Logo Sulselsatu

Cerita Pengurus KONI Sulsel, Yasir Machmud Pinjamkan Dana Pribadi Rp3,5 Miliar Demi Sukseskan Porprov Bulukumba-Sinjai

Asrul
Asrul

Jumat, 26 September 2025 16:18

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Di balik gemerlapnya panggung olahraga, jarang terlihat bagaimana roda organisasi dijalankan dengan segala keterbatasannya. Di Sulawesi Selatan, kisah pengorbanan Ketua KONI Sulsel, Yasir Machmud, menjadi bukti nyata bahwa memimpin tidak selalu tentang kenyamanan, melainkan tentang pengabdian.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua KONI Sulsel, Chalik Suang, dia menuturkan bahwa dirinya baru kali ini melihat seorang ketua KONI yang begitu memberdayakan seluruh elemen organisasi sekaligus menjalankan roda kepengurusan sesuai dengan koridor yang benar.

Baca Juga : Yasir Machmud Nahkodai Pengusaha Tani Indonesia HKTI, Fokus Perkuat Petani Modern dan Kemandirian Pangan

“Pak Yasir ini bukan hanya ketua yang bertanggung jawab, tapi juga sosok yang rela berkorban demi kepentingan organisasi. Padahal pendanaan dari Pemprov sangat minim,” ungkap Chalik kepada wartawan, pada Jumat (26/9/2025).

Publik kerap berasumsi bahwa anggaran KONI selalu besar. Namun Chalik meluruskan anggapan tersebut. Menurutnya, perbandingan paling jelas terlihat saat masa pemerintahan sebelumnya, ketika KONI masih mengelola dana hibah puluhan miliar rupiah dengan jumlah cabang olahraga sekitar 30-an.

“Sekarang jumlah cabor sudah lebih dari 60, sementara tahun ini saja kita usulkan anggaran Rp30 miliar, tapi yang diberikan hanya Rp1 miliar. Bahkan sampai detik ini, dana itu belum cair,” katanya.

Baca Juga : Amir Uskara Optimistis Pengurus Baru KONI Sulsel Mampu Dongkrak Prestasi Olahraga

Kondisi ini membuat KONI Sulsel harus beroperasi dengan segala keterbatasan. Tidak ada gaji untuk pengurus, bahkan kebutuhan dasar seperti listrik kantor KONI kerap ditanggung langsung oleh Yasir Machmud.

Salah satu pengorbanan terbesar Yasir Machmud terjadi saat penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Bulukumba–Sinjai. Karena dana belum cair, sementara jadwal pelaksanaan tidak bisa ditunda, Yasir menggunakan dana pribadi untuk menutupi biaya operasional.

“Saya saksi hidup. Atas nama KONI, saya sampai berhutang sama beliau sebesar Rp3,5 miliar. Ada tanda terimanya di sekretaris KONI, Mujiburahman. Itu semua untuk mendanai kebutuhan Proprov, termasuk honor panitia,” ungkap Chalik dengan suara bergetar.

Baca Juga : KONI Sulsel Resmi Dipimpin Darmawangsyah Muin, Janji Kembalikan Kejayaan Olahraga di Kancah Nasional

Keputusan tersebut diambil demi menjaga nama baik Sulsel.

“Kalau ditunda, yang dirugikan bukan hanya kabupaten dan kota, tapi juga nama provinsi. Karena itu Pak Yasir rela mencari dana dulu meski harus mengorbankan pribadi,” tambahnya.

Keterbatasan dana tidak membuat KONI Sulsel berhenti bekerja. Di bawah kepemimpinan Yasir, berbagai kegiatan seperti pelatihan, penataran, hingga persiapan atlet menuju PON tetap dilaksanakan.

Baca Juga : Disertasi Setebal 392 Halaman Antar Yasir Machmud Raih Gelar Doktor di Unhas

“Dari sisi peringkat mungkin belum terlalu tinggi, tapi kalau bicara efisiensi anggaran dan jumlah cabor yang diberangkatkan, capaian KONI Sulsel cukup membanggakan. Apalagi PON kali ini berlangsung di dua provinsi, Aceh dan Sumatera Utara, tentu beban logistik lebih besar,” jelas Chalik.

Meski menghadapi keterbatasan, Yasir memilih bersikap jujur dan sederhana. Bahkan, selama empat tahun terakhir, tidak ada fasilitas khusus bagi pengurus KONI.

“Bayangkan, empat tahun pengurus tidak pernah dapat seragam resmi. Tidak ada PDH seperti dulu. Semua beli sendiri. Tapi kami tetap jalan, karena tujuannya bukan soal fasilitas, melainkan bagaimana organisasi tetap hidup,” kata Chalik.

Baca Juga : Yasir Machmud Ikut Pantau Malam Takbiran Idulfitri, Tegaskan Keamanan Warga Jadi Prioritas

Chalik mengaku sempat putus asa menghadapi kondisi itu.

“Saya pernah bilang ke Pak Yasir, kalau hanya begini lebih baik kita mundur. Tapi beliau selalu menegaskan, kita harus bertahan demi olahraga Sulsel. Itu yang membuat kami tetap kuat.”

Kisah pengorbanan Yasir Machmud menjadi potret bahwa memimpin organisasi olahraga tidak hanya soal popularitas, melainkan juga pengabdian yang sering kali menuntut pengorbanan pribadi.

Dengan anggaran minim, Yasir memilih untuk tidak menyerah, bahkan mengeluarkan dana pribadi demi keberlangsungan organisasi.

“Insyaallah, semua yang beliau lakukan adalah bukti ketulusan untuk membesarkan KONI Sulsel. Semoga masyarakat juga bisa melihat bahwa organisasi ini tetap berjalan berkat pengorbanan seorang ketua,” tutup Chalik.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video16 September 2026 20:31
VIDEO: Mobil Terbakar di Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sebuah mobil terbakar di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepat di depan Kantor Dinas Pendidikan, Makassar, Rabu (16/9/2026) m...
Bisnis16 September 2026 19:29
NIPAH PARK Dukung Industri Kopi Lokal Lewat Makassar Coffee Fest 2026
NIPAH PARK kembali menghadirkan ruang kolaborasi bagi pelaku industri kreatif melalui Makassar Coffee Fest 2026 yang berlangsung selama lima hari, 16�...
Sulsel16 September 2026 18:50
Dari Air Limpasan Tambang ke Air Terolah, Menelusuri Peran LGS PT Vale
Di kawasan pertambangan, air bukan sekadar bagian dari siklus alam. Air juga menjadi salah satu aspek yang harus dikelola secara cermat, terutama keti...
Otomotif16 September 2026 17:46
Solusi Mobilitas di Tengah Kelangkaan BBM, Asmo Sulsel Hadirkan Promo Honda EV
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya mendorong masyarakat mempertimbangkan pilihan mobilitas altern...