SULSELSATU.com, JENEPONTO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jeneponto berhasil meraih posisi pertama dari 24 Kabupaten/kota di Sulsel tentang progres Platform Merdeka Mengajar (PMM).
Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Jeneponto, Rachmat Sasmito dalam konferensi Persnya, Selasa (21/11/2023) Kemarin.
“Alhamdulillah kita peringkat pertama di Sulsel setelah Kemendikbud RI merilisnya baru baru baru ini,”ujar Rahmat Sasmito.
Kata Rahmat, capaian ini berkat kerjasama semua pihak. Dimana sebelumnya Jeneponto selalu berada diurutan buntut (terakhir).
Penilaian ini oleh Kemendikbud RI melalui Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sulsel.
“Sebelumnya kita diperingkat 24, Alhamdulillah kita mampu melampaui Soppeng, itupun kita tidak melakukan intervensi yang sifatnya memaksa misalnya ditunda kenaikan pangkatnya (para guru) atau tidak dibayarkan sertifikasinya,” ucapnya.
Untuk meraih capaian itu kata Rachmat, pihaknya bersama Koordinator Pengawas (Korwas) untuk melakukan serangkaian persiapan. Kata Rahmat, Persiapannya ia lakukan sejak April hingga Juli 2023 lalu dengan melibatkan dua ribu tenaga pengajar.
“Kita sudah jalankan implementasi kurikulum merdeka yang kita canankan waktu itu mulai dari deklarasi di Sipitangarri, dilanjutkan dengan diklat implementasi kurikulum merdeka yang melibatkan dua ribu guru lebih,” tuturnya
“Setelah diklat itu berhasil dilaksanakan dilakukan lagi pendamping oleh teman-teman dibawah Korwas dibawah bimbingan langsung melalui BBPMP supaya mau mengimplementasikan PMM,” terangnya
Ditempat yang sama, Korwas Disdikbud Jeneponto, Abdul Talib membeberkan strategi yang telah dilakukannya.
Pihaknya melakukan serangkaian upaya agar peringkat Jeneponto bisa keluar dari posisi terendah.
“Pengawas satu Jeneponto itu bergerak, apa yang kita lakukan pada saat kunjungan pertama itu memang sangat rendah lalu kita memberi dorongan,” ungkapnya.
“Memberikan aksi nyata yang sudah jadi, lalu teman-teman kita memberikan interpal waktu dua minggu baru kita dampingi lagi, kita genjot melalui KKG (Kelompok Kerja Guru), memberikan contoh-contohnya. Nah, pada kunjungan dua minggu ada peningkatan dan itu terus kita lakukan,” lanjutnya.
“Di PMM itu ada asesmen, asesmen itu bisa diakses kemudian digunakan oleh guru dan terbaca di kementerian berapa banyak guru yang mengakses,” pungkasnya.
Perlu diketahui, Aplikasi PMM juga dapat digunakan para guru untuk mengajar, belajar dan berkarya.
Didalamnya juga terdapat toolkit untuk mengukur capaian belajar siswa.
Berikut hasil Progres PMM oleh Kemendikbud melalu BBPMP Sulsel Tertanggal 5 November 2023:
– Kabupaten Jeneponto tersisa 9.8 persen yang perlu ditingkatkan
– Soppeng tersisa 12.1 persen
– Pinrang 16.3 persen
– Sidrap 18.5 persen
– Pangkep 21.7 persen
– Wajo 22.5 persen
– Kota Palopo 24.3 persen
– Kota Parepare 25.0 persen
– Bone 25.1 persen
– Luwu Utara 25.8 persen
– Bulukumba 27.0 persen
– Maros 27.5 persen
– Luwu Timur 30.4 persen
– Takalar 31.7 persen
– Tana Toraja 31.7 persen
– Toraja Utara 32.7 persen
– Kota Makassar 34.3 persen
– Luwu 34.5 persen
– Barru 38.8 persen
– Sinjai 39.7 persen
– Enrekang 41.5 persen
– Gowa 49.2 persen
– Selayar 51.5 persen
– Bantaeng, belum terdata.
Penulis: Dedi
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar