SULSELSATU.com, MAKASSAR – KALLA menerima peserta magang disabilitas dalam rangka memperkuat komitmen perusahaan terhadap prinsip inklusivitas, keberagaman, dan kesetaraan kesempatan kerja.
Program ini menjadi bagian dari implementasi pilar social dalam agenda Environmental, Social, and Governance (ESG) yang saat ini terus diperkuat di seluruh unit bisnis KALLA.
People & Culture Division Head KALLA Indah Karlina Ilham menjelaskan, sebagai tahap awal, KALLA telah menerima tujuh peserta magang disabilitas yang bekerja di berbagai unit bisnis per Desember 2025.
Baca Juga : Entaskan Kemiskinan Ekstrem Jadi Fokus Utama Program 2026 LAZ Hadji Kalla
Mereka tersebar di Kalla Aspal, Kalla Translog, Bumi Karsa, Kalla Institute, dan Holding sendiri. Jenis disabilitas mereka pun berbeda-beda, yakni tuna daksa, tuna rungu, dan disabiliti mental/psikososial.
“Teman-teman disabilitas memiliki potensi besar dan tugas kita adalah membuka akses serta fasilitas agar mereka dapat berkontribusi secara optimal,” ungkapnya.
Ia menilai keberadaan magang disabilitas akan memberikan perspektif baru yang akan memperkaya dinamika organisasi.
Baca Juga : HUT ke-57 Bumi Karsa Jadi Momentum Akselerasi Pertumbuhan dan Penguatan SDM
Mereka akan bekerja selama tiga bulan dan terus dievaluasi. Tak hanya magang, program ini pun akan membuka kesempatan kepada mereka untuk menjadi karyawan ke depannya.
“Kami berharap, program ini tidak hanya memberikan pengalaman bagi peserta, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh karyawan untuk terus membangun budaya kerja yang inklusif, saling menghargai, serta mendukung keberagaman,” tutur Indah.
Program magang disabilitas ini bekerjasama dengan Pemerintah Kota Makassar. Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar, Nielma Palamba, pun mengapresiasi KALLA yang senantiasa membangun kemitraan bersama pemerintah sejauh ini.
Baca Juga : Dewan Adat Kerajaan Gowa Dorong DPRD Sulsel Gunakan Hak Angket Soal Aset GMTD
“Tentunya dengan program magang disabiliti perusahaan, KALLA telah terlibat aktif dalam mendukung program pemerintah Kota Makassar untuk menjadikan Makassar Kota Inklusif,” tuturnya.
Sementara itu, Human Capital Business Partner & General Affairs (HCBP & GA) Manager KALLA Haerul menambahkan, sebelum melaksanakan program ini, KALLA telah memetakan kebutuhan dan bagian-bagian yang cocok bagi peserta magang disabilitas untuk berkontribusi dan berkerja. Aksesibilitas kerja pun telah dipersiapkan agar ramah disabilitas.
“KALLA juga menyiapkan dan membekali para mentor dengan training dalam bekerjasama dengan peserta magang. Langkah ini menegaskan kesungguhan KALLA dalam memastikan setiap peserta magang disabilitas tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga mendapatkan bimbingan yang intensif, ramah, dan sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar