Logo Sulselsatu

Sidak di Lampung, Mentan Amran Tegaskan Penurunan Harga Pupuk Terjadi Nyata

Asrul
Asrul

Rabu, 29 Oktober 2025 12:38

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari melakukan inspeksi mendadak ke Kios Pupuk Mitra Tani Sejati di Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung.

Kunjungan ini bertujuan memastikan langsung penerapan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen di seluruh Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Amran dan Qodari berdialog dengan para petani serta pemilik kios untuk memverifikasi penurunan harga di lapangan. Hasilnya, para distributor dan petani mengonfirmasi bahwa harga pupuk memang telah turun secara nyata.

Baca Juga : Respons Cepat Lapor Pak Amran, Beras Ilegal 40 Ton Digagalkan di Batam

“Ini perintah langsung dari Bapak Presiden. Presiden sangat peduli terhadap kesejahteraan petani, karena itu harga pupuk diturunkan 20 persen. Ini pertama kalinya dalam sejarah pertanian Indonesia harga pupuk turun sedrastis ini,” ujar Mentan Amran di sela sidak, Rabu (29/10/2025).

Para petani di lokasi menyambut baik kebijakan tersebut. Eko, salah satu petani asal Lampung Utara, mengaku harga pupuk kini jauh lebih terjangkau dibanding sebelumnya. “Benar, sekarang pupuk Urea Rp90 ribu per sak, sebelumnya bisa sampai Rp125 ribu. Kami sangat bersyukur, ini sangat membantu,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menilai kebijakan penurunan harga pupuk berjalan efektif dan cepat. Menurutnya, keputusan yang baru diumumkan di Jakarta beberapa hari lalu kini sudah dirasakan langsung oleh petani di daerah.

Baca Juga : Surplus Beras 4 Juta Ton, PERTETA Nobatkan Amran sebagai Bapak Swasembada Pangan

“Ini bukti nyata bahwa kebijakan pemerintah berjalan efisien. Kita turun ke lapangan, cek langsung ke petani dan distributor, dan benar harga turun 20 persen. Jadi manfaatnya betul-betul dirasakan rakyat,” jelas Qodari.

Sebagai informasi, kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi resmi berlaku sejak 22 Oktober 2025 berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025. Aturan tersebut mengubah ketentuan sebelumnya dan menetapkan harga eceran tertinggi (HET) baru bagi seluruh jenis pupuk bersubsidi.

Adapun harga pupuk Urea kini turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, NPK dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram, NPK kakao dari Rp3.300 menjadi Rp2.640 per kilogram, ZA khusus tebu dari Rp1.700 menjadi Rp1.360 per kilogram, dan pupuk organik dari Rp800 menjadi Rp640 per kilogram.

Baca Juga : Amran Sulaiman Gerakkan KKSS Bantu Masyarakat Lewat Pasar Murah dan Layanan Kesehatan

Amran menegaskan, pemerintah akan terus memantau distribusi pupuk di seluruh daerah untuk memastikan penurunan harga tersebut benar-benar dirasakan oleh seluruh petani.

“Kita ingin semua petani di Indonesia merasakan manfaat kebijakan ini tanpa terkecuali,” tandasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Bisnis24 Januari 2026 06:50
HoRe Expo dan Bazar Kuliner Langkah PHRI Sulsel Bangun Ekosistem Baru Pendorong Pariwisata
Hotel dan Restoran (HoRe) Expo dan Bazar Kuliner PHRI 2026 resmi dibuka dan akan berlangsung hingga 25 Januari 2026 di Area Lobby Claro Makassar....
Bisnis23 Januari 2026 22:13
Kick Off Meeting 2026, Kalla Beton Perkuat Kesiapan dan Arah Bisnis
Kalla Beton menggelar Kick Off Meeting Tahun 2026 sebagai langkah strategis untuk menyelaraskan visi, arah bisnis, serta prioritas perusahaan dalam me...
Politik23 Januari 2026 21:53
Surya Paloh Tunjuk Syahar-Cicu Pimpin NasDem Sulsel Usai Ditinggal RMS
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem resmi menyerahkan surat keputusan (SK) pergantian kepengurusan Dewan Pimpina...
Sulsel23 Januari 2026 20:24
Waspada Cuaca Ekstrem, Ini Imbauan Polres Bulukumba
SULSELSATU.com, BULUKUMBA — Badai angin kencang melanda wilayah Kota Bulukumba dan sekitarnya, menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan mengganggu aru...