Logo Sulselsatu

Upaya OJK Sulselbar Dorong Pertumbuhan Daerah Melalui Pengembangan Bisnis UMKM

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Jumat, 23 Februari 2024 14:41

Pameran UMKM unggulan kota Makassar di F8 Makassar (Foto: Istimewa)
Pameran UMKM unggulan kota Makassar di F8 Makassar (Foto: Istimewa)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kantor OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) melakui melalui wadah Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor UMKM.

Upaya ini dilakukan OJK Sulselbar bersama dengan pemerintah daerah, Bank Indonesia, kementerian/lembaga, Lembaga Jasa Keuangan serta seluruh stakeholder terkait.

Ada tiga upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang dilakukan. Pertama, klasterisasi UMKM untuk menjembatani ketimpangan antara share kredit terhadap potensi unggulan daerah dan mempertemukan UMKM dengan perusahaan offtaker yang bertindak sebagai standby buyer sehingga produk dapat terserap dengan harga pasar.

Baca Juga : Tujun Dekade Asuransi Astra, Gandeng OJK Ulas Perlindungan Konsumen

Dengan sistem klaster, assessment dan administrasi bisa dilakukan sekaligus dalam satu rombongan, bank tidak perlu mencari dan berhadapan dengan nasabah secara individu, tapi melalui kelompok.

Sehingga, setelah dana kredit dicairkan, pengawasan usaha dan ketertiban pengembalian kewajiban/angsuran bisa diserahkan kepada kelompok, menggunakan pembayaran satu pintu, skema tanggung renteng, maupun skema waterfall dengan melibatkan off taker.

Risiko bagi bank termitigasi, dan juga terdiversifikasi melalui Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) maupun Asuransi Usaha Tani Sapi (AUTS), hal tersebut akan berdampak pada peningkatan creditworthiness UMKM.

Baca Juga : Dibina Rewako, Raja Madu Sulawesi Kini Tembus Pasar Global

Melalui sistem klaster ini, TPAKD dapat memberantas rentenir dengan mengurangi hambatan akses kredit perbankan pada sisi supply, sekaligus memberantas praktik Ijon yang merugikan petani melalui off taker pada sisi demand.

Saat ini, sudah terbentuk 795 Klaster dengan Total plafond kredit yang disalurkan sebesar Rp482,35 Milyar bagi 13.664 UMKM.

Upaya kedua adalah Program Hapus Ikatan Rentenir di Sulawesi (PHINISI). Program ini enggandeng BRI, BNI, Bank Mandiri, BSI dan PT. BPD Sulselbar dengan mensingkronisasikan Produk baru maupun eksisting yang Berbiaya Rendah, Proses Pencairan Cepat, maupun keduanya.

Baca Juga : 570 Siswa Sekolah Rakyat di Makassar Mulai Menabung, OJK Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda

Rentenir yang banyak menyasar pedagang pasar, nelayan, petani yang diijon, di-counter dengan keberadaan Bank yang fokus pada UMKM, dilakukan “jemput bola” ke pasar dan tempat lain secara harian, dengan memanfaatkan jaringan kantor yang tersebar di setiap daerah.

Dengan jaringan layanan yang lebih luas, kapasitas penyediaan dana yang lebih besar, proses kredit yang lebih mudah & cepat, serta dengan biaya yang rendah diharapkan dapat menghilangkan ketergantungan para UMKM kepada rentenir.

Realisasi PHINISI 2024 telah mencapai 578.293 rekening dengan akumulasi plafond sebesar Rp18,64 triliun.

Baca Juga : Lewat Digination Day 2026, OJK Dorong Penguatan Ekosistem Keuangan Digital

Ketiga adalah UMKM BAJI’NA (Berdaya saing, mAJu, dan go InterNAtional). Sejak 2022, OJK bersama Pemerintah Daerah melalui TPAKD, Bank Indonesia dan IJK terus berupaya dalam memajukan ekspor Sulsel dengan program inkubasi UMKM berorientasi ekspor.

UMKM difasilitasi dan dipertemukan dengan IJK, pendampingan (pendirian badan hukum, sertifikasi halal), capacity building (a.l. laporan keuangan, edukasi keuangan, pengembangan produk, packaging, onboarding e-commerce, branding), hingga akses pasar internasional (ekspor),” kata Kepala OJK Sulselbar Darwisman dalam siaran resminya.

Program UMKM BAJI’NA (Berdaya saing, mAJu, dan go InterNAtional) melibatkan 24 Kota/Kabupaten di Sulsel melalui TPAKD yang mengusulkan lima UMKM potensial ekspor masing-masing Kota/Kabupaten.

Baca Juga : Kalla Institute dan Politeknik Indonesia Dampingi Industri Kue Tradisional Gowa Go Digital

UMKM itu nantinya akan mengikuti proses seleksi/penyaringan calon peserta dan proses pendampingan kebutuhan pengembangan UMKM, serta 4 (empat) Bank Inkubator (BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BPD Sulselbar), dan diikuti sebanyak 71 Peserta UMKM BAJI’NA. Hingga tahun 2023 sebanyak 26 peserta UMKM BAJI’NA telah melakukan ekspor.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi19 September 2026 20:06
OJK Siapkan Aturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Mulai 2027
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang menjadi dasar pengaturan dan pengawasan Bursa Mineral dan Ko...
Makassar19 September 2026 16:59
Haka Auto Ajak Komunitas Makassar Uji Efisiensi BYD M6 DM dan Teknologi V2L
PT Bumi Hijau Motor (Haka Auto) mengajak komunitas otomotif di Makassar merasakan langsung teknologi kendaraan elektrifikasi BYD melalui rangkaian keg...
Olahraga19 September 2026 16:35
Honda DBL 2026 Resmi Bergulir, Asmo Sulsel Siapkan Games dan Promo
Kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Sulawesi resmi bergulir setelah Opening Party digelar di GOR UMI Makassar, Jumat (18/9/2026)....
News19 September 2026 13:49
Pelindo Dorong Transformasi Green Port, Luncurkan OPS di Tanjung Priok
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo meluncurkan layanan Onshore Power Supply (OPS) di Dermaga Serbaguna Nusantara, Terminal PNP Dermaga 004,...