SULSELSATU.com,JENEPONTO – Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Kelara menggelar Sosialisasi Pengawasan pemilih Partisipatif di Dzafayda Cafe 777 (Titik Nol), Kelurahan Tolo, Kecamatan Kelara, Jeneponto, Kamis (22/08/2024).
Hadir dalam acara, Mantan Komisioner Bawaslu Jeneponto, Ustadz Dr Sampara Halik (narasumber), Pasi Intel Kodim 1425 Jeneponto, Lettu Inf Burhan, Wakapolsek Kelara, Iptu Muh Kasim, Ketua Panwascam dan Camat Kelara yang diwakili, Syamsuryah, berserta Ketua dan staf Panwascam Kelara.
Sementara peserta dalam kegiatan tersebut terdiri dari Ketua dan Staf Panwascam Kelara, PPL, Perwakilan Kepala Desa, Lurah, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Perwakilan dari Lembaga Swadaya masyarakat (LSM) dan Jurnalis.
Ketua Panwascam Kelara, Baktiar yang membuka kegiatan tersebut mengatakan pentingnya sosialisasi ini agar bersama sama memahami seperti apa pengawasan partisipatif menghadapi pilkada serentak tahun 2024.
“Saya sampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan bagaimana semua pihak ikut terlibat mengawasi dan mensukseskan Pilkada Jeneponto khususnya di Kecamatan Kelara,”ujarnya.
Baktiar juga menyampaikan meski Panwas adalah ujung tombak dalam pengawasan di Pemilukada, namun Panwas juga butuh support dan kerjasama semua pihak agar Pilkada ini berjalan dengan aman.
“Kami sebagai ujung tombak sebagai penyelenggara namun kami butuh juga support dan dukungan semua pihak untuk jalanya Pilkada damai. Tugas kita di masyarakat khususnya di Kecamatan Kelara untuk mengajak turut andil mensukseskan Pilkada. Dengan melalui sosialisasi ini kita tahu bersama bagaimana dengan pengawasan partisipatif,”katanya.

Camat Kelara yang diwakili, Syamsurya, mengatakan pentingnya kegiatan ini untuk bersama sama berkolaborasi mengawasi jalanya Pilkada Jeneponto yang aman.
“Suksesnya pilkada karena kita Kerja kerja dan kolaboratif. Kegiatan ini tentu sangat baik sekali dan tentu kita berharap dengan terlibatnya semua pihak di acara ini tidak lain untuk ikut serta berpartisipasi melaporkan jika ada kejadian yang menyimpan di Pilkada,”Harapnya.
Sebab kata dia, tanpa peran semua pihak Pilkada tidak akan berjalan dengan lancar.
“Karena kita inginkan Pilkada yang bermartabat sehingga kedepannya kita inginkan pemimpin yang berkeadilan untuk masyarakat. Mari menjadi pengawas dan pembinaan yang baik. Kita ajak masyarakat berpartisipasi, laporkan jika ada yang belum terdata belum masuk dalam daftar pemilih,”katanya.
Ditempat yang sama, Pasi intel Kodim 1425 Jeneponto, Lettu Inf Burhan, sampai saat kata dia belum ada wilayah di Jeneponto yang dianggap aman jelang Pilkada.
“Kita semua ini adalah pengawas, artinya saling mengawasi satu sama lain terkait kecurangan agar Pilkada Jeneponto kedepannya berjalan lancar. Saya juga sampaikan bahwa secara pribadi melihat tidak ada wilayah yang kita anggap aman,”pungkasnya.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga situasi yang aman di daerah masing masing dan tidak melakukan aksi provokatif yang memicu ketidakstabilan keamanan di Jeneponto.
“Kami mohon untuk mungkin disampaikan ke warga atau kepala desa, agar berpolitik yang aman. Serta saya juga mengajak kepada seluruh tim pasangan calon kedepannya untuk bersama sama menjaga Pilkada ini tetap kondusif, aman dan lancar. Terpenting adalah mari bijak bermedia sosial, jangan memposting yang sifatnya provokatif,”katanya.
Ditempat yang sama Wakapolsek Kelara, Iptu Muh Kasim menyampaikan bahwa beberapa tahapan Pilkada sudah terlewatkan dan sampai saat ini masih berjalan dengan lancar dan aman.
“Kita sementara mengikuti tahapan pesta demokrasi dan sudah ada tahapan yang dilalui dan alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Semoga kedepannya tahapan tahapan yang kita lalu lebih aman lagi karena dalam waktu dekat kita akan hadapi tahapan pendaftaran calon,”harapnya.
Dia juga mengingatkan kepada para Panwas untuk tetap menjaga netralitasnya di Pilkada Jeneponto.
“Karena jangan sampai pengawas yang diawasi,”ujarnya.
Penulis Dedi Jentak
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar