SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham, memberikan pernyataan tegas menyusul aksi unjuk rasa yang digelar oleh Laskar Merah Putih (LMP) Sulawesi Selatan terkait polemik Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) atau PPDB Tahun Ajaran 2025/2026.
Dalam dialog langsung bersama massa aksi di halaman kantor DPRD, Ari menegaskan bahwa DPRD, khususnya Komisi D, tidak pernah menutup mata terhadap persoalan pendidikan, terutama terkait akses sekolah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Saya tegaskan, LMP bukan orang lain bagi saya, kalian adalah bagian dari keluarga besar. Saya berdiri bersama rakyat, terutama dalam urusan pendidikan,” kata Ari, yang disambut sorakan dan tepuk tangan dari peserta aksi.
Baca Juga : Erick Horas Apresiasi Pelaksanaan Pilket RT/RW yang Dinilai Demokratis
Ari menolak keras tudingan bahwa DPRD lepas tangan dalam persoalan PPDB. Ia menyebut, sejak awal, dirinya konsisten menyuarakan pentingnya akses pendidikan yang merata dan berkeadilan, bahkan sebelum polemik PPDB tahun ini mencuat ke publik.
“Silakan cek rekam jejak saya. Sejak lama saya bersuara keras agar anak-anak kita bisa bersekolah di negeri, tanpa diskriminasi. Menyuruh anak dari keluarga miskin masuk sekolah swasta tanpa bantuan negara, itu sama saja dengan mengkhianati konstitusi,” tegasnya.
Menurutnya, sistem seleksi yang ada saat ini harus segera dievaluasi menyeluruh agar tidak menjadi penghalang bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Ia menekankan bahwa negara memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk menjamin pendidikan bagi semua.
Baca Juga : Sosper Perda Pajak Makassar, Andi Tenri Uji Minta Warga Lebih Disiplin Bayar Pajak
“Saya pastikan, seluruh anak tidak mampu wajib mendapat tempat di sekolah negeri. Tidak ada alasan sistem atau kuota yang bisa membenarkan mereka tidak sekolah,” ujarnya.
Ari mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi intensif dengan Dinas Pendidikan serta Wali Kota Makassar, guna menyampaikan langsung keresahan warga dan mencari solusi konkret. Ia juga menyatakan DPRD akan segera menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan seluruh pihak terkait, termasuk orang tua siswa dan organisasi masyarakat sipil.
“Saya tidak suka sekadar memberi janji, saya lebih memilih memberi bukti. Dalam waktu dekat, kita akan gelar RDP agar semua bisa terbuka dan ada langkah nyata. Kita tidak boleh membiarkan satu pun anak Makassar putus sekolah hanya karena sistem yang tidak manusiawi,” ujarnya lantang.
Baca Juga : Muchlis Misbah Sosialisasikan Perda Pembinaan Anjal Gepeng di Makassar
Dalam pernyataan penutupnya, Ari menekankan bahwa pendidikan harus menjadi sarana untuk mewujudkan keadilan sosial, bukan menjadi alat untuk memperbesar kesenjangan.
“Pendidikan adalah hak semua anak, bukan hak segelintir. Kami di DPRD akan terus berdiri bersama rakyat kecil. Ini bukan sekadar tugas politik, ini adalah panggilan moral,” tutupnya.
Sebelumnya, Laskar Merah Putih Sulsel bersama sejumlah warga menggelar aksi di depan Kantor DPRD Kota Makassar. Mereka menuntut reformasi total sistem PPDB 2025 yang dinilai penuh ketidakadilan.
Baca Juga : Andi Tenri Indah Dorong Evaluasi Menyeluruh Program ASS demi Cegah Pemborosan Anggaran
Tuntutan massa meliputi pencopotan Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Achi Soleman, investigasi terhadap dugaan nepotisme di jalur afirmasi, serta desakan agar DPRD segera menggelar RDP sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keresahan masyarakat.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar