Logo Sulselsatu

DPRD Sulsel Janji Kawal Persoalan Dana Bagi Hasil dan BPJS yang Dikeluhkan Pemkab Gowa

Asrul
Asrul

Jumat, 07 November 2025 19:03

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, GOWA – Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk mengawal sejumlah persoalan fiskal yang dihadapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, khususnya terkait penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) dan pembagian tanggungan BPJS Kesehatan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Andi Tenri Indah, saat melakukan kunjungan kerja ke Baruga Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Kamis (6/11/2025).

“Kunjungan ini bagian dari fungsi pengawasan kami untuk mendengar langsung persoalan di daerah. Apa yang disampaikan Pemkab Gowa akan kami tindak lanjuti dan bahas bersama mitra di tingkat provinsi,” ujar Andi Tenri Indah.

Baca Juga : PLN dan DPRD Sulsel Perkuat Sinergi Bahas Keandalan Listrik dan Infrastruktur

Ia menyebut, DPRD Sulsel akan mendorong Pemprov agar segera menuntaskan kewajiban penyaluran DBH yang disebut belum dibayarkan selama dua tahun. Selain itu, pihaknya juga akan mengupayakan kejelasan pembagian tanggungan BPJS Kesehatan yang kini dinilai memberatkan kabupaten.

“Kami akan mengawal agar Pemprov memberikan kejelasan soal Dana Bagi Hasil dan porsi tanggungan BPJS. Prinsip keadilan harus ditegakkan, karena kelancaran program di daerah sangat bergantung pada ketepatan transfer anggaran,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, dalam pertemuan tersebut memaparkan sejumlah tantangan fiskal yang dihadapi daerah. Salah satunya adalah pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 oleh pemerintah pusat yang berdampak besar terhadap kemampuan fiskal Pemkab Gowa.

Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Inventarisasi Aset Pemprov, Soroti Lahan Belum Bersertifikat

“Kami berharap DPRD Sulsel bisa menjadi jembatan komunikasi dengan Pemprov untuk mencari solusi. Apalagi, DBH dari provinsi belum disalurkan selama dua tahun, padahal kami dijanjikan penyelesaiannya dalam tiga bulan,” jelas Darmawangsyah.

Ia juga menyoroti penurunan porsi tanggungan BPJS Kesehatan dari Pemprov Sulsel yang semula sebesar 30 persen, kini tinggal 15 persen. Akibatnya, Pemkab Gowa harus menanggung biaya sekitar Rp18 miliar secara mandiri.

“Harapan kami, Pemprov bisa memperhatikan hal ini. Sebab, komitmen 30 persen itu sangat membantu daerah, apalagi di tengah pemangkasan anggaran pusat,” ujarnya.

Baca Juga : Reses Ketua DPRD Sulsel Cicu di Pasar Terong, Warga Minta Solusi Banjir dan Pengaman Kanal

Meski menghadapi keterbatasan, Darmawangsyah menegaskan Pemkab Gowa tetap menunjukkan kinerja positif. Kabupaten Gowa bahkan meraih penghargaan terbaik dari Kemenko PMK dan BPK RI atas keberhasilan dalam penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting.

“Alhamdulillah, meski anggaran terbatas, capaian kami tetap baik. Namun kami berharap Dana Alokasi Khusus (DAK) bisa kembali ditingkatkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tutupnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News08 Agustus 2026 18:02
PLN dan DPRD Sulsel Perkuat Sinergi Bahas Keandalan Listrik dan Infrastruktur
PT PLN (Persero) memperkuat koordinasi dengan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mempercepat pe...
Video07 Agustus 2026 22:06
VIDEO: Dua Kelompok Bentrok di Kampus UNM Parang Tambung, Belasan Kaca FMIPA Pecah
SULSELSATU.com – Dua kelompok terlibat saling serang di Kampus Parang Tambung, Universitas Negeri Makassar, Jumat (07/8/2026). Aksi penyerangan ...
Makassar07 Agustus 2026 21:26
Di Balik Sukses Ekspor Udang Indonesia, Kepala Barantin Pastikan Layanan Karantina Berjalan Optimal
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Karantina Indonesia (Barantin) memastikan sistem layanan karantina terus berjalan optimal untuk mendukung daya ...
News07 Agustus 2026 20:39
Anggota DPR RI Meity Rahmatia Kecam Penganiayaan dan Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia mengecam keras penganiayaan dan pemerkosaan seorang mahasiswa yang terjadi...