kelurahan yaitu. Kelurahan Tello Baru dan Pampang.

5. Kec Biringkanayya 3 kelurahan yaitu. Kelurahan Sudiang, Untia dan Bakung.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanton menghimbau kepada masyarakat didaerah rawan untuk lebih menghemat air. Sebisa mungkin menggunakannya untuk kebutuhan pokok yang diperlukan.

“Masyarakat sudah harus hemat air, lalu kedua kita jangan mengotori sumber sumber air, itu tugas tugas masyarakat. Tugas kita itu tadi sumber dan distribusi air,” kata Danny Pomanto

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Andi Baso Mappanyompa
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan09 Agustus 2026 19:11
PSEL Tamalanrea Terus Dipersoalkan, GERAM PLTSa: Pindahkan Lokasinya
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak PLTSa (GERAM PLTSa) kembali menggelar aksi demonstrasi menolak ...
Sulsel09 Agustus 2026 16:48
Kekeringan Melanda Sidrap, Asmo Sulsel dan FIFGroup Bantu Petani Massappa 3
Kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, membuat petani kesulitan mendapat...
Lifestyle09 Agustus 2026 14:18
Alasan Perusahaan Masih Membagikan Tumbler dan Tote Bag, Ternyata Ini Nilai Bisnisnya
Tumbler berlogo perusahaan, tote bag, notebook, pouch, dan berbagai barang promosi lain sudah menjadi pemandangan umum dalam acara bisnis. Barang-bara...
News09 Agustus 2026 08:45
Siasat Licik APL, Premanisme Berkedok “Petani Lada” di Hutan Lindung Loeha Raya
Hukum dan wibawa negara di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona benar-benar dilecehkan....