Logo Sulselsatu

Tenaga Honorer Gagal PPPK Terus Tuntut Perhatian Pemerintah, DPRD Sulsel Berjanji Cari Solusi

Asrul
Asrul

Senin, 10 Februari 2025 21:59

Ketua Komisi A DPRD Sulsel, Andi Muhammad Anwar Purnomo. Ist
Ketua Komisi A DPRD Sulsel, Andi Muhammad Anwar Purnomo. Ist

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi A DPRD Sulawesi Selatan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas nasib tenaga honorer non-ASN yang gagal dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Senin (10/2/2025).

Rapat ini dihadiri oleh perwakilan tenaga honorer dari sejumlah sekolah, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel, Dinas Pendidikan Sulsel, serta sejumlah anggota Komisi A DPRD.

Ketua Komisi A DPRD Sulsel, Andi Muhammad Anwar Purnomo, mengatakan bahwa RDP ini digelar untuk mendapatkan informasi terkini tentang proses rekrutmen PPPK, terutama bagi tenaga honorer yang tidak lolos seleksi. Ia menegaskan pentingnya fungsi pengawasan DPRD dan mencari solusi terbaik untuk masalah ini.

Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Belum Putuskan Status Lahan Parkir Hotel Arthama

“Setiap surat yang masuk ke DPRD telah didisposisi oleh pimpinan. Kami melaksanakan fungsi pengawasan sekaligus mencari solusi terbaik,” ungkap Andi.

Kepala BKAD Sulsel, Sukarniaty Kondolele, menjelaskan bahwa pengusulan formasi PPPK untuk tenaga honorer dilakukan oleh masing-masing sekolah.

Sukarniaty berharap permasalahan ini tidak berulang pada pembahasan selanjutnya dan menyarankan agar laporan terlebih dahulu disampaikan ke Dinas Pendidikan sebelum diteruskan ke DPRD.

Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Bahas Status Lahan Parkir Hotel Arthama, Anggota Dewan Terbelah

“Tentu kalian ini akan menguras energi dan pikiran, karena sudah berulang-ulang kita melakukan RDP dan tuntutannya tetap sama,” tambah Sukarniaty.

Namun, meskipun demikian, Sukarniaty mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyampaikan masalah PPPK kepada Komisi II DPR RI saat kunjungan kerja di Sulawesi Selatan dan berharap hal ini mendapat perhatian yang serius.

“Semua aspirasi terkait tenaga pendidik dan formasi teknis tenaga honorer sudah kami sampaikan kepada pemerintah pusat. Namun kuota yang terbatas menjadi kendala,” ujar Sukarniaty.

Baca Juga : Sufriadi Arif Terima Aspirasi Mahasiswa soal Karhutla, Sembilan Tuntutan Bakal Diteruskan

Dalam rapat tersebut, Nurhalim, perwakilan tenaga honorer dari SMK 10 Bulukumba, mengungkapkan kekecewaan tenaga honorer yang gagal seleksi PPPK dan tergolong dalam kategori R2 dan R3.

Ia menyoroti ketatnya persaingan yang menyebabkan mereka tidak lolos seleksi meskipun telah mengabdi sebagai tenaga honorer selama bertahun-tahun.

“Kami ingin mempertanyakan nasib kami. Kami kalah bersaing dan akhirnya dikelompokkan dalam istilah R2 dan R3. Harapan kami, pemerintah dapat memperhatikan dan mengangkat tenaga honorer dalam kategori ini,” ujar Nurhalim.

Baca Juga : Legislator Golkar Sulsel LBK Apresiasi Betonisasi Jalan Burung-Burung–Bili-Bili di Gowa

Nurhalim juga mengusulkan agar pemerintah memperhatikan asas profesionalitas, kompetensi, dan kinerja dalam penataan PPPK.

Dia berharap agar pemerintah dapat segera memberikan solusi konkret untuk memperjelas status para tenaga honorer dan mengakomodasi mereka dalam sistem kepegawaian.

“Kami harap semua tenaga honorer yang dikelompokkan R2 dan R3 bisa diangkat menjadi PPPK,” imbuhnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar30 Oktober 2026 23:55
Arifin Manggau Optimistis Suara Senat Cukup untuk Melaju ke Putaran Kedua Pilrek UNM
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr Arifin Manggau, optimistis dapat m...
Pendidikan30 Oktober 2026 22:12
Mahasiswa Kalla Institute Juara 1 SEAHAWK 2026 di Malaysia
Mahasiswa Kalla Institute Uwais Abdullah meraih juara pertama kategori Qabaq Style dalam ajang SEAHAWK (Southeast Asian Horseback Archery Warrior Knig...
Bisnis30 Oktober 2026 21:59
Pendapatan PT Vale Naik 27 Persen, Produksi Capai 18.341 Ton Nikel Matte
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan pendapatan sebesar US$896,07 juta atau meningkat 27 persen sepanjang Januari hingga September 2026....
Pendidikan30 Oktober 2026 21:58
Prodi Hukum Bisnis UNM dan Indolaw Bedah Peluang dan Tantangan Carbon Trading
SULSELSATU, MAKASSAR – Program Studi Hukum Bisnis Universitas Negeri Makassar (UNM) bersama Indolaw Office menggelar seminar nasional yang memba...