Logo Sulselsatu

Rumah BUMN Binaan BRI Ubah Nasib, Berikut Kisah Inspiratif UMKM yang Go Digital dan Raih Omset Menggiurkan

Asrul
Asrul

Minggu, 10 Agustus 2025 12:14

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, JAKARTA – Dalam situasi ekonomi yang penuh tantangan saat ini, keinginan untuk mandiri secara finansial semakin menguat di kalangan masyarakat. Banyak orang mulai mempertimbangkan kembali arah hidup dan karier mereka, bahkan tidak sedikit yang memutuskan untuk keluar dari zona nyaman sebagai pegawai.

Mereka berani mengambil langkah besar dengan merintis usaha sendiri demi memperoleh penghasilan yang lebih fleksibel dan berkelanjutan, serta memiliki kendali lebih atas masa depan finansial mereka.

Diantara mereka ada sosok seperti Widya Purnama Sari, mantan karyawan yang kini sukses menjalani peran baru sebagai pengusaha UMKM berkat program Rumah BUMN.

Baca Juga : PT Vale Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM Morowali

Widya merupakan Pemilik Kreasi Nyobi, olahan pempek ikan tenggiri berkualitas tinggi. Usaha pempek milik Widya dimulai pada tahun 2020 berangkat dari latar belakang sang suami yang memang telah lama berkecimpung sebagai supplier produk perikanan.

Awalnya, pempek hasil olahan Widya hanya dijual kepada teman-teman dekat. Namun, berkat ketekunan dan eksperimen resep selama hampir satu tahun, kini produknya semakin dikenal luas.

“Saat itu hanya coba-coba saja karena memang sering lihat suami bawa bahan ikan. Akhirnya saya coba olah, dan lama-lama ketemu resep yang cocok,” ujarnya saat dihubungi pada Kamis, (7/8/2025).

Baca Juga : Pemkab Gowa Dorong UMKM Tingkatkan Kualitas Produk hingga Tembus Pasar Internasional

Pada penghujung tahun 2023, Widya mulai lebih aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pelatihan dan program pendampingan yang diselenggarakan oleh berbagai komunitas UMKM serta Rumah BUMN binaan BRI di Jakarta.

Melalui pelatihan-pelatihan tersebut, baik yang dilakukan secara daring maupun luring, Widya tidak hanya memperoleh wawasan baru tentang pengelolaan bisnis, pemasaran digital, hingga legalitas produk, tetapi juga berhasil membangun relasi dengan sesama pelaku usaha.

Dukungan inilah yang menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan performa bisnisnya, sehingga perlahan tapi pasti, usahanya menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Baca Juga : PT Vale Hadirkan UMKM Binaan di HUT Sulsel ke-357

“Pelatihan itu hampir settiap hari ada, kadang online, kadang offline. Kami diajarkan bikin akun e-commerce, TikTok, hingga bagaimana caranya ekspor. Materi yang paling saya suka dan sangat membantu adalah yang tentang bagaimana berjualan di e-commerce, bagaimana mem-branding produk,” ujar Widya.

Produk pempek olahan Widya tersedia dalam dua kategori: frozen dan ready-to-eat. Untuk kebutuhan acara seperti catering, Widya menyediakan paket pondokan isi 3 pempek seharga Rp12.000. Sedangkan untuk penjualan reguler, harga per pempek berkisar Rp4.000, dengan kapasitas produksi mencapai 4.000 pcs.

Selain dipasarkan secara langsung dan melalui jaringan reseller yang ia temui saat mengikuti bazaar, pempek Widya juga kerap hadir di berbagai event yang diadakan oleh komunitas UMKM dan BUMN. Kehadiran di event-event tersebut bukan hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga memperluas jejaring bisnis.

Baca Juga : Plt Bupati Gowa Darmawansyah Muin Dorong UMKM Masuk Pasar Haji

Hingga kini, usaha pempek ini dijalankan oleh tim kecil berisi tiga orang di bagian produksi dan satu orang tambahan di bagian operasional. Dalam sebulan, omzet yang dihasilkan mencapai Rp10-15 juta per bulan, meski menurut Widya, semua masih diputar kembali sebagai modal usaha.

“Belum ambil keuntungan besar, masih putar modal semua. Tapi ke depannya saya ingin punya toko offline. Cuma memang butuh dana yang cukup besar,” tambahnya.

Dengan semangat pantang menyerah dan semangat belajar yang tinggi, Widya Purnama Sari membuktikan program Rumah BUMN binaan BRI ini sangat efektif memberdayakan pengusaha di segmen mikro bahkan lebih kecil lagi sampai dengan level ultra mikro untuk tumbuh dan berkembang.

Baca Juga : 22 UMKM REWAKO Binaan BI Sulsel Jajaki Peluang Ekspor di Trade Expo Indonesia 2026

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menjelaskan bahwa BRI terus menjalankan berbagai program pemberdayaan yang menyentuh masyarakat dan UMKM. Hingga akhir Juni 2025, BRI mengelola 54 Rumah BUMN dan telah melaksanakan lebih dari 16 ribu pelatihan.

“Melalui Rumah BUMN, BRI tidak hanya memberikan akses pelatihan dan pendampingan, tetapi juga membuka jalan bagi para pelaku usaha untuk naik kelas dan go digital. Kami percaya, semakin banyak UMKM yang tumbuh dan berkembang, maka akan semakin kuat pula fondasi perekonomian bangsa,” pungkas Agustya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News29 Oktober 2026 13:26
Asmo Sulsel Edukasi Safety Riding Karyawan Cargill dan Kenalkan Honda CUV-e
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) menggelar edukasi keselamatan berkendara (safety riding) bagi sekitar 30 karyawan PT Cargill Indonesia di M...
Pendidikan29 Oktober 2026 10:19
Asmo Sulsel Edukasi Safety Riding di Parepare dan Sidrap
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) mengedukasi pelajar SMKN 2 Parepare dan SMKN 3 Sidrap tentang keselamatan berkendara....
News29 Oktober 2026 09:32
Warga Loeha Raya Desak Gakkum Usut Tuntas Pembakaran Hutan
Kebakaran hutan dan lahan yang menghanguskan kawasan Loeha Raya, Kecamatan Towuti, Luwu Timur, diduga kuat bukan sekadar dampak kemarau....
News29 Oktober 2026 08:52
PLN Perkuat Kelistrikan Luwu Timur Lewat GITET 275 kV Wotu
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi menyelesaikan rekonfigurasi dan pemberian tegangan (energize) jaringan tegangan ekstra tinggi d...