Logo Sulselsatu

Jangan Ragu Memulai Usaha, Kuasai KI sebagai Langkah Pertama

Asrul
Asrul

Minggu, 23 November 2025 12:45

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, SEMARANG — Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mendorong mahasiswa untuk membangun usaha sejak dini dengan memahami aspek hukum dan kekayaan intelektual (KI) sebagai fondasi utamanya.

Pesan tersebut ia sampaikan dalam kegiatan What’s Up Podcast Kemenkum edisi Campus Calls Out yang berlangsung di Muladi Dome, Universitas Diponegoro pada Rabu, 19 November 2025.

Supratman menegaskan bahwa KI memiliki peran strategis dalam menciptakan usaha yang aman, inovatif, dan berdaya saing. Tidak hanya itu, pemahaman hukum dan KI merupakan bekal penting bagi mahasiswa yang ingin membangun usaha secara aman dan berkelanjutan.

Baca Juga : Kanwil Kemenkum Sulsel Ajak Publik Pahami Fungsi Jaminan Fidusia

Ia menilai bahwa generasi muda perlu dibekali pemahaman KI sejak awal, agar mampu mengembangkan karya maupun inovasi tanpa terjebak pada risiko pelanggaran hukum seperti penyalahgunaan karya pihak lain.

“Pemahaman tentang kekayaan intelektual sangat penting untuk membangun usaha yang benar sejak awal,” ujar Supratman.

Supratman juga mengajak mahasiswa untuk tidak ragu memulai usaha kecil yang dapat dikembangkan secara bertahap. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menyediakan ruang yang luas bagi generasi muda untuk membangun bisnis, termasuk kemudahan bagi masyarakat dalam membentuk badan usaha melalui perseroan perorangan.

Baca Juga : Perayaan Natal Oikumene 2026, Kakanwil Kemenkum Sulsel Dorong Semangat Kebersamaan dalam Pelayanan Publik

Dalam kesempatan itu, Supratman juga menekankan pentingnya memiliki dan mendaftarkan merek sebagai bagian dari penguatan identitas usaha. Menurutnya, setiap karya dan produk yang dihasilkan mahasiswa dapat memiliki nilai tambah apabila dilindungi secara tepat melalui sistem kekayaan intelektual.

“Jadi adik-adik nanti punya merek, jangan ragu-ragu, karena itu memiliki nilai manfaat yang dapat membantu pengembangan usaha,” tutur Supratman.

Selain merek, ia juga mengingatkan rezim KI lainnya yang tidak kalah penting yaitu hak cipta dan paten. Keduanya adalah aset penting yang mampu membangun reputasi sekaligus daya saing usaha. Ia menegaskan bahwa pemahaman KI yang baik akan membantu mahasiswa mengelola inovasi secara benar, sehingga peluang usaha mereka dapat berkembang lebih jauh.

Baca Juga : Prestasi Pengelolaan Anggaran, Kanwil Kemenkum Sulsel Terbaik IKPA TA 2025

Menutup sambutannya, Supratman mengatakan bahwa riset di perguruan tinggi menjadi salah satu sumber inovasi yang harus terus didorong. Dalam konteks tersebut, ia mengapresiasi Universitas Diponegoro yang selama ini tercatat sebagai salah satu perguruan tinggi dengan jumlah pendaftaran paten terbanyak di Indonesia.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa ekosistem inovasi kampus semakin hidup dan perlu terus diperkuat melalui pelindungan KI.

Melalui pesannya, Supratman berharap mahasiswa mampu menjadi generasi wirausaha yang unggul, berintegritas, dan memahami pentingnya pelindungan KI dalam menciptakan usaha yang aman, kreatif, dan berkelanjutan.

Baca Juga : Andi Basmal Ajak Notaris dan PPAT Perkuat Kebersamaan di Natal Oikumene

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan, Andi Basmal, turut menegaskan bahwa pemahaman KI harus menjadi bekal utama generasi muda ketika memasuki dunia usaha.

“Anak muda sekarang sangat kreatif, tapi kreativitas itu harus dilindungi agar tidak mudah diambil atau ditiru pihak lain. Karena itu, menguasai KI sejak awal adalah langkah penting untuk memastikan usaha mereka berjalan dengan aman dan berdaya saing,” ujar Andi Basmal dalam keterangannya, Sabtu (22/11/2025).

Kakanwil menilai bahwa mahasiswa adalah lokomotif perubahan yang harus dipersiapkan dengan literasi hukum yang memadai. Andi Basmal juga menyampaikan bahwa Kanwil Kemenkum Sulsel siap memperluas pendampingan dan edukasi KI bagi kalangan kampus, pelaku usaha pemula, serta komunitas kreatif.

Baca Juga : Audiensi Kemenkum Sulsel dan Kejati Sulsel Fokus Layanan Publik dan Notaris

Menurutnya, KI bukan hanya instrumen hukum, tetapi juga aset ekonomi yang mampu meningkatkan nilai tambah karya generasi muda.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News23 Agustus 2026 20:39
PT Vale dan Pemkab Kolaka Perbaiki 6 Rumah, Beri Hunian Layak dan Akses Kesehatan Warga
PT Vale Indonesia Tbk bersama Pemerintah Kabupaten Kolaka dan Kodim 1412/Kolaka memperbaiki enam rumah warga di Kecamatan Baula....
News23 Agustus 2026 17:33
PT Bumi Karsa Tingkatkan Kompetensi BIM untuk Dorong Transformasi Digital Konstruksi
PT Bumi Karsa memperkuat transformasi digital di sektor konstruksi melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia....
Nasional23 Agustus 2026 15:51
Bantu Korban Gempa NTT, BRI Siapkan 3 Posko dan Dapur Umum
BRI memperkuat penanganan pascabencana gempa bumi di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan membangun tiga posko logistik dan satu ...
Ekonomi23 Agustus 2026 15:36
Investor Pasar Modal di Sulsel Capai 766.125 SID, Tumbuh 79,28 Persen
Minat masyarakat Sulawesi Selatan terhadap investasi di pasar modal menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Juni 2026, jumlah Single Investor Iden...