Logo Sulselsatu

Polsek Tanjung Priok Dinilai Lamban Tangani Kasus Pengeroyokan di Perumahan Mawar Residence

ridwan ridwan
ridwan ridwan

Kamis, 31 Oktober 2024 14:58

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, JAKARTA – Kasus pengeroyokan seorang warga yang terjadi di Perumahan Mawar Residence, Sunter Jaya, pada 16 Mei 2024 lalu hingga kini tak kunjung ada kepastian.

Korban bersama keluarganya kecewa atas lambatnya penangkapan tiga tersangka pengeroyokan yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polsek Tanjung Priok sejak 10 Oktober 2024.

RZ, saudara korban mengatakan, hingga kini langkah konkret kepolisian untuk menangkap tersangka belum diambil. Pada hal para pelaku statusnya telah ditetapkan sebagai tersangka. “Tapi apa yang terjadi, polisi malah membiarkan pelaku bebas berkeliaran diluar. Polisi sangat tidak menghargai hak korban di mata hukum di negara hukum. Saya yakin ini ulah sekelompok oknum yang tidak punya hati nurani dan menghalalkan segala cara untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya, saya meminta kepada bapak Kapolri dan bapak Kapolda Metro Jaya untuk menindak tegas oknum tersebut agar tidak menciderai citra Polri di mata masyarakat,” kata RZ.

RZ menceritakan kasus pengeroyokan ini terjadi di Perumahan Mawar Residence, Sunter Jaya, pada 16 Mei 2024. Keluarganya mengalami luka di bibir, gigi korban satu sompal dan 1 goyang dan pipi bengkak. “Semuanya ada bukti hasil visum. Mestinya pihak polisi sudah menangkap para pelaku. Di kasus ini jadi tanda tanya, ada apa dengan Polsek Tanjung Priok hingga membiarkan pelaku bebas berkeliaran,” ujarnya.

Dia menambahkan seharusnya para pelaku setelah ditetapkan statusnya sebagai tersangka langsung ditahan. “Hal ini memunculkan dugaan pelanggaran prosedur dalam penanganan kasus,” ujarnya.

Diketahui, Peraturan Kapolri No. 14 Tahun 2012, penangkapan tersangka harus segera dilakukan untuk mencegah tersangka melarikan diri, menghilangkan bukti, atau mengintimidasi saksi. Keterlambatan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa aturan tersebut dilanggar.

Laporan atas pengeroyokan ini disampaikan oleh korban pada 23 Mei 2024. Namun, hampir lima bulan berlalu, baru pada 10 Oktober 2024, tiga tersangka ditetapkan, yakni MT, NY PA. Sayangnya, para tersangka masih bebas berkeliaran.

“Kami melihat adanya perlakuan khusus terhadap tersangka, seolah-olah mereka dilindungi,” ujar RZ.

Keluarga korban juga mengungkap bahwa tersangka masih mendekati saksi-saksi dan diduga melakukan intimidasi serta ancaman.

Lantaran begitu, pihak korban berharap Polsek Tanjung Priok segera menangkap para tersangka. Tindakan tegas diperlukan agar kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian tetap terjaga.

“Kami ingin keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu. Proses hukum harus adil. Proses hukum yang adil merupakan prinsip yang dikenal dengan due process of law. Prinsip ini mengandung makna bahwa hukum harus diterapkan secara formal dan adil, serta menjamin hak kemerdekaan warga negara.

“Atas dasar apa anda Polsek Tanjung Priok tidak menahan 3 tersangka yang sudah sangat meresahkan saksi-saksi dan terus melakukan sudah berupaya menghilangkan fakta hukum pidana. (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News05 November 2026 13:19
Pajak MBLB Overburden Pemkab Luwu Timur Dinilai Memberatkan Perusahaan Tambang
Langkah Pemerintah di sejumlah daerah yang gencar mengejar pemasukan tanpa memperhatikan keberlangsungan dunia usaha dan aturan perpajakan, menjadi so...
Pendidikan05 November 2026 11:11
YBM PLN Bantu Biaya Pendidikan 15 Mahasiswa Unismuh
Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi menyalurkan bantuan pendidikan kepada 15 mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unism...
Metropolitan05 November 2026 10:23
HUT ke-419 Makassar, Pemkot Hadirkan Pasar Murah Jangkau Kecamatan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar, terus menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dalam menyemarakkan...
Makassar05 November 2026 10:10
MTQ Makassar Buka Audisi se-Sulsel, Hadiah Capai Rp1,4 Miliar
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kota Makassar 2026 telah menarik lebih dari 1.200 pendaftar hingga awal November. Jumlah tersebut hampir dua k...