SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anging Mammiri Business Fair (AMBF) X South Sulawesi Investment Forum (SSIF) 2025 berakhir dengan mencatat hasil positif.
Sebanyak 18 UMKM berhasil mencatatkan komitmen ekspor dengan nilai Rp228 miliar ke berbagai negara yang hadir di AMBF x SSIF 2025.
Negara yang hadir mulai dari Indonesia Malaysia, China, Jepang, India, Nepal, Thailand, Azerbaijan, Maldives, Uni Emirat Arab, Iran, Mesir, Arab Saudi, Pakistan, Australia, Rusia, dan Belanda.
Baca Juga : Terinspirasi Film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?, Netzme Hadirkan Numofest di Makassar
AMBF x SSIF 2025 dengan tema “Empowering Green Economic Investment: From Local Champions to Global Vision” berlangsung di Claro Makassar pada 12 dan 13 November 2025.
Kepala BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda mengatakan, penyelenggaraan ini ingin menunjukkan komitmen bahwa Sulsel bukan hanya pusat investasi yang kompetitif, tetapi juga rumah bagi local champions yang memiliki kapasitas untuk go-global
Di sisi lain, terdapat 11 booth dari 10 pemerintah daerah peserta South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) dan Forum PINISI SULTAN (Percepatan Investasi Perdagangan dan Pariwisata di Sulawesi Selatan) di Sandeq Ballroom untuk menampilkan IPRO.
Baca Juga : Asbisindo Sulsel Kolaborasi Bersama BI dan OJK Perkuat SDM Perbankan Syariah
“Calon investor yang tertarik untuk berdiskusi lebih lanjut tentang 19 IPRO dapat mengikuti sesi one-on-one meeting. Masih di hari yang sama juga akan dijadwalkan site visit ke Kawasan Industri Makassar (KIMA), sebagai salah satu kawasan industri eksisting yang masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan,” jelas Rizki.
Kemudian, ada knowledge sharing berupa talkshow tematik yang diselenggarakan pada 12-13 November 2025. Narasumber yang dihadirkan dari Bappenas, LPEI, pelaku UMKM atau praktisi, pelaku ekonomi sirkular, eksportir nasional, dan lain-lain.
Melalui AMBF X SSIF 2025 diharapkan mampu menciptakan hubungan kemitraan jangka panjang untuk memperluas jejaring global utamanya bagi UMKM dan terbitnya Letter of Intent (LoI) sebagai bentuk ketertarikan awal investor terhadap proyek-proyek potensial di Sulawesi Selatan.
Baca Juga : HLM Jelang Nataru, TPID dan TP2DD Bahas 5 Langkah Strategis Antisipasi Risiko Kenaikan Harga
Dampaknya yaitu pada akhirnya dapat mengakselerasi ekspor serta investasi berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
Deputi Direktur BI Sulsel Wahyu Purnama A menambahkan, pada kegiatan AMBF x SSIF 2025, tercatat 18 UMKM komitmen ekspor dengan nilai Rp228 miliar. Meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp98 miliar.
“Tahun ini ada 30 buyer dari 10 negara. Lebih besar dari tahun lalu yang hanya 12 buyer dari 10 negara. Capaian ini menunjukkan daerah hadir dalam menghadirkan proyek investasi yang siap diinvestasikan,” kata Wahyu saat penutupan AMBF x SSIF 2025.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar