SULSELSATU.com, SIDRAP — Sebanyak 1.380 anggota Brigade Pangan disiapkan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) untuk mengelola sekitar 62 ribu hektare lahan sawah yang tersebar di 11 kecamatan.
Langkah tersebut ditandai dengan penutupan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pengolah Brigade Pangan yang digelar di gedung PT Al-Fatih Porang Indonesia, Rabu (29/10/2025).
Bimtek berlangsung selama tiga hari dan resmi ditutup oleh Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif atau Syahar. Kegiatan ini juga diikuti secara daring dari 28 titik pelatihan di seluruh wilayah Sidrap, dengan total peserta mencapai 1.380 orang yang mewakili 90 Brigade Pangan.
Baca Juga : Surya Paloh Tunjuk Syahar-Cicu Pimpin NasDem Sulsel Usai Ditinggal RMS
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sidrap dan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa.
Dalam sambutannya, Bupati Syahar menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menuntaskan pelatihan. Ia berharap para anggota Brigade Pangan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

Baca Juga : Bupati Syaharuddin Alrif Nilai Teknologi Kandang Modern Tingkatkan Daya Saing Telur Sidrap
“Saudaraku semua yang tergabung dalam Brigade Pangan sudah memiliki ilmu dan cara pandang baru. Mari kita bekerja bersama mengelola 62 ribu hektare sawah dan meningkatkan hasil panen di Sidrap,” ujar Syahar.
Syahar menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui optimalisasi lahan dan pemanfaatan teknologi pertanian modern.
“Target kita menanam tiga kali setahun. Program peningkatan hasil produksi pangan harus dijalankan dengan baik, dan Brigade Pangan menjadi bagian penting dari upaya itu,” tegasnya.
Baca Juga : Teknologi dan Konsistensi, Kiat Sukses Pertanian Terpadu ala Bupati Syaharuddin Alrif
Sementara itu, Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgoni, menjelaskan bahwa pembentukan Brigade Pangan bertujuan melibatkan generasi muda dalam peningkatan indeks pertanaman dan produksi pangan nasional.
“Program ini dirancang agar generasi milenial ikut terlibat langsung dalam peningkatan indeks pertanaman dari dua kali menjadi tiga kali setahun,” ungkap Jamaluddin.
Ia menambahkan, selain mendukung peningkatan produksi pangan nasional, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan generasi muda di sektor pertanian.
Baca Juga : Wujud Nyata Dukung MBG, Syaharuddin Alrif Lepas 10 Truk Telur Sidrap ke Sejumlah Daerah
“Ini sejalan dengan arahan Presiden dan Menteri Pertanian agar generasi muda menjadi bagian penting dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” ujarnya.
Melalui pembentukan Brigade Pangan, Pemerintah Kabupaten Sidrap berharap lahir generasi muda tangguh yang mampu menjadi motor penggerak pertanian modern dan menjaga kemandirian pangan daerah.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar