KSULSELSATU.com,JENEPONTO Belakangan ini banyak petani mengeluh terkait ketersediaan pupuk subsidi jenis urea di Jeneponto.
Petani yang harusnya menikmati pupuk subsidi dari pemerintah harus gigit jari lantaran terbentur aturan dari pusat dalam hal ini kementerian pertanian.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Asosiasi KPL (Kios Pupuk Lengkap) Jeneponto, Muhammad Kahar menyampaikan bahwa pupuk subsidi di Jeneponto tidak langka, stoknya banyak namun dosisnya yang dikurangi ke petani.
“Perlu diperjelas bahwa kami di pengecer itu terkenda di persoalan penyaluran, karena pemerintah (pusat) menyarankan bahwa pupuk disalurkan berdasarkan yang ada di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Sementara petani kita sekitar 40 persen tidak terdaftar di RDKK,”kata Muhammad Kahar kepada sulselsatu.com, Selasa (16/01/2024).
Ia pun prihatin dengan petani yang tidak terdaftar di RDKK. Harapannya agar ada solusi dari pemerintah.
“Harapan kami sebagai ketua asosiasi, bagaimana nasibnya yang petani yang tidak terdaftar di RDKK. Kami juga berharap kepada pemerintah, sebab pemerintah sering mengatakan kesejahteraan di sektor pertanian maka harus ditunjang pula dengan pupuk yang berimbang,”harapnya.
Pihaknya pun membantah jika ada petani mengatakan pupuk langka, yang ada hanya dikurangi dosisnya.
“Banyak bilang langka, saya bilang ini tidak langka karena banyak pupuk di gudang dan yang menjadi masalah dosis yang dikurangi. Kemarin itu di tahun sebelumnya misalnya jagung di lahan 1 hektar itu dapatnya 6 sampai 7 zak tapi sekarang di 2024 itu sisa 2 zak lagi,”katanya.
Sementara di lapangan, pengecer selalu diperhadapkan oleh petani yang ingin pupuk lebih dari aturan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
“Jadi kita biasa berbenturan dengan petani kasihan. Padahal ini pengaturannya memang langsung dari pusat,”tambahnya.
Laporan Kontributor Dedi Jentak
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar