Logo Sulselsatu

Teman Bus Terancam Dihentikan, Komisi D DPRD Sulsel Dorong Pemprov Ambil Alih

Asrul
Asrul

Senin, 10 Februari 2025 19:15

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi D DPRD Sulawesi Selatan berkomitmen untuk memperjuangkan keberlanjutan subsidi bagi Teman Bus di wilayah Trans Sulawesi, yang terancam berhenti setelah Kementerian Perhubungan mencabut subsidi.

Keputusan ini dinilai akan berdampak besar pada masyarakat, terutama bagi pelajar yang memanfaatkan layanan transportasi tersebut.

Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid, menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan konsultasi dengan Kementerian Perhubungan dan Komisi V DPR RI untuk menyuarakan aspirasi masyarakat yang sangat bergantung pada layanan Teman Bus.

Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Belum Putuskan Status Lahan Parkir Hotel Arthama

Rencana ini disampaikan usai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan, Badan Keuangan dan Aset Daerah, serta Bappelitbangda.

“Kami akan berkonsultasi langsung dengan Kementerian Perhubungan dan juga Komisi V DPR RI, terutama dengan anggota DPR dari Sulawesi Selatan, agar keluhan-keluhan masyarakat terkait Teman Bus ini bisa disampaikan dengan jelas,” ujar Kadir.

Kadir menambahkan bahwa pencabutan subsidi ini memiliki dampak signifikan, terutama di daerah Trans Sulawesi seperti Selayar, Pangkep, Parepare, Palopo, dan Luwu, di mana Teman Bus sangat membantu mobilitas anak-anak sekolah.

Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Bahas Status Lahan Parkir Hotel Arthama, Anggota Dewan Terbelah

Dia mengungkapkan bahwa jika Kementerian Perhubungan tidak dapat melanjutkan subsidi, maka Komisi D akan mendorong agar Pemprov Sulsel mengambil alih pembiayaan.

“Jika pemerintah pusat tidak dapat lagi memberikan subsidi, kami mendorong Pemprov untuk melanjutkan, bahkan bisa melakukan sharing anggaran dengan kabupaten/kota terkait,” tambahnya.

Untuk wilayah Trans Sulawesi, yang mencakup lima kabupaten/kota, Kadir berharap agar pemerintah daerah dapat berkomunikasi dan mencari solusi bersama agar Teman Bus tetap berjalan, khususnya di Selayar, yang hanya memiliki satu unit bus.

Baca Juga : Sufriadi Arif Terima Aspirasi Mahasiswa soal Karhutla, Sembilan Tuntutan Bakal Diteruskan

Menyinggung mengenai status bus yang tidak beroperasi setelah pencabutan subsidi, Kadir menjelaskan bahwa bus-bus tersebut merupakan milik pihak swasta, PT. Sinar Jaya, yang sebelumnya bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan.

Dengan status bus yang sewa, Kadir meminta agar pemerintah pusat dapat menyerahkan bus-bus yang tidak beroperasi kepada Pemprov Sulsel, jika subsidi tidak dapat diteruskan.

“Masalahnya, bus-bus ini adalah milik pihak ketiga, bukan aset kementerian, sehingga statusnya sewa. Jika pemerintah pusat tidak bisa melanjutkan, sebaiknya serahkan kepada Pemprov Sulsel,” jelas Kadir.

Baca Juga : Legislator Golkar Sulsel LBK Apresiasi Betonisasi Jalan Burung-Burung–Bili-Bili di Gowa

Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Muhammad Sadar, juga menambahkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelangsungan operasional Teman Bus.

Menurutnya, meskipun ada kerjasama dengan pihak ketiga, pengoperasian bus sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama di daerah-daerah yang selama ini terlayani dengan baik oleh layanan tersebut.

“Kami tidak ingin lima koridor ini dihentikan karena sangat dibutuhkan masyarakat. Selama ini, meskipun tidak setara dengan angkutan umum lainnya, pembayaran tetap dilakukan untuk layanan Teman Bus,” tegas Muhammad.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar30 Oktober 2026 23:55
Arifin Manggau Optimistis Suara Senat Cukup untuk Melaju ke Putaran Kedua Pilrek UNM
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr Arifin Manggau, optimistis dapat m...
Pendidikan30 Oktober 2026 22:12
Mahasiswa Kalla Institute Juara 1 SEAHAWK 2026 di Malaysia
Mahasiswa Kalla Institute Uwais Abdullah meraih juara pertama kategori Qabaq Style dalam ajang SEAHAWK (Southeast Asian Horseback Archery Warrior Knig...
Bisnis30 Oktober 2026 21:59
Pendapatan PT Vale Naik 27 Persen, Produksi Capai 18.341 Ton Nikel Matte
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan pendapatan sebesar US$896,07 juta atau meningkat 27 persen sepanjang Januari hingga September 2026....
Pendidikan30 Oktober 2026 21:58
Prodi Hukum Bisnis UNM dan Indolaw Bedah Peluang dan Tantangan Carbon Trading
SULSELSATU, MAKASSAR – Program Studi Hukum Bisnis Universitas Negeri Makassar (UNM) bersama Indolaw Office menggelar seminar nasional yang memba...