SULSELSATU.com, MAKASSAR – Assesment Centre Universitas Patria Artha berkerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Manajemen Keuangan, menyelenggarakan Recognition Competency Asesor Kompetensi Tahun 2025 yang digelar di Kampus Universitas Patria Artha, Jalan Tun Abdul Razak, Sabtu (22/02/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa para asesor kompetensi yang bertugas dalam proses uji kompetensi memiliki sertifikasi yang masih aktif dan terlisensi.
Panitia Penyelenggara LSP UPA, Indri Septiani, menjelaskan bahwa program ini juga menjadi ajang perpanjangan lisensi bagi para asesor yang masa berlakunya akan segera habis.
“Kompetensi ini penting untuk memastikan bahwa asesor yang menguji para peserta telah bersertifikasi. Dalam kegiatan ini, kita memastikan bahwa mereka memiliki lisensi yang masih aktif. Ini merupakan proses perpanjangan karena masa berlaku sertifikasi mereka hampir habis,” ujar salah satu panitia penyelenggara.
RCC Asesor 2025 yang digelar di Universitas Patria Artha, (Sulselsatu/Jahir Majid)
Kata dia, acara ini berlangsung selama dua hari dengan total 12 jam pelajaran yang mencakup berbagai materi pelatihan. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 16 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang profesi.
Indri Septiani, menjelaskan bahwa trainer dan master asesor dalam kegiatan ini berasal dari berbagai lembaga ternama, termasuk LSP Manajemen Keuangan, LSP Telekomunikasi, serta LSP Universitas.
Dengan kerja sama antara Assessment Centre Universitas Patria Artha dan berbagai LSP, diharapkan seluruh asesor yang mengikuti program ini dapat memperbarui lisensi mereka dan tetap berkompeten dalam bidangnya.
“Kami bekerja sama dengan berbagai lembaga, termasuk Assessment Centre Universitas Patria Artha, untuk memastikan semua asesor memiliki lisensi yang sah dan masih berlaku. Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari rekan-rekan di LSP lainnya,” tambahnya.
Master Asesor BNSP, Siti Saenab, menjelaskan bahwa Recognition Competency Asesor (RCC) ini merupakan proses perpanjangan sertifikat kompetensi asesor. “Apa yang kami ujikan sebenarnya bukan seperti uji kompetensi biasa, tetapi lebih kepada verifikasi terhadap portofolio yang sudah mereka lakukan. Misalnya, setiap asesor harus memiliki minimal enam surat tugas setelah melaksanakan asesmen,” jelasnya.
Selain itu, persyaratan lain yang harus dipenuhi asesor meliputi pengalaman dalam menyusun rencana aktivitas dan proses asesmen minimal dua kali, serta keterlibatan dalam validasi dokumen materi uji kompetensi (MUK) versi 2023. “Jika asesor belum memenuhi persyaratan tersebut, maka dalam dua hari ini mereka akan diberikan kesempatan untuk melengkapinya,” tambahnya.
Master Asesor BNSP Yunarti, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meng-upgrade keterampilan, pengetahuan, dan sikap seorang asesor dalam jangka waktu tiga tahun. “Karena kompetensi itu tidak statis, kita ingin melihat bagaimana seorang asesor berkembang dan tetap relevan dengan skema asesor kompetensi di masa depan,” ungkapnya.
Dwi Nurmala, salah satu peserta yang telah bergabung sejak 2012, mengungkapkan antusiasme dan rasa syukurnya terhadap program RCC. Menurutnya, kegiatan ini telah memberikan dampak positif bagi pengembangan kariernya sebagai asesor.
“Dengan mengikuti RCC untuk kali keempat, saya merasa bahwa setiap proses yang dijalankan benar-benar memperhatikan perkembangan kami sebagai asesor. Perpanjangan sertifikasi ini membuat saya lebih percaya diri dalam membantu asesi mencapai kompetensi yang optimal,” ujarnya
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar