Logo Sulselsatu

Andi Tenri Indah Kawal Kasus Penonaktifan KIS Ibu Penjual Kue di Gowa

Asrul
Asrul

Rabu, 29 Oktober 2025 12:35

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Tenri Indah, menyoroti kebijakan penonaktifan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat kecil. Hal itu disampaikannya saat melakukan kegiatan reses di Kelurahan Paccinongang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Senin (27/10/2025).

Dalam dialog bersama warga, Andi Tenri menerima keluhan dari Ketua RW 04 Jalan Mangka Dg Bombong yang menyampaikan nasib seorang warganya, Luma Dg Tayu.

Ibu rumah tangga tersebut diketahui kehilangan akses KIS karena datanya tercatat dalam Desil 6—kategori masyarakat yang dianggap mampu secara ekonomi. Padahal, Luma hanya mengandalkan penghasilan dari berjualan kue keliling setiap hari.

Baca Juga : Pengawasan di Mangasa, Andre Prasetyo Tanta Terima Keluhan Kabel Provider dan Pendataan Bansos

“Kalau ibu ini tidak jualan, dia tidak bisa beli beras. Hidupnya serba pas-pasan. Kami berharap KIS-nya bisa diaktifkan kembali karena jelas beliau layak menerima bantuan,” kata Ketua RW 04 di hadapan legislator Gerindra itu.

Menanggapi hal tersebut, Andi Tenri Indah menyatakan keprihatinan mendalam dan menilai kebijakan klasifikasi ekonomi yang digunakan dalam sistem KIS perlu dievaluasi. Ia berjanji akan memperjuangkan agar warga yang benar-benar membutuhkan tidak kehilangan haknya.

“Kami akan menelusuri kenapa bisa seperti ini. Ibu yang sudah belasan tahun berjualan kue keliling dan tinggal di rumah sederhana justru dimasukkan ke Desil 6. Ini tidak masuk akal dan tidak adil. Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar KIS-nya segera diaktifkan kembali,” tegas Andi Tenri.

Baca Juga : Pengawasan DPRD Sulsel di Mariso, Andre Prasetyo Tanta Tampung Keluhan Bansos dan Sanitasi

Ia juga meminta BPJS Kesehatan lebih cermat dalam menentukan kategori kesejahteraan warga. Menurutnya, sistem data yang tidak akurat berpotensi menyingkirkan masyarakat miskin dari hak mereka atas jaminan kesehatan.

“Kami ingin tahu di mana kesalahannya. Apakah di sistem pendataan, atau dalam penilaian ekonomi warga. BPJS Kesehatan harus memastikan klasifikasi ini tidak merugikan masyarakat kecil,” ujarnya.

Selain menampung aspirasi warga, Andi Tenri juga menjelaskan peran DPRD Sulsel dalam memastikan kebijakan pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat bawah. Ia mencontohkan pengawasan terhadap program penanganan stunting di Kabupaten Gowa yang tersebar di 21 lokus.

Baca Juga : Kunjungi Pelabuhan Bira, Komisi D DPRD Sulsel Dorong Perbaikan Infrastruktur

“Kami terus memantau program seperti Aksi Stop Stunting agar benar-benar efektif. Setiap lokus memiliki anak dan ibu hamil dampingan, dan kami ingin memastikan program ini berjalan sesuai sasaran,” jelasnya.

Andi Tenri menegaskan, DPRD Sulsel akan terus mengawal persoalan layanan publik, termasuk KIS, agar kebijakan pemerintah tidak hanya tepat administrasi, tetapi juga adil secara sosial bagi masyarakat kurang mampu.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video02 Februari 2026 23:12
VIDEO: Pantai Bali Penuh Sampah, Prabowo Tegur Kepala Daerah
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto menyindir Gubernur Bali I Wayan Koster terkait kondisi pantai di Bali yang kotor oleh sampah. Menurut...
Video02 Februari 2026 21:42
VIDEO: Presiden Prabowo Resmi Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC, Bogor, Senin (2/2/2026). Rakornas in...
Makassar02 Februari 2026 19:01
Hotel Royal Bay Makassar Hadirkan “Nostalgia Ramadhan” dengan Dekorasi Pos Kamling dan Sepeda Ontel
SULSELSATU.com MAKASSAR – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Hotel Royal Bay Makassar resmi meluncurkan paket buka puasa tahunan bertajuk �...
Pendidikan02 Februari 2026 18:54
Unismuh Makassar Dorong Kerja Sama Internasional Berbasis Program, Gandeng Lima Kampus di Kawasan ASEAN
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menegaskan kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada penandatang...