Logo Sulselsatu

Empowering Indonesia Report 2025 Sebut Adopsi AI Berdaulat Dapat Tingkatkan Ekonomi Hingga 6,8 Persen

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Senin, 27 Oktober 2025 20:19

Peluncuran Empowering Indonesia Report 2025. Foto: Istimewa.
Peluncuran Empowering Indonesia Report 2025. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com – Pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) yang berdaulat menjadi salah satu pendorong utama dalam pertumbuhan ekonomi.

Menyadari hal ini, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) bersama Twimbit, perusahaan riset dan konsultasi terkemuka meluncurkan Empowering Indonesia Report 2025.

Empowering Indonesia Report 2025 bertema “Building Bridges of Tomorrow” menegaskan pentingnya sovereign AI atau AI berdaulat sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Baca Juga : Nokia dan Indosat Modernisasi Jaringan 5G, Siapkan Uji Coba AI-RAN di Indonesia

Laporan ini menguraikan lima pilar utama menuju kedaulatan AI: infrastruktur digital andal, tenaga kerja AI berkelanjutan, industri AI yang tumbuh, riset dan pengembangan yang mumpuni, serta regulasi dan etika yang kokoh.

Jika dijalankan secara strategis, adopsi AI berdaulat berpotensi menambah USD140 miliar terhadap PDB Indonesia pada 2030, meningkatkan pertumbuhan ekonomi tahunan hingga 6,8 persen.

Adopsi AI juga dapat mempercepat pencapaian status negara berpenghasilan tinggi ke 2041—atau bahkan 2038 dalam skenario terbaik.

Baca Juga : Percepat Transformasi Digital, Kinerja Indosat Kuartal I 2026 Tumbuh Dua Digit

Menurut laporan tersebut, penerapan AI berdaulat juga dapat mendorong peningkatan produktivitas hingga 18 persen di sektor jasa, 15–20 persen di manufaktur, dan 5–8 persen di pertanian, menjadikannya faktor utama dalam memperkuat daya saing dan efisiensi nasional.

Dalam peluncuran Laporan ini, Nezar Patria selaku Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia mengatakan, AI bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang kemandirian bangsa.

“Kedaulatan AI berarti kita membangun teknologi yang merefleksikan nilai-nilai Pancasila, menjamin etika dan keamanan, serta memastikan manfaatnya dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat,” kata Nezar.

Baca Juga : Indosat Hadirkan Tri Ibadah Permudah Komunikasi Jamaah Haji di 16 Negara

Dari sisi kesiapan infrastruktur, laporan ini mencatat bahwa Indonesia membutuhkan investasi sebesar USD 3,2 miliar hingga 2030 untuk memenuhi kebutuhan komputasi nasional.

Saat ini, AI data center di Indonesia baru mencakup kurang dari 1 persen dari pasar global, menandakan perlunya percepatan pembangunan pusat data bertenaga energi terbarukan dan jaringan 5G yang lebih luas.

Selain itu, Empowering Indonesia Report 2025 menyoroti kebutuhan pengembangan 400 ribu talenta AI pada 2030, dengan investasi sebesar USD 968 juta untuk pendidikan, pelatihan, dan reskilling tenaga kerja.

Baca Juga : Indosat Luncurkan Paket Bundling Google Gemini untuk IM3 dan Tri Selama Enam Bulan

Indonesia saat ini memiliki 364 startup AI dengan total pendanaan mencapai USD 1,08 miliar, serta inisiatif riset nasional seperti Sahabat-AI V2, Large Language Model (LLM) berparameter 70 miliar yang mendukung bahasa Indonesia dan bahasa daerah seperti Jawa, Sunda, Bali, dan Batak.

Inovasi lokal ini menjadi bukti bahwa Indonesia mulai beralih dari pengguna menjadi pembentuk teknologi AI global.

Founder and CEO Twimbit Manoj Menon menambahkan, Indonesia memiliki posisi strategis untuk memimpin di era AI berdaulat.

Baca Juga : Trafik Data Naik 20 Persen Saat Lebaran 2026, Jaringan Indosat Tetap Stabil

“Dengan membangun fondasi digital yang kuat dan menciptakan ekosistem yang inklusif, Indonesia dapat menjadi pusat pertumbuhan AI di Asia, mempercepat pencapaian visi Indonesia Emas 2045,” jelas Manoj.

Dalam konteks ini, Indosat menegaskan perannya sebagai mitra bangsa dalam mempercepat kedaulatan digital dan transformasi AI nasional.

Sementara itu, Vikram Sinha selaku President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison mengatakan, kedaulatan AI bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang membangun masa depan yang dimiliki dan dikendalikan oleh Indonesia sendiri.

“Melalui kolaborasi strategis dan inovasi berkelanjutan, kami berkomitmen menghadirkan konektivitas yang inklusif dan solusi AI yang beretika untuk memberdayakan setiap lapisan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Laporan Empowering Indonesia 2025 ditutup dengan seruan tindakan lintas sektor untuk bergerak selaras dalam mewujudkan ekosistem AI yang berdaulat.

Dengan memperkuat fondasi infrastruktur, membangun talenta masa depan, dan menegakkan tata kelola AI yang beretika, Indonesia siap melangkah dari sekadar pengguna teknologi menjadi arsitek peradaban digital yang berdaulat.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan12 Juni 2026 23:05
Warga dan Mahasiswa Pasang Baliho Penolakan PSEL di Tamalanrea, Pertanyakan Izin Amdal
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Warga bersama mahasiswa memasang sejumlah baliho penolakan terhadap rencana pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Ene...
Makassar12 Juni 2026 22:29
Wali Kota Munafri Luncurkan Pete-pete Laut, Transportasi Gratis Hubungkan Pulau-pulau Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Warga kepulauan di Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar kini mulai merasakan hadirnya layanan transportasi laut secar...
Olahraga12 Juni 2026 20:36
MaRI Piknik 2026 Hadirkan Turnamen FIBA 3×3 dan Ruang Kreativitas Anak Muda
Mal Ratu Indah (MaRI) kembali menghadirkan festival tahunan MaRI Piknik 2026 yang berlangsung pada 12-14 Juni 2026....
Makassar12 Juni 2026 19:35
LPS Gandeng Unhas Perkuat Literasi Keuangan dan Kompetensi Generasi Muda di Makassar
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat kerja sama dalam bidang pengembangan kompetensi, penelitian, dan literas...