SULSELSATU.com, JENEPONTO – Bakal Calon Bupati Jeneponto, Efendi Al-Qadri Mulyadi mengaku telah resmi diusung oleh 4 Partai Politik (Parpol) gabungan koalisi Perubahan di Pilkada Jeneponto 2024 dan siap mendaftar ke KPU Jeneponto.
Hal tersebut disampaikan Efendi Al Qadri Mulyadi kepada suslelsatu.com, dibalik via pesan WhatsApp, Jumat malam (23/2024).
“Alhamdulillah 4 Partai Politik sudah resmi mengusung kami di Pilkada Jeneponto 2024 dengan menyerahkan rekomendasi B Persetujuan KWK ke kami,”katanya.

Pria kelahiran 1996 ini mengaku telah diusung oleh 4 Parpol, PPP (5 Kursi), Hanura (3 Kursi), Demokrat (1 Kursi) dan Partai Ummat (1 Kursi).
Dengan adanya usungan 4 partai politik, Efendi mengaku saat ini telah mempersiapkan seluruh berkas yang dibutuhkan jelang pendaftaran ke KPU Jeneponto bersama dengan bakal calon wakilnya, Andry Arief Bulu (AAB).

“Tentunya dengan lengkapnya persyaratan usungan Parpol, kami akan melengkapi pemberkasan dan bersiap mendaftar di KPU Jeneponto,”ujarnya.
Anak kandung dari mantan wakil Bupati Jeneponto Priode 2013-2018, (Mulyadi Mustamu) juga mengaku telah membentuk Tim di 11 Kecamatan di Jeneponto dan optimis jadi pemenang pada Pilkada 2024.

“Untuk Tim Kerja tentunya sudah ada,”pungkasnya.
Meski usianya baru menginjak usia 28 tahun, namun kata ada beberapa alasan sehingga diri ingin mengabdikan diri untuk Jeneponto.
“Kita sudah lama di manjakan pemimpin berpengalaman tinggi di pemerintahan, tapi apa daya belum ada yang mampu mengeluarkan Jeneponto dari (“Zona Degradasi”). Jeneponto butuh akselerasi dan lompatan besar untuk mengejar ketertinggalan,”katanya.
Bahkan kata dia, umur bukan menjadi jaminan untuk mengabdi dan menjadikan Jeneponto jauh lebih. Sebab daerah berjuluk Butta Turatea saat ini masih banyak yang perlu dibenahi dan saatnya anak muda yang memimpin Jeneponto.
“Bukan soal pemimpin muda dan tuanya, tapi soal sekarang adalah Jeneponto sedang tidak baik baik saja. Sebab kita ketahui bersama, Jeneponto urutan kedua termiskin di sulsel, IPM (Indeks Pembangunan Manusia) kita masih terendah di Sulsel dan pertumbuhan ekonomi kita hanya 1,9% di tahun 2023, termasuk tingginya angka pengangguran, belum lagi banyak jalan yang rusak serta pelayanan yang belum maksimal,”katanya.
Penulis Dedi Jentak
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar