SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kalla Ecocycle atau Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R) segera direalisasikan di lingkup bisnis KALLA.
Sebagai tahap awal, program ini dijalankan di Bukit Baruga. Warga pun telah dilatih untuk memaksimalkan pelaksanaannya, mulai dari pemilahan sampah, budidaya maggot, produksi ecoenzim hingga urban farming.
Pengelolaan Kalla Ecocycle ini pun terus mendapat dukung dari Pemerintah Kota Makassar.
Baca Juga : KALLA Raih Dua Penghargaan TOP DIGITAL Awards 2025 Berkat Transformasi Digital Berkelanjutan
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar Ferdi Mochtar menjelaskan, Bukit Baruga akan menjadi pilot project TPS-3R dalam kawasan perumahan di sebuah kota metropolitan.
“Jadi, kota-kota besar yang nantinya akan melakukan studi banding, sudah ada yang bisa kita perlihatkan bahwa ada pengelolaan TPS-3R yang bagus di Bukit Baruga. TPS-3R di Bukit Baruga ini juga akan menjadi salah satu model yang akan kita jual ke nasional,” ungkapnya.
Kehadiran Kalla Ecocycle ini juga akan sangat membantu warga di sekitar Bukit Baruga.
Baca Juga : Kunjungan Mal Ratu Indah dan NIPAH PARK Naik Hingga 12 Persen Selama Libur Nataru
Masyarakat dapat diberdayakan dalam Kalla Ecocycle karena biaya pengelolaan sampah yang dulunya merupakan bagian dari retribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekarang dialihkan menjadi bagian dari pengelolaan TPS-3R.
“Kalla Ecocycle ini kita harapkan akan berfungsi dengan baik. Sampah-sampah yang bernilai manfaat akan dikelola bersama bank sampah dan bisa dilakukan daur ulang sehingga hanya sampah residu yang akan masuk ke TPA. Saya kira itu akan sangat membantu pemerintah kota,” tutur Ferdi.
Corporate Communication & Sustainability Department Head KALLA Nadya Tyagita menyebutkan, pengelolaan Kalla Ecocycle di Bukit Baruga merupakan program CSR KALLA yang akan dilaksanakan di 844 rumah sebagai tahap awal.
Baca Juga : Kalla Transport & Logistics Perkuat Implementasi K3L Lewat Pelatihan Tanggap Darurat
KALLA menjalin kemitraan besama Yayasan Lestari Mulia (YLM) dalam menjalankan proram ini.
“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan warga. Olehnya itu, kami akan terus melatih dan mendampingi warga agar pengelolaan Kalla Ecocycle di Bukit Baruga dapat berjalan dengan baik, minimal bisa melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik terlebih dahulu,” jelasnya.
Penjemputan sampah oleh YLM sendiri akan dilaksanakan mulai Januari 2026. Untuk memudahkan pengelolaan Kalla Ecocycle, tiap rumah akan dibekali dua tempat sampah untuk pemilahan.
Baca Juga : Bukit Baruga Hadirkan Penawaran Spesial, Unit Siap Huni dan Uang Muka 0 Persen
Program ini juga turut didukung oleh Kalla Toyota yang membagikan bantuan berupa 100 tempat sampah kepada warga.
Pelatihan Kalla Ecocycle kepada warga pun telah digelar di Baruga Driving Range Golf, Minggu (21/12/2025). Kegiatannya meliputi pemilahan sampah, budidaya maggot, produksi ecoenzim hingga urban farming.
Sementara itu, Founder YLM Isnam Junais menyatakan kesiapan pihaknya untuk melakukan pendampingan kepada warga agar semakin terbiasa menjalankan Kalla Ecocycle, mulai dari pemilahan sampah sampai urban farming.
Baca Juga : Siapkan Talenta Muda Adaptif di Dunia Kerja, Kalla Institute Gelar Kompetisi Pelajar dan Kuliah Praktisi
“Proses yang paling pertama dan krusial adalah pemilahan. Tetapi ini hanyalah persoalan kebiasaan. Olehnya itu, kami akan terus mendampingi warga melakukan pemilahan, bahkan sampai sistem tanam berbasis urban farming,” ungkap Isnam.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar