Logo Sulselsatu

Lindungi Petani Sawit, DPRD Sulsel Minta Pabrik Patuh Harga TBS

Asrul
Asrul

Senin, 19 Januari 2026 21:52

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan sikap keras terhadap sejumlah pabrik kelapa sawit yang dinilai mengabaikan ketetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Ketidakpatuhan tersebut dinilai berpotensi merugikan petani dan mengganggu tata kelola industri sawit di daerah.

Sikap ini mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi B DPRD Sulsel bersama pemerintah provinsi dan pemangku kepentingan terkait, yang digelar di Kantor Sementara DPRD Sulsel, Makassar, Senin (19/1/2026).

Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Belum Putuskan Status Lahan Parkir Hotel Arthama

Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi B DPRD Sulsel, Andi Azizah Irma Wahyudiyati.

Irma sapaannya menegaskan, rekomendasi yang dihasilkan dalam RDP tidak berhenti sebatas pembahasan di ruang rapat.

Komisi B, kata dia, akan menindaklanjutinya dengan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi faktual di pabrik maupun sentra produksi kelapa sawit.

Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Bahas Status Lahan Parkir Hotel Arthama, Anggota Dewan Terbelah

Menurutnya, peninjauan lapangan penting dilakukan untuk memastikan seluruh pabrik mematuhi regulasi harga TBS sekaligus menjamin hak-hak petani sawit terlindungi. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD agar kebijakan pemerintah benar-benar berjalan efektif dan adil.

“Kami ingin melihat langsung di lapangan, apakah penetapan harga TBS ini benar-benar dijalankan. Ini menyangkut kepastian hukum, keadilan usaha, dan perlindungan bagi petani,” ujar Irma.

Dalam rapat tersebut, anggota Komisi B DPRD Sulsel, Zulfikar Limolang, membacakan rekomendasi resmi DPRD di hadapan perwakilan Pemerintah Provinsi Sulsel.

Baca Juga : Sufriadi Arif Terima Aspirasi Mahasiswa soal Karhutla, Sembilan Tuntutan Bakal Diteruskan

Salah satu poin utama rekomendasi meminta gubernur melalui perangkat terkait segera mengambil langkah konkret terhadap Perjanjian Kerja Sama (PKS) pabrik sawit yang terbukti tidak mematuhi harga TBS yang telah ditetapkan.

DPRD juga merekomendasikan agar pemerintah daerah memberikan surat peringatan kepada seluruh pabrik kelapa sawit yang tidak menjalankan ketetapan harga TBS secara konsisten.

Penetapan harga, menurut DPRD, harus memiliki legitimasi yang kuat dan benar-benar diterapkan di lapangan, bukan sekadar formalitas.

Baca Juga : Legislator Golkar Sulsel LBK Apresiasi Betonisasi Jalan Burung-Burung–Bili-Bili di Gowa

Selain itu, Komisi B mendorong pemerintah provinsi untuk melakukan peninjauan lapangan dengan melibatkan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) maupun asosiasi petani lainnya.

Keterlibatan petani dinilai penting agar kondisi riil yang mereka hadapi dapat disaksikan langsung oleh seluruh pihak terkait.

“Banyak persoalan yang tidak muncul di forum rapat, tetapi nyata dirasakan petani di lapangan. Karena itu asosiasi petani harus dilibatkan,” tegas Zulfikar.

Baca Juga : HUT ke-357 Sulsel, Cicu Tekankan Pemerataan Pembangunan dan Pemenuhan Kebutuhan Dasar

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Sulsel Bidang Ekonomi, Andi Darmawan Bintang, menyampaikan bahwa sanksi terhadap pabrik sawit yang tidak patuh sejatinya telah diatur dalam regulasi.

Ia menjelaskan, setiap PKS memiliki kewajiban menyampaikan laporan bulanan, dan pelanggaran terhadap kewajiban tersebut dapat berujung pada sanksi administratif.

Menurut Andi Darmawan, eskalasi sanksi dilakukan sesuai kewenangan pemberi izin. Jika izin berada di tingkat provinsi, maka penindakan menjadi kewenangan gubernur.

Namun jika izin berada di tingkat kabupaten, pemerintah provinsi tidak akan mencampuri, kecuali terkait penetapan harga TBS.

“Pengawasan harus diperkuat agar mekanisme penetapan harga tidak sekadar mengikuti kehendak pengusaha, tetapi berjalan sesuai aturan,” ujarnya.

Ia berharap kesepakatan harga TBS yang telah ditetapkan bersama tidak lagi memicu gejolak di tingkat petani.

Andi Darmawan menekankan pentingnya keberpihakan kepada petani sawit, khususnya petani nonplasma yang selama ini memiliki posisi tawar lebih lemah terhadap pabrik.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News28 Oktober 2026 11:39
PJM Perkuat Keselamatan Kerja Lewat Program SAIL
PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) memperkuat komunikasi manajemen dan pekerja melalui Program SAIL (Speak, Assess, Integrate, Learn) Batch II yang digelar...
Ekonomi28 Oktober 2026 08:09
OJK Gandeng 27 Asosiasi Perkuat Tata Kelola Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kolaborasi dengan 27 asosiasi profesi bidang tata kelola untuk mengantisipasi risiko di sektor jasa keuangan, ...
News28 Oktober 2026 06:41
Gakkum Ingatkan Petani Patuhi Aturan Penggunaan Kawasan Hutan
Aktivitas operasional pertambangan salah satu perusahaan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, lumpuh total akibat aksi sepihak yang dilancarkan ole...
Pendidikan27 Oktober 2026 21:47
OJK Bekali 500 Pelajar Sekolah Rakyat Literasi Keuangan dan Keterampilan Digital
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekali sekitar 500 pelajar Sekolah Rakyat dengan literasi keuangan dan keterampilan digital melalui program OJK Digicl...