SULSELSATU.com, MAKASSAR – Penyaluran kredit UMKM di Sulsel hingga Juni 2025 terus meningkat. Porsi kredit UMKM terhadap total kredit sebesar 37,53 persen atau mencapai Rp61,62 triliun.
Nilai penyaluran kredit UMKM tumbuh sebesar 1,37 persen (yoy) pada posisi Juni 2025. Disalurkan kepada 917.957 debitur.
Kredit UMKM di Sulsel masih didominasi oleh UMKM mikro dengan share 55,30 persen. Disusul UMKM kecil 30,06 persen dan UMKM menengah 14,63 persen.
Baca Juga : Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Daerah, OJK Edukasi Petani dan Nelayan di Takalar
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar Moch Muchlasin mengatakan, hingga Juni 2025 ini, jumlah debitur terbesar juga pada sektor mikro yang mencapai 853,374 debitur. Lalu, sebesar 60,248 debitur pada sektor kecil, dan UMKM menengah mencapai 4,335 debitur.
Pada ketiga sektor UMKM ini, pertmbuhan kredit terbesar hingga Juni 2025 ada di sektor UMKM kecil 6,07 persen. Diikuti UMKM mikro sebesar 0,23 persen.
Berbeda dari dua sektor sebelumnya, kredit UMKM pada sektor menengah malah mengalami penurunan sebesar 3,30 persen.
Baca Juga : Penyaluran KUR di Sulsel Capai Rp13,79 Triliun, Terbanyak di Kabupaten Bone
“Berdasarkan sektor lapangan usaha, penyaluran kredit UMKM terbesar berada pada sektor perdagangan besar dan eceran dengan share sebesar 45,65 persen,” ujar Muchlasin yang dikutip dari rilis resmi OJK Sulselbar, Minggu (7/9/2025).
Setelah sektor perdagangan, penyaluran kredit terbesar kedua pada lapangan usaha pertanian, perburuan, dan kehutanan sebesar 23,80 persen. Posisi ketiga terbesar adalah jasa kemasyarakatan mencapai 5,82 persen.
Sementara untuk sebaran UMKM di Sulawesi Selatan, posisi terbanyak berada di Kota Makassar dengan share sebesar 13,43 persen. Disusul Kabupatan Jeneponto sebesar 10,05 persen dan Kabupatan Takalar sebesar 8,49 persen.
Baca Juga : Maju Bersama GoFood Kolaborasi TDA Ajak UMKM Makassar Go Digital dan Naik Kelas
Tidak hanya sebaran UMKM, tetapi jumlah penyaluran kredit UMKM tertinggi juga ada di Kota Makassar mencapai yang mencapai Rp23,87 triliun, disusul Kota Palopo Rp3,58 triliun, dan Kota Parepare Rp3,14 triliun.
Jumlah debitur UMKM di Sulsel juga terbanyak di Kota Makassar yang mencapai 261.770 debitur, disusul Kabupaten Luwu Utara dan Gowa masing-masing sebanyak 54.449 dan 50.621 debitur.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar