SULSELSATU.com – Pemupukan berimbang menggunakan pupuk organik Petroganik terbukti mampu meningkatkan produktivitas padi pada lahan demplot PT Pupuk Indonesia (Persero) di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone.
Seremoni panen dilaksanakan oleh Endah Wulandari selaku Senior Manager (SM) Pendukung Penjualan Regional 4 Pupuk Indonesia dan Nurdin selaku Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bone pada Jumat (11/9/2025).
Endah mengatakan, panen padi di lahan demplot Pupuk Indonesia berhasil mencatatkan produktivitas 8,48 ton per hektar.
Baca Juga : Langgar Aturan HET, Pupuk Indonesia Cabut Izin 4 Kios di Sulsel dan Gorontalo
Hasil panen tersebut mengalami peningkatan 69,6 persen dari panen sebelumnya yang rata-rata hanya 5 ton per hektar.
“Penggunaan Petroganik sangat penting dalam budidaya padi karena dapat memperbaiki kesuburan fisik tanah. Petroganik membuat tekstur tanah menjadi lebih gembur sehingga akar padi tumbuh optimal, serta meningkatkan kadar C-Organik tanah yang mendukung penyerapan hara lebih baik,” demikian ungkap Endah.
Selain Petroganik, dikatakan Endah bahwa pemupukan berimbang juga mengkombinasikan pupuk subsidi dan nonsubsidi sesuai rekomendasi e-RDKK.
Baca Juga : Nitrogen Menjadi Pupuk, Inovasi Produksi Pangan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Hasil panen membuktikan bahwa Petroganik berperan penting dalam meningkatkan hasil sekaligus menjaga keberlanjutan kesuburan tanah.
“Demplot ini merupakan bukti nyata manfaat pemupukan berimbang menggunakan produk Pupuk Indonesia. Kami berharap petani di Bone semakin termotivasi untuk menebus pupuk Petroganik bersubsidi yang telah dialokasikan pemerintah,” tambah Endah.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah mengalokasikan pupuk Petroganik bersubsidi untuk mendukung peningkatan produktivitas pangan.
Baca Juga : Perkuat Produktivitas Petani Pangkep, Pupuk Indonesia Edukasi Kemudahan Akses Pupuk
Pupuk Indonesia pun memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi, termasuk Petroganik, di Kabupaten Bone sesuai dengan ketentuan pemerintah.
“Dengan hasil demplot ini, kami yakin penggunaan Petroganik secara berkelanjutan akan menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan petani serta mendukung program swasembada pangan nasional,” tutup Endah.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bone Nurdin menyampaikan apresiasi atas sinergi Pupuk Indonesia dengan pemerintah daerah dalam mendukung produktivitas pertanian di Bone.
Baca Juga : Pupuk Indonesia Dorong Peningkatan Serapan Pupuk Subsidi Organik di Kabupaten Gowa
Dia pun mengajak para petani terdaftar untuk segera menebus pupuk organik sesuai alokasi yang telah ditetapkan Pemerintah.
“Hasil ini membuktikan bahwa pupuk organik bersubsidi, khususnya Petroganik, mampu meningkatkan produktivitas padi sekaligus menyehatkan tanah. Kami mendorong petani untuk mengoptimalkan penggunaannya,” tutup Nurdin.
Pupuk Indonesia Sediakan 140.285 Ton Pupuk Subsidi di Sulsel#
Pupuk Indonesia berkomitmen memenuhi kebutuhan petani dengan menyediakan 140.285 ton stok pupuk bersubsidi di Sulawesi Selatan per tanggal 10 September 2025.
Baca Juga : Pupuk Indonesia Salurkan 2.574 Paket Beras SPHP kepada Masyarakat
Ketersediaan pupuk ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh petani terdaftar pada eRDKK sesuai dengan alokasi yang ditetapkan Pemerintah.
Adapun rinciannya adalah urea sebesar 65.553 ton, NPK sebesar 66.602 ton, NPK Formula Khusus atau NPK Kakao sebesar 3.898 ton, dan pupuk organic sebesar 4.232 ton.
Sementara ketersediaan stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Bone tercatat 11.451 ton yang terdiri dari 4.397 ton urea, 6.973 ton NPK, 69 ton NPK Formula Khusus atau NPK Kakao, dan 12 ton pupuk organik.
Ketersediaan stok pupuk bersubsidi ini dapat memenuhi kebutuhan petani selama tiga minggu ke depan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar