Logo Sulselsatu

Tekan Inflasi, Pemkot Parepare Gelar Gerakan Pangan Murah di Mallusetasi

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Selasa, 13 Januari 2026 14:15

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, PAREPARE – Pemerintah Kota Parepare melalalui TPID menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menekan laju inflasi dan menjaga keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat, Selasa (13/1/2025) kegiatan ini di gelar di pelataran pizza HUT jalan Usman Isa, kelurahan Mallusetasi, kacamatan ujung, kota Parepare.

Program ini melibatkan lintas instansi dan didukung Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan (DPKP), Bagian Perekonomian dan SDA, TPID Parepare, Bulog Parepare, serta sejumlah distributor dan ritel.

Melalui program tersebut, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah pasaran sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat luas. Komoditas yang disediakan antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, dan sejumlah bahan pangan strategis lainnya.

Kepala Bidang Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Parepare,
Akibar,S.IP mengatakan program ini dilatarbelakangi oleh upaya pemerintah daerah dalam rangka Pengendalian Inflasi Daerah , khususnya pada komoditas pangan yang berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.

“Ini memang latar belakangnya untuk mengantisipasi tingginya inflasi. Pemerintah Kota Parepare membentuk kios-kios yang dilaksanakan dua kali dalam sepekan yakni pasar tani yang dilaksanakan Oleh DPKP setiap hari Jumat dan gerakan pangan murah oleh TPID dan bekerja sama dengan Instansi terkait, dengan harga di bawah pasar agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah,” ujar Akibar.

Ia menjelaskan, sasaran awal program ini adalah masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, seiring kondisi ekonomi saat ini, Pemkot Parepare membuka akses bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dan memanfaatkan program pangan murah tersebut.

Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu dari dua program utama yang dijalankan Dinas Ketahanan Pangan, selain Pasar Tani. Pasar tani dilaksanakan rutin setiap hari Jumat di Kantor Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DPKP), sementara Gerakan Pangan Murah digelar setiap hari Selasa bergilir disejumlah kelurahan agar jangkauannya lebih luas.

Selain menjual sembako murah, Pemkot Parepare juga menjalankan langkah pengendalian inflasi lainnya, seperti penyaluran bibit cabai kepada masyarakat. Pada tahun 2025, sebanyak 18.330 bibit cabai telah disalurkan di 191 titik melalui sejumlah SKPD, dan sekolah sekolah SD dan SMP mengingat komoditas cabai menjadi salah satu penyumbang utama inflasi.

Akibar menegaskan, program Kios Pengendalian Inflasi dan Gerakan Pangan Murah akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari program pemerintah daerah untuk meringankan beban masyarakat dan menjaga stabilitas harga pangan.

“Alhamdulillah respons masyarakat sangat baik. Inilah yang memang dibutuhkan masyarakat, yaitu mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” pungkasnya. (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Alfa
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Bisnis10 Februari 2026 17:19
Pameran Bukit Baruga di Tradefair TSM Siapkan Subsidi Biaya hingga Cashback
Bukit Baruga, salah satu penyedia hunian eksklusif di Makassar turut berpartisipasi dalam pameran Tradefair yang digelar di Main Corridor, Trans Studi...
Makassar10 Februari 2026 17:15
Demokrasi Indonesia Masih Trial and Error, Guru Besar UIN Makassar Sebut Evaluasi Sistem Pilkada Perlu Dilakukan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pakar kebijakan publik Universitas Negeri Makassar, Prof. Dr. Risma Niswaty, menilai wacana pilkada tidak langsung ...
Nasional10 Februari 2026 17:07
RUPSLB SPJM Tetapkan Jajaran Komisaris Baru, Hermanto Jadi Komisari Utama
Pemegang saham PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM), subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services, D...
Makassar10 Februari 2026 16:28
Akademisi Nilai Wacana Pilkada Lewat DPRD Berisiko Gerus Legitimasi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah dari pemilihan langsung oleh rakyat menjadi pemilihan melalui DPRD ke...