Logo Sulselsatu

Inovasi Lingkungan dan Pemberdayaan Komunitas PT Vale Raih Dua Penghargaan di AREA 2025 Bangkok

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Senin, 30 Juni 2025 14:54

PT Vale raih dua penghargaan di AREA 2024 yang berlangsung di Bangkok. Foto: Istimewa.
PT Vale raih dua penghargaan di AREA 2024 yang berlangsung di Bangkok. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com — Keberhasilan Indonesia dalam menghadirkan praktik tambang berkelanjutan kembali mendapatkan pengakuan global.

Dalam ajang Asia Responsible Enterprise Awards (AREA) 2025 di Bangkok, PT Vale Indonesia sebagai perusahaan tambang nikel berkelanjutan yang merupakan bagian dari MIND ID (Mining Industry Indonesia) meraih dua penghargaan bergengsi sekaligus yaitu Green Leadership dan Social Empowerment category.

Sebagai platform ESG paling prestisius di Asia, AREA memberikan penghargaan kepada perusahaan yang berhasil membuktikan integrasi nilai-nilai keberlanjutan, kepemimpinan hijau, dan dampak sosial secara nyata dalam praktik bisnisnya.

Baca Juga : Vale Indonesia Dukung Penguatan Kapasitas Pemuda Morowali Lewat Bahopombine Youthcamp 2026

Dalam hal ini, PT Vale Indonesia dinilai unggul dalam menggabungkan inovasi lingkungan dengan pemberdayaan komunitas secara transformatif.

Keberhasilan penghargaan Green Leadership didorong oleh pendekatan strategis perusahaan dalam mengelola slag nikel, limbah hasil smelting yang mencapai hingga 100 persen dari total bijih yang diproses.

Lewat penelitian dan kolaborasi lintas sektor, slag ini kini dimanfaatkan sebagai material pendukung aktivitas pertambangan Mining construction dan material sipil seperti concreate dan paving blok.

Baca Juga : Vale Indonesia Bangun 16 Kolam Pengendap di IGP Pomalaa

Langkah ini tidak hanya menjawab regulasi Kementerian Lingkungan Hidup RI, tapi juga membuka peluang model sirkular ekonomi yang bisa direplikasi secara nasional.

Di Desa Tabarano, Kecamatan Wasuponda, Luwu Timur, program PONDATA (Pineapple Pathways for Sustainability) berhasil mengubah 10 hektare lahan yang semula tandus, rawan kebakaran dan longsor, menjadi pusat pertanian produktif berbasis agrowisata.

105 warga menjadi anggota kelompok pengelola program Pondata di wilayah tersebut.

Baca Juga : Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia

Gilda salah satu anggota Kelompok Pengelola Produk Turunan Nenas Binaan PT Vale menyampaikan, kini ia bisa menanam, menjual, bahkan belajar mengelola hasil panen.

“Kami dulu tidak punya apa-apa. Sekarang, bukan hanya tanah yang berubah, tapi hidup kami juga. Kami bisa menanam, menjual, bahkan belajar mengelola hasil panen. Ini bukan sekadar proyek, tapi harapan yang nyata,” ujar Gilda, salah satu anggota Kelompok Pengelola Produk Turunan Nenas Binaan PT Vale.

Program ini berhasil menanam 26.000 pohon nanas dengan perbaikan pH tanah dari 3 menjadi 6,5, lalu menurunkan kasus kebakaran hutan menjadi nol sejak pertengahan 2023, memberdayakan 105 anggota kelompok tani, termasuk perempuan kepala keluarga, janda, dan lansia, mengembangkan 5 produk olahan bernilai tambah: keripik, sirup, sambal asin, selai, dan permen toffee, serta menghubungkan masyarakat dengan dinas koperasi, dinas pertanian, dan potensi wisata lokal.

Baca Juga : Vale Indonesia Buka Peluang Vendor Lokal di IGP Pomalaa

30 orang yang sebelumnya bekerja serabutan, kini menjadi pengelola logistik produk PONDATA. “Saya dulu hanya bantu orang panen, kadang kerja kadang tidak. Sekarang saya bisa bantu mengelola pengiriman produk, bahkan kami mulai belajar cara pemasaran digital. Rasanya, kami punya masa depan,” ujar.

Head of External Relations Vale Indonesia Endra Kusuma menyampaikan, penghargaan ini menjadi bukti bahwa ketika memilih untuk mendengar dengan empati, bertindak dengan tanggung jawab, dan berkolaborasi dengan tulus, maka dampak yang tercipta bisa sangat besar.

“Semakin besar kapasitas yang kita miliki, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk melayani hari ini dan membangun masa depan yang lebih baik,” kata Endra.

Baca Juga : Dua Warga Luwu TimurTerima Beasiswa S2 PT Vale

Keberhasilan Vale Indonesia di panggung AREA 2025 bukan hanya kemenangan perusahaan, melainkan menjadi bukti bahwa industri nikel Indonesia mampu menyeimbangkan kebutuhan energi masa depan dunia dengan perlindungan lingkungan dan keadilan sosial.

Dengan pendekatan berbasis kolaborasi, sirkularitas, dan dampak nyata, program seperti PONDATA dan pengelolaan slag nikel membuka jalan bagi terciptanya model industri tambang nasional yang inklusif, adil, dan hijau.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Kriminal07 November 2026 21:42
Kendaraan Diduga Milik Geng Motor Dibakar Massa Usai Serang Warga di Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Keributan antar kelompok pemuda dan geng motor terjadi di pertigaan Jalan Veteran Selatan-Jalan Rappocini Raya, Kota ...
Politik07 November 2026 19:04
Meriahkan HUT ke-15 Partai NasDem, Anggota DPR RI Rudianto Lallo Gelar Turnamen Sepak Bola
SULSELSATU.com, GOWA – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Partai NasDem, anggota DPR RI Fraksi NasDem Rudianto Lallo menggela...
Sulsel07 November 2026 12:41
Bupati Gowa Terima Penghargaan Peduli Pendidikan Nonformal
Bupati Gowa Darmawangsyah Muin menerima Anugerah Adhiwidya Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Indonesia 2026 dari Dewan Pengurus Pusat Forum Kom...
Politik06 November 2026 22:31
Ribuan Massa Padati Puncak Harlah NasDem ke-15 di Sidrap, 212 Kader Penggerak Dilantik
SULSELSATU.com, SIDRAP – Rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-15 Partai NasDem di Sulawesi Selatan resmi dimulai, Jumat (6/11/2026) malam...