Logo Sulselsatu

Kawasan Hutan Pinus di Lima Desa di Jeneponto Terbakar, BPBD Akui Terlambat Ke Lokasi

Dedy
Dedy

Jumat, 29 September 2023 13:41

Warga setempat padamkan api di kawasan hutan pinus menggunakan alat seadanya (Int)
Warga setempat padamkan api di kawasan hutan pinus menggunakan alat seadanya (Int)

SULSELSATU.com,JENEPONTO – Puluhan hektar Kawasan hutan pinus di lima Desa di Kecamatan Rumbia, Jeneponto ludes terbakar.

Belum diketahui penyebab kebakaran, namun kebakaran tersebut membuat warga setempat dibuat panik dan langsung melakukan pemadaman api menggunakan alat seadanya.

PLT Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Jeneponto, Andi Pattopoi yang dikonfirmasi dibalik via telpon WhatsApp, Jumat (29/09/2023) mengatakan telah turun ke lokasi bersama dengan anggotanya untuk melakukan pemadaman api.

“Kita sudah dua hari terakhir ini membantu teman teman pihak kehutanan, pemerintah kecamatan dan Desa melakukan pemadaman,”ujarnya.

Dari data sementara kata Karaeng Nyau kata sapaan itu, terdapat puluhan hektar dari Lima Desa kawasan hutan pinus yang terbakar.

“Perkiraan luas lahan yang terbakar kurang lebih 20 hektar dari beberapa titik. Hasil assesment kami ada 5 Desa. Desa Rumbia, Jenetallasa, Loka dan Desa Kassi dan Ujung Bulu,”pungkasnya.

Ia pun mengaku terlambat ke lokasi kebakaran hutan pinus lantaran fokus penyaluran air bersih ke warga.

“Kami sudah turun, cuma keterlambatan kami ini menurut pernyataan kehutanan karena 5 hari ini kebakaran hutan. Tetapi keterlambatan kami dari pihak BPBD karena pada saat ini kita sedang fokus pada penyaluran air bersih untuk warga,”katanya.

Bukan hanya itu, ia pun mengaku terkendala dengan mobil tangki pengangkut air.

“Selain itu juga keterbatasan armada kami. Jumlah armada kami itu untuk tangki cuma 1 dan 1 unit truk serbaguna untuk mengangkut anggota ke lokasi,”tambahnya.

Sementara Kabid Diskominfo Jeneponto, Mansyur mengatakan, sesuai data yang ia terima dari Kecamatan Rumbia perkiraan luas lahan yang terbakar mencapai kurang lebih 20 hektar.

“Kawasan Pinus Loka +/- 5,6 ha, Desa Jenetallasa berbatasan Desa Ujung Bulu, 5 ha, Kawasan pinus Paccumikan (HL) 8 ha, Bossolo (HL) 3 ha, Perbatasan Desa Kassi/Desa Loka +/- 5 ha,”ujar Mansyur.

Sebelumnya diberitakan Kepala Desa Jenetallasa, Basir yang dikonfirmasi sulselsatu.com, Jumat (29/09/2023) mengatakan kebakaran bermulai di area hutan Bantaeng terus berembet ke Jenetallasa dan Desa Loka Rumbia Jeneponto.

“Awal mula api itu dari hutan Pinus Rombeng Bantaeng dan merembet ke hutan Paccumikan (Jenetallasa) tapi karena kita kewalahan memadamkan api dengan alat seadanya sehingga api itu menjalar ke Loka, ” Ujar Basir.

Akibat kebakaran tersebut, Basir memperkirakan terdapat puluhan hektar lahan hutan pinus ludes terbakar.

Beruntung Api berhasil dipadamkan pada Kamis malam (28/09/2023) oleh Komunitas Pencinta alam Paccumikan, bersama warga setempat, pemerintah Desa serta Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Penulis Dedi

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum05 November 2026 23:08
Dikawal LBH Anak Rakyat, Santunan Rp150 Juta Ahli Waris Awak Kapal Tuntas Dibayar
SULSELSATU, MAKASSAR – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Anak Rakyat sukses mengawal pemenuhan santunan sebesar Rp150 juta kepada ahli waris almarhum ...
Politik05 November 2026 21:18
Bedah Pemikiran Tjokroaminoto dan Ali Shari’ati, PKB Rumuskan Sosialisme ala Indonesia
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai mengkaji konsep sosialisme Islam sebagai salah satu gagasan untuk membangun sistem ...
Bisnis05 November 2026 19:45
Kalla Transport & Logistics Raih Tiga Penghargaan Toyota
Kalla Transport & Logistics meraih tiga penghargaan dalam ajang Facing Depot Annual Meeting & Logistic Partner Annual Meeting 2026 yang disele...
Ekonomi05 November 2026 19:01
OJK Luncurkan Tiga Pedoman Produk Perbankan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan tiga pedoman produk perbankan syariah untuk memperkuat pembiayaan sektor riil, termasuk kebutuhan usaha dan r...