Logo Sulselsatu

Pemkot Makassar Raih Penghargaan atas Upaya Pelestarian Bahasa Daerah

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Sabtu, 22 Februari 2025 13:21

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar menerima penghargaan atas peran sertanya dalam pelestarian dan perlindungan bahasa daerah melalui penerbitan regulasi terkait bahasa ibu.

Penghargaan ini diberikan oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dalam acara yang berlangsung di Ballroom Menara Pinisi, Universitas Negeri Makassar (UNM), pada Jumat, 21 Februari 2025.

Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Plt. Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Dewi Pridayanti, mewakili Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen, Hafidz Muksin.

Dewi Pridayanti mengatakan Pemkot Makassar dinilai berjasa dalam upaya pelestarian bahasa daerah. Hal itu dibuktikan dengan terbitnya regulasi Wali Kota Makassar pada 24 Desember 2024.

“Regulasi ini menetapkan muatan lokal wajib bahasa Makassar sebagai mata pelajaran di tingkat sekolah dasar dan menengah atas,” katanya, pagi tadi.

Selain Wali Kota Makassar, penghargaan serupa juga diberikan kepada Wali Kota Parepare atas kepeduliannya dalam melestarikan bahasa daerah.

Ia menjelaskan, pemberian penghargaan ini dilakukan dalam rangkaian acara Seminar Bahasa Ibu Nasional yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional.

Pihaknya mengharapkan penghargaan ini dapat mendorong Pemerintah Kota Makassar beserta pemangku kepentingan lainnya untuk terus meningkatkan upaya pelestarian bahasa daerah.

Dewi mengapresiasi terbitnya regulasi ini lantaran dapat mencegah kepunahan bahasa daerah dengan mengenalkan dan mengajarkannya kepada siswa sejak dini.

Seminar Bahasa Ibu Sulawesi Selatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Pelestari Bahasa Daerah (HPBD) dan Perhimpunan Pendidik Bahasa Daerah Indonesia (PPBDI) Sulawesi Selatan berhasil menarik perhatian sekitar 400 peserta.

Acara yang digelar di Gedung Pinisi UNM ini menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian dan pengembangan bahasa daerah, khususnya bahasa Makassar, Bugis, Toraja, dan Mandar.

Dengan tema Membangun Kesadaran Global dalam Pelestarian Bahasa Daerah: Makassar, Bugis, Toraja, dan Mandar, seminar ini dihadiri oleh pelajar, mahasiswa, akademisi, budayawan, pendidik, serta pemerhati bahasa.

Para peserta berdiskusi mengenai pentingnya mempertahankan bahasa ibu sebagai bagian dari identitas budaya di tengah arus globalisasi yang semakin berkembang.

Seminar ini menjadi langkah awal yang konkret dalam menjaga eksistensi bahasa daerah di Sulawesi Selatan, sekaligus memperkuat komitmen untuk melestarikan bahasa ibu sebagai bagian penting dari warisan budaya dan identitas bangsa.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Andi Baso Mappanyompa
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News05 November 2026 13:19
Pajak MBLB Overburden Pemkab Luwu Timur Dinilai Memberatkan Perusahaan Tambang
Langkah Pemerintah di sejumlah daerah yang gencar mengejar pemasukan tanpa memperhatikan keberlangsungan dunia usaha dan aturan perpajakan, menjadi so...
Pendidikan05 November 2026 11:11
YBM PLN Bantu Biaya Pendidikan 15 Mahasiswa Unismuh
Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi menyalurkan bantuan pendidikan kepada 15 mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unism...
Metropolitan05 November 2026 10:23
HUT ke-419 Makassar, Pemkot Hadirkan Pasar Murah Jangkau Kecamatan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar, terus menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dalam menyemarakkan...
Makassar05 November 2026 10:10
MTQ Makassar Buka Audisi se-Sulsel, Hadiah Capai Rp1,4 Miliar
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kota Makassar 2026 telah menarik lebih dari 1.200 pendaftar hingga awal November. Jumlah tersebut hampir dua k...