Logo Sulselsatu

Digiss Siap Menjadi Pesantrennya Anak Zaman Now, Agamis dan Melek Digital

Asrul
Asrul

Minggu, 15 Oktober 2023 07:10

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Di zaman modern yang cepat berubah, saat ini teknologi menjadi hal yang sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat, termasuk kaum remaja.

Generasi muda saat ini tumbuh di era yang dikelilingi oleh segala hal yang berbau teknologi digital yang serba canggih. Hal ini lah yang kadang menjadi alasan mengapa anak-anak zaman sekarang merasa takut untuk melanjutkan jenjang pendidikan di pesantren karena takut akan terpisah dari semua akses teknologi digital yang mereka miliki.

Tidak sedikit dari generasi muda saat ini yang khawatir bahwa jika bersekolah di pesantren akan membuat mereka ketinggalan zaman dan dianggap gaptek.

Baca Juga : Ramalan Analis Harga Bitcoin untuk Maret 2025

Hal inilah salah satu alasan kuat mengapa Digital Islamic Boarding School atau DIGISS hadir di Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan, semuanya berasal dari kegelisahan para anak-anak yang merasa takut akan ketinggalan zaman dan tidak up to date dengan perkembangan teknologi jika bersekolah di pesantren.

DIGISS memahami kebutuhan generasi muda untuk tetap terhubung dengan perkembangan zaman. Dengan pendekatan yang modern dan teknologi yang terintegrasi, DIGISS memberikan pengalaman pendidikan yang tidak hanya relevan dengan tuntutan zaman tetapi juga menjamin agar peserta didik tetap berada di garis depan inovasi masa depan.

Jadi, meskipun ada stigma bahwa pesantren ketinggalan zaman, DIGISS hadir untuk membuktikan sebaliknya. Generasi muda bisa tetap merasakan kekinian dan modernitas tanpa harus meninggalkan nilai-nilai Islami yang dijunjung tinggi.

Baca Juga : 5 Cara Menata Lampu Outdoor untuk Taman Minimalis

DIGISS menyadari bahwa benar di era perkembangan teknologi digital yang semakin pesat ini, teknologi digital bukan lagi sebuah pilihan, tapi sudah menjadi suatu kebutuhan terlebih lagi dalam aspek pendidikan.

“Di Digiss Kami mencetak bukan hanya generasi muslimah yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah, tapi juga generasi yang memiliki pemahaman teknologi dan berwawasan global,” ujar Ayulia Aslam, S.Pd Direktur Pendidikan DIGISS.

Dengan mengusung konsep ini, DIGISS memberikan ruang bagi anak-anak zaman now untuk tumbuh dan berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.

Baca Juga : Panduan Lengkap Tips dan Trik Memilih Jaket Converse Original

Sebuah pesantren yang tidak hanya menyentuh aspek teknologi, tetapi juga mengukir karakter Islami yang kokoh pada setiap anak didiknya.

DIGISS menjadikan pesantren bukan hanya tempat pembelajaran, tetapi juga wadah di mana anak-anak zaman now dapat meraih potensi maksimal mereka sambil tetap bersandar pada kearifan Islami.

Demi memberikan pelayanan yang maksimal dan pengalaman pesantren yang berbeda, Digiss membatasi pendaftaran santri setiap angkatannya, Silahkan daftar di website www.digiss.co.id

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video02 Februari 2026 23:12
VIDEO: Pantai Bali Penuh Sampah, Prabowo Tegur Kepala Daerah
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto menyindir Gubernur Bali I Wayan Koster terkait kondisi pantai di Bali yang kotor oleh sampah. Menurut...
Video02 Februari 2026 21:42
VIDEO: Presiden Prabowo Resmi Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC, Bogor, Senin (2/2/2026). Rakornas in...
Makassar02 Februari 2026 19:01
Hotel Royal Bay Makassar Hadirkan “Nostalgia Ramadhan” dengan Dekorasi Pos Kamling dan Sepeda Ontel
SULSELSATU.com MAKASSAR – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Hotel Royal Bay Makassar resmi meluncurkan paket buka puasa tahunan bertajuk �...
Pendidikan02 Februari 2026 18:54
Unismuh Makassar Dorong Kerja Sama Internasional Berbasis Program, Gandeng Lima Kampus di Kawasan ASEAN
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menegaskan kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada penandatang...