SULSELSATU.com, JENEPONTO – Operasi Patuh Pallawa 2025 yang sudah memasuki hari ke-8, mulai menampakkan potret kedisiplinan masyarakat Jeneponto di jalan raya. Hasilnya, hingga Senin (21/7/2025), 130 pelanggar lalu lintas telah ditindak oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jeneponto.
Kasat Lantas Polres Jeneponto, Iptu Baharuddin, mengungkapkan bahwa pelanggaran paling dominan ditemukan adalah pengendara yang tidak memakai helm serta anak-anak di bawah umur yang sudah mengendarai sepeda motor.
“Penindakan kita fokuskan di titik-titik rawan kecelakaan dan wilayah yang sering terjadi pelanggaran,” ujar Iptu Baharuddin.
Tak hanya itu, pihak kepolisian juga menjaring sejumlah mobil pickup dan truk yang digunakan untuk mengangkut orang di bak belakang—praktik yang dinilai sangat membahayakan keselamatan.
Dalam operasi ini, petugas juga menyoroti tujuh pelanggaran prioritas, termasuk pengendara yang melawan arus, bermain ponsel saat berkendara, tidak menggunakan sabuk pengaman, hingga berkendara dalam pengaruh alkohol.
“Tujuan utama operasi ini adalah menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan, serta menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di masyarakat,” tegasnya.
Sebagai informasi, Operasi Patuh Pallawa 2025 digelar secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan. Operasi ini berlangsung selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 Juli 2025.
Di akhir pernyataannya, Iptu Baharuddin mengajak seluruh masyarakat Jeneponto untuk bersama-sama menciptakan jalanan yang lebih aman.
“Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi? Mari mulai dari diri sendiri, demi keselamatan bersama dan masa depan Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.
Penulis: Dedi Jentak
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar