SULSELSATU.com, JAKARTA – Pemerintah menghadapi tantangan besar dalam merealisasikan percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditargetkan menjangkau hingga 82,9 juta penerima manfaat pada akhir 2025.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyebut percepatan ini membutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp25 triliun per bulan.
Menurut Dadan, dana yang sudah dialokasikan sebelumnya sebesar Rp71 triliun hanya cukup untuk menjangkau 15 juta hingga 17,5 juta penerima manfaat.
Baca Juga : Kejar Kualitas Global, Prabowo Ingin Dirikan 10 Universitas Berstandar Internasional
Namun, dengan arahan Presiden untuk mempercepat program, jumlah penerima perlu ditingkatkan drastis.
“Kami sebenarnya sudah memiliki dana dan target, tetapi karena ada permintaan percepatan, otomatis dibutuhkan tambahan anggaran,” ujarnya, dikutip Selasa (18/2/2025).
Dadan menjelaskan, kendala utama dalam percepatan ini bukan hanya soal dana, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia (SDM).
Baca Juga : Kunjungan Kenegaraan ke Inggris, Presiden Prabowo Bahas Ekonomi hingga Pelestarian Alam
Ia mengungkapkan bahwa tenaga pendukung program baru bisa mulai bergerak pada akhir Juli 2025, sehingga percepatan baru benar-benar siap dijalankan pada September 2025.
“Jika percepatan dimulai pada September, maka setiap bulan kita akan membutuhkan Rp25 triliun untuk menopang implementasinya,” tambahnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar