Logo Sulselsatu

Berdayakan Masyarakat Luwu, Masmindo Serap 70 Persen Tenaga Kerja Lokal

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Rabu, 23 April 2025 15:09

Perekrutan tenaga kerja PT MDA. Foto: Istimewa.
Perekrutan tenaga kerja PT MDA. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, LUWU – Investasi yang dilakukan oleh PT Masmindo Dwi Area (MDA) membawa dampak positif yang cukup signifikan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Salah satu dampak yang paling nyata adalah meningkatnya daya beli masyarakat lantaran banyaknya tenaga kerja lokal yang diserap.

Sejak menginjakkan kaki di Bumi Sawerigading, jumlah tenaga kerja di PT MDA telah mencapai lebih dari 750 orang dari target 1.500 tenaga kerja pada tahap konstruksi produksi.

Baca Juga : Pemkab Luwu Perkuat FORDES MATAPPA sebagai Wadah Aspirasi Masyarakat

Dari jumlah pekerja itu, 70 persen di antaranya merupakan masyarakat lokal.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), terjadi peningkatan dalam pengeluaran per kapita masyarakat Luwu.

Pada 2023, pengeluaran per kapita untuk makanan tercatat sebesar Rp530.622, naik menjadi Rp560.757 pada tahun 2024.

Baca Juga : Pemkab Luwu dan MDA Buka Akademi MATAPPA, 90 Peserta Ikut Pelatihan Kerja Bersertifikat

Tidak hanya itu, pengeluaran untuk non-makanan meningkat dari Rp406.654 menjadi Rp463.536.

Secara total, pengeluaran per kapita masyarakat Luwu bertambah dari Rp937.276 menjadi Rp1.024.293 dalam kurun waktu satu tahun.

Peningkatan ini dinilai menjadi indikator pertumbuhan daya beli masyarakat, yang salah satunya didorong oleh masuknya investasi baru ke wilayah tersebut.

Baca Juga : Perkuat FORDES Matappa di 21 Desa, Bupati Luwu Luncurkan Program Jaga Desa

Salah satunya adalah kehadiran PT Masmindo Dwi Area (MDA), perusahaan tambang emas yang mengelola Proyek Awak Mas di Kecamatan Latimojong.

Saat ini, PT MDA tengah melakukan rekrutmen tenaga kerja melalui kontraktor utamanya, PT Macmahon Indonesia.

Dalam proses itu, lagi-lagi warga lokal seolah diberikan karpet merah untuk bisa diterima dan mengembangkan diri.

Baca Juga : MDA Gandeng Peternak dan Koperasi Lokal Salurkan 34 Sapi Kurban

Pada tahap awal, lebih dari 100 tenaga kerja lokal bakal direkrut. Jumlah itu pun dipastikan masih akan bertambah seiring meningkatnya keterlibatan rekanan lokal lainnya.

Jae, salah seorang warga Kecamatan Bajo Barat yang mengikuti proses rekrutmen, mengapresiasi keterbukaan yang ditunjukkan oleh PT Macmahon Indonesia.

Menurut dia, ini bisa menjadi kesempatan warga Luwu untuk mengembangkan diri di tanah kelahirannya sendiri.

Baca Juga : Perkuat Akses Air Bersih di Latimojong, MDA Hadirkan Fasilitas untuk Warga Dusun Nase

“Waktu saya melamar ke PT Macmahon, prosesnya jelas, ada pemberitahuan jadwal tes dan tahapan seleksi terbuka. Kalau ada rezeki bisa bekerja di perusahaan, itu menjadi kebahagiaan keluarga saya,” kata Jae.

Apresiasi dari Pemkab Luwu
Apa yang dilakukan oleh PT MDA dan seluruh mitranya itu pun turut mendapatkan apresiasi dari pemerintah daerah.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Luwu, Hasbullah, mengaku cukup kaget karena keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proyek ini cukup besar.

“Saat ini ada 16 perusahaan mitra PT Masmindo, dan jika diakumulasi, sekitar 70 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal,” kata Hasbullah beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, angka tersebut didapat dari verifikasi dokumen resmi, termasuk kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) pekerja.

MDA sendiri selalu menekankan komitmen terhadap proporsi 70 persen karyawan dari Luwu dan 30 persen dari luar daerah, meski tidak ada regulasi yang secara tertulis mengatur hal tersebut.

“Pemerintah daerah hadir sebagai penghubung antara perusahaan dan masyarakat. Kami memastikan bahwa proses rekrutmen berjalan terbuka, adil, dan berpihak kepada tenaga kerja lokal, khususnya dari wilayah terdampak langsung proyek,” ujarnya.

Hasbullah juga menilai kehadiran investasi seperti MDA memiliki nilai strategis bagi daerah.

Selain menyerap banyak tenaga kerja lokal, MDA juga turut berperan aktif dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal.

Bersama Disnakertrans Luwu, mereka telah menggelar pelatihan kejuruan di bidang las dan kelistrikan industri, yang telah meluluskan dua alumni dari wilayah sekitar tambang dengan keterampilan siap pakai di sektor industri.

“Proyek Awak Mas bukan hanya tentang nilai investasinya, tapi juga dampaknya terhadap penurunan angka pengangguran dan penguatan ekonomi lokal. Setiap tenaga kerja yang terserap adalah langkah nyata menuju pengentasan kemiskinan di Luwu,” tandasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Bisnis14 Agustus 2026 20:10
Dari Rumah ke Pasar Digital, Shopee Bantu IRT Makassar Mandiri Secara Ekonomi
Ibu rumah tangga di tengah perkembangan teknologi digital kini bisa mendapatkan peluang baru untuk membangun usaha sendiri. Dari rumah, IRT kini bisa ...
Bisnis14 Agustus 2026 19:41
Pegadaian Hadirkan ATM Emas di Makassar, Cetak Emas Fisik dalam 3 Menit
PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) VI Sulselbarra Maluku menghadirkan ATM Emas di Makassar. Inovasi ini memungkinkan nasabah mencetak saldo emas dig...
Bisnis14 Agustus 2026 19:17
Transformasi Emas di Era AI, Pegadaian Perkuat Layanan Digital di Sulawesi dan Maluku
PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) VI Sulselbarra Maluku terus mendorong transformasi layanan keuangan berbasis teknologi. Langkah tersebut dilakuka...
Lifestyle14 Agustus 2026 18:40
Merdeka Flash Sale Bugis Waterpark Tawarkan Tiket Mulai Rp17 Ribu
Bugis Waterpark Adventure menghadirkan promo Merdeka Flash Sale 17.45 untuk menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Program ini menawa...