Logo Sulselsatu

Bahtiar Disambut Tarian Mappadendang dan Mattojang Saat Hadiri Pesta Adat Masyarakat Saoraja Kulo

Asrul
Asrul

Senin, 13 November 2023 12:31

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, SIDRAP – Tarian serta suara tumbukan alu kosong berirama Mappadendang menyambut kedatangan Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin. Demikian juga senyuman orang-orang yang sedang bermain Mattojang.

Ia bersama rombongan serta Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif; Penjabat Sekprov Sulsel, Muhammad Arsjad; serta Wakil Bupati Sidrap Mahmud Yusuf menghadiri pesta adat masyarakat Saoraja Kulo di Saoraja (Istana Kerajaan) Kulo, di Desa Kulo Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sabtu malam, 11 November 2023.

Malam itu, ia menyaksikan langsung Mappadendang merupakan upacara syukuran panen padi yang sedang diperlombakan antara desa, mereka memainkan musik dari alu tersebut dengan massere atau gerakan yang dapat mengundang gelak tawa. Serta mattojang atau berayun di ayunan raksasa setinggi 10 meter lebih dengan dudukan berada di ketinggian 1,2 meter. Ayunan tradisional pemacu adrenalin dari Sulsel.

Baca Juga : Syaharuddin Alrif Paparkan Strategi Sidrap Dorong Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Warga

Setelah menyapa dan memberikan sambutan, Bahtiar diajak naik ke Saoaraja Kulo. Rumah Istana Arung Kulo yang didirikan oleh Arung Kulo ke-VI La Makkarodda atau Petta Janggo. Saoraja ini memiliki ukuran panjang 24 meter dan berbentuk rumah panggung, terbuat dari kayu cenrana (cendana) dan ada beberapa bagian diganti kayu ulin setelah dilakukan renovasi.

Dewan Adat Kulo, Prof. Dr Andi Alimuddin Unde, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Bahtiar Baharuddin serta perhatian dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Sidrap atas upaya pelestarian budaya ini.

“Mewakili masyarakat Kulo menyampaikan terima kasih dan apresiasi. Seingat saya, barusan ada pejabat Gubernur datang dan menginjakan kaki di Desa Kulo ini,” kata Alimuddin Unde.

Baca Juga : NasDem Sulsel Siapkan Kantor Baru yang Ramah untuk Pelayanan Publik

Lanjutnya, bahwa Saoraja Kulo dan tradisi ini telah berusia 200 tahun dan masih dipertahankan dan dilaksanakan dengan antusias oleh masyatakat.

“Kegiatan ini adalah semata-mata adalah tradisi dari lelehur. Di sini tidak ada aspek religius kita lihat, tetapi betul-betul ini hanya kegiatan adat, ini semata-mata proses leluhur kita melakukan ini tradisi ini turun temurun,” sebut Guru Besar bidang Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin ini.

“Kegiatan ini bukan hanya kegiatan untuk keturunan Arung Kulo, tetapi seluruh masyarakat Kulo bersama-sama berdatangan. Ada yang datang dari Malaysia, mereka penuh antusias dengan ini, tradisi ini sudah berjalan 200 tahun lalu,” imbuhnya.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Terseret Laporan Dugaan Korupsi Anggaran 2026 ke KPK

Lanjutnya bahwa, puncak-puncak kebudayaan bangsa berasal dari puncak-puncak kebudayaan daerah. Kebudayaan daerah adalah investasi daerah.

Demikian juga membangun budaya, tradisi sosial menjadi suatu perekat sosial di dalam masyarakat. Sehingga konflik dapat teratasi. Budaya harus dikembangkan, baik sebagai sarana hiburan masyarakat maupun tradisi yang harus dipertahankan. Memajukan daerah melalui budaya.

Ia juga mengharapkan Saoraja Kulo dapat menjadi cagar budaya.

Baca Juga : Syaharuddin Alrif Pimpin Aksi Demo Kader NasDem Sulsel, Desak Dewan Pers Tegur Tempo

Selanjutnya, Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, mengakui, mendapat pengalaman dan pencerahan. Bahwa rupanya di Sulsel ini banyak sekali tradisi yang sudah memiliki usia berabad.

“Tradisi ini bagus sekali, karena dia ikatan sosial kekerabatan kekeluargaan. Justru dari hal-hal seperti ini, yang menjadi ciri khas sebenarnya masyarakat kita di Bugis-Makassar yang kuat hubungan sosialnya karena di kampungnya ini, mereka memiliki tradisi yang menjembatani komunikasi mereka secara batiniah,” sebutnya.

Tradisi ini juga membawa kenangan termasuk bagi mereka para diaspora yang merantau. Baginya tradisi seperti ini perlu dipelihara. Karena ini penyemangat, bentuk kesyukuran pasca panen, sekaligus juga wadah berdialog berdiskusi buat kehidupan hari ini dan hari depan.

Baca Juga : Syaharuddin Alrif Targetkan Kader NasDem Rebut Kursi Ketua DPRD Takalar

“Saya mendukung betul, ada aspirasi bagaimana memelihara cagar budaya dan tradisi seperti ini. Sebagai Pemerintah Provinsi mengucapkan selamat terima kepada masyarakat Kulo yang memberikan penyambutan luar biasa,” ujarnya.

Ia pun mengharapkan dukungan masyarakat Kulo, dalam memimpin daerah ini satu tahun ke depan. “Karena kita banyak pekerjaan yang pada akhirnya tumpuan pembangunan itu ada di masyarakat sendiri,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan09 Agustus 2026 19:11
PSEL Tamalanrea Terus Dipersoalkan, GERAM PLTSa: Pindahkan Lokasinya
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak PLTSa (GERAM PLTSa) kembali menggelar aksi demonstrasi menolak ...
Sulsel09 Agustus 2026 16:48
Kekeringan Melanda Sidrap, Asmo Sulsel dan FIFGroup Bantu Petani Massappa 3
Kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, membuat petani kesulitan mendapat...
Lifestyle09 Agustus 2026 14:18
Alasan Perusahaan Masih Membagikan Tumbler dan Tote Bag, Ternyata Ini Nilai Bisnisnya
Tumbler berlogo perusahaan, tote bag, notebook, pouch, dan berbagai barang promosi lain sudah menjadi pemandangan umum dalam acara bisnis. Barang-bara...
News09 Agustus 2026 08:45
Siasat Licik APL, Premanisme Berkedok “Petani Lada” di Hutan Lindung Loeha Raya
Hukum dan wibawa negara di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona benar-benar dilecehkan....