Logo Sulselsatu

Pupuk Indonesia Dorong Petani Bone Pakai Pupuk Organik Petroganik Tingkatkan Produksi Padi

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Senin, 15 September 2025 10:59

Panen padi raya di Kabupaten Bone yang dihadiri perwakilan Pupuk Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Bone. Foto: Istimewa.
Panen padi raya di Kabupaten Bone yang dihadiri perwakilan Pupuk Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Bone. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com – Pemupukan berimbang menggunakan pupuk organik Petroganik terbukti mampu meningkatkan produktivitas padi pada lahan demplot PT Pupuk Indonesia (Persero) di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone.

Seremoni panen dilaksanakan oleh Endah Wulandari selaku Senior Manager (SM) Pendukung Penjualan Regional 4 Pupuk Indonesia dan Nurdin selaku Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bone pada Jumat (11/9/2025).

Endah mengatakan, panen padi di lahan demplot Pupuk Indonesia berhasil mencatatkan produktivitas 8,48 ton per hektar.

Baca Juga : Rembuk Petambak dan Tebus Bersama Pupuk Indonesia Dukung Budidaya Perikanan di Sulsel

Hasil panen tersebut mengalami peningkatan 69,6 persen dari panen sebelumnya yang rata-rata hanya 5 ton per hektar.

“Penggunaan Petroganik sangat penting dalam budidaya padi karena dapat memperbaiki kesuburan fisik tanah. Petroganik membuat tekstur tanah menjadi lebih gembur sehingga akar padi tumbuh optimal, serta meningkatkan kadar C-Organik tanah yang mendukung penyerapan hara lebih baik,” demikian ungkap Endah.

Selain Petroganik, dikatakan Endah bahwa pemupukan berimbang juga mengkombinasikan pupuk subsidi dan nonsubsidi sesuai rekomendasi e-RDKK.

Baca Juga : Dukung Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Aman Saat Panen Raya Barru

Hasil panen membuktikan bahwa Petroganik berperan penting dalam meningkatkan hasil sekaligus menjaga keberlanjutan kesuburan tanah.

“Demplot ini merupakan bukti nyata manfaat pemupukan berimbang menggunakan produk Pupuk Indonesia. Kami berharap petani di Bone semakin termotivasi untuk menebus pupuk Petroganik bersubsidi yang telah dialokasikan pemerintah,” tambah Endah.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah mengalokasikan pupuk Petroganik bersubsidi untuk mendukung peningkatan produktivitas pangan.

Baca Juga : Pupuk Indonesia Pastikan Penyaluran Pupuk Subsidi di Sulsel Sesuai Prinsip 7T

Pupuk Indonesia pun memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi, termasuk Petroganik, di Kabupaten Bone sesuai dengan ketentuan pemerintah.

“Dengan hasil demplot ini, kami yakin penggunaan Petroganik secara berkelanjutan akan menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan petani serta mendukung program swasembada pangan nasional,” tutup Endah.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bone Nurdin menyampaikan apresiasi atas sinergi Pupuk Indonesia dengan pemerintah daerah dalam mendukung produktivitas pertanian di Bone.

Baca Juga : Pupuk Subsidi di Kecamatan Amali dan Cina Bone Dipastikan Sesuai HET

Dia pun mengajak para petani terdaftar untuk segera menebus pupuk organik sesuai alokasi yang telah ditetapkan Pemerintah.

“Hasil ini membuktikan bahwa pupuk organik bersubsidi, khususnya Petroganik, mampu meningkatkan produktivitas padi sekaligus menyehatkan tanah. Kami mendorong petani untuk mengoptimalkan penggunaannya,” tutup Nurdin.

Pupuk Indonesia Sediakan 140.285 Ton Pupuk Subsidi di Sulsel#
Pupuk Indonesia berkomitmen memenuhi kebutuhan petani dengan menyediakan 140.285 ton stok pupuk bersubsidi di Sulawesi Selatan per tanggal 10 September 2025.

Baca Juga : Pupuk Subsidi Perdana Masuk Rongkong, 627 Petani Luwu Utara Kini Terdaftar

Ketersediaan pupuk ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh petani terdaftar pada eRDKK sesuai dengan alokasi yang ditetapkan Pemerintah.

Adapun rinciannya adalah urea sebesar 65.553 ton, NPK sebesar 66.602 ton, NPK Formula Khusus atau NPK Kakao sebesar 3.898 ton, dan pupuk organic sebesar 4.232 ton.

Sementara ketersediaan stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Bone tercatat 11.451 ton yang terdiri dari 4.397 ton urea, 6.973 ton NPK, 69 ton NPK Formula Khusus atau NPK Kakao, dan 12 ton pupuk organik.

Ketersediaan stok pupuk bersubsidi ini dapat memenuhi kebutuhan petani selama tiga minggu ke depan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan09 Agustus 2026 19:11
PSEL Tamalanrea Terus Dipersoalkan, GERAM PLTSa: Pindahkan Lokasinya
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak PLTSa (GERAM PLTSa) kembali menggelar aksi demonstrasi menolak ...
Sulsel09 Agustus 2026 16:48
Kekeringan Melanda Sidrap, Asmo Sulsel dan FIFGroup Bantu Petani Massappa 3
Kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, membuat petani kesulitan mendapat...
Lifestyle09 Agustus 2026 14:18
Alasan Perusahaan Masih Membagikan Tumbler dan Tote Bag, Ternyata Ini Nilai Bisnisnya
Tumbler berlogo perusahaan, tote bag, notebook, pouch, dan berbagai barang promosi lain sudah menjadi pemandangan umum dalam acara bisnis. Barang-bara...
News09 Agustus 2026 08:45
Siasat Licik APL, Premanisme Berkedok “Petani Lada” di Hutan Lindung Loeha Raya
Hukum dan wibawa negara di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona benar-benar dilecehkan....